
Vian melihat Liana hanya diam "gimana kalau abang yang tanya kamu yang jawab?" saran Vian.
"Bang bisa gak nanti-nanti aja kita bahas Lili. Lili tahu abang mau tanya apa, tapi buat sekarang Lili belum siap buat jawab itu semua" ucap Liana
"Ya udah kapan-kapan aja" Vian sedikit kecewa. Liana melihat kekecewaan di raut wajah Vian. Tapi untuk sekarang dia memang belum bisa menceritakan semuanya pada Vian.
Alex yang sedang menyusul Sari jalan-jalan "hei non, mau kemana?".
Sari berhenti "gak tahu, Sari gak tahu daerah sini" Sari cemberut.
"Ya udah ikut sama kakak, nanti kakak ajak mengelilingi perkebunan ini" ajak Alex.
Sari mengikuti Alex "kak kita ke kebun strawbery aja ya. Kalau mengelilingi semua perkebunan pasti kita kemalaman sampai villa".
Alex terus jalan tanpa peduli dengan yang dikatakan Sari "kak... kakak.. dengar tidak.." Sari terus teriak.
"Iihh.. dasar nyebelin" Sari menimpuk Alex dengan batu kecil.
"Aw.." Alex berhenti melihat sama Sari dengan marah.
"Rasain,, orang bicara makanya didengar donk jangan jalan aja terus" Sari kesal.
Alex tersenyum melihat Sari kesal "maaf.. ayo cepat kesini".
Sari langsung menghampiri Alex, lalu mereka jalan bersama ke kebun strawbery. Sari masih saja mendumel sendiri sambil jalan, Alex semakin susah menahan tertawanya.
"Sini.." Alex menarik tangan Sari menuju jalan ke kebun yang lebih dekat.
Kia sama Rey sudah sampai di super market terdekat. Mereka sedang mengambil daging dan sayuran.
"Kia apa ini semua sudah cukup?" tanya Rey.
"Ini lebih dari cukup kak, bisa sampai kita pulang" jawab Kia.
"Yang benar Kia" Rey meyakinkan Kia.
__ADS_1
"Kalau kita yang cewek-cewek malam tidak makan banyak kak. Makanya Kia udah yakin sampai kak" Kia yakin.
"Oke kalau gitu. Menurut kamu apa lagi yang kurang?"
"Minum kak, kita tambah beli minum yuk kak" Kia menarik Rey.
Setelah semua sudah lengkap, mereka langsung membawa semuanya ke mobil. Kemudian mereka langsung naik mobil dan langsung pulang.
"Kia boleh kakak tanya?"
"Tanya aja kak"
"Sudah berapa lama kamu sahabatan sama Lili dan Jen?"
"Kita kenal dari awal kuliah lagi kak, jadi semenjak itu kita dekat sampai sekarang".
"Trus kenapa kalian tidak kenal sama Vian waktu pertama kalian ketemu?"
"Emang Jen gak pernah cerita sama kita kak. Jadi kita anggap Jen itu anak tunggal".
"Emang bang Vian itu sekaya apa sih kak".
"Yakin ingin tahu, nanti kalau udah tahu pasti suka sama Vian lagi".
"Nggak lah kak, kita semua tahu kalau bang Vian itu suka sama Lili. Aku juga tidak memandang orang karena harta ataupun tahtanya".
"Iya kakak percaya kok, sahabat-sahabat Jen pasti orangnya baik-baik. Kamu percaya nggak kalah Vian itu orang terkaya no 5 di dunia".
Kia kaget "yang benar kak".
"Iya. Di Indonesia yang full punya Vian hanya 5 perusahaan. VP Entertaiment, Arc Enterprise, Vian Firm, Perkebunan, dan sebentar lagi yang sedang di bangun klinik. Selebihnya hanya beberapa persen sahamnya di perusahaan besar disini. Di luar negeri juga banyak tapi hanya di London yang punya dia, Cabang VP Entertaiment sama Vian Firm. Selebihnya hanya saham saja yang diletakan di perusahaan besar disana" cerita Rey.
"Waw... Sejak umur berapa bang Vian terjun kedunia bisnis kak?"
"Semenjak pindah kesana, kalau gak salah pas SMA"
__ADS_1
"Pantasan bang Vian sekaya itu kak"
"Iya, tapi dibalik kekayaan itu semua banyak juga cewek yang memanfaati dia".
"Masa sih kak!" Kia tidak percaya.
"Iya, karena itu dia balik ke Indonesia" jawab Rey.
"Semoga bang Vian jodohnya sama Lili" ucap Kia.
"Kapan-kapan kita cerita lagi, sebentar lagi kita sampai" ucap Rey.
Beberapa menit kemudian mereka sampai. Sampai di villa sudah mulai malam, mereka menurunkan semua belanja. Sewaktu mereka menurunkan belanja datang Sari dan Alex.
"Sar, darimana?" tanya Kia.
"Balik jalan-jalan sama kak Alex" jawab Sari.
Mereka langsung mengangkat belanja ke dapur. Sampai disana mereka bercanda-canda. Lalu Liana melihat mereka dari lantai dua.
"Woi.. udah maghrib, sholat gih" teriak Liana.
Semua orang langsung melihat keatas "siap bos" ucap Kia dan Sari.
"Kak kita ke atas duluan ya" ucap Kia.
Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih dan sholat. Rey dan Alex pun langsung masuk ke kamar Vian bukan ke kamar mereka.
"Ada apa kalian kesini?" tanya Vian yang baru keluar dari kamar mandi.
"Bro tahu gak, Liana kalau marah seram juga ya. Tasi dia sangat baik mengingatkan temannya buat sholat. Tapi yang bikin gue heran teman-tamnnya malah nurut tanpa banya tanya" cerita Alex yang duduk di atas kasur.
"Itulah kelebihannya bro. Sekarang kalian keluar, gue juga mau sholat" Vian mengusir mereka
*BERSAMBUNG
__ADS_1