
Rian kembali ke rumahnya dengan perasaan kesal sebab dia ketemu dengan Vian. Angel masuk rumah dan menghampiri Rian.
"Loe tahu bahwa Vian sudah menikah?" tanya Rian sama Angel.
"Mana gue tahu, gue aja baru kemaren sampai disini. Kan loe yang sering bolak balik kesini, loe lah yang lebih tahu" Angel kesal juga.
"Aahh.." Rian frustasi.
Beberapa menit kemudian masuk anak buah Rian "tuan, di luar ada mas Andi. Dia ingin ketemu sama tuan".
"Suruh dia masuk" ucap Rian.
Kemudian anak buah itu keluar dan menyuruh Andi masuk. Tidak lama kemudian Andi masuk dengan raut wajah yang kacau.
"Ada apa?" ucap Rian.
Andi langsung duduk "loe harus bantu gue. Sebab gue sudah ketahuan sama istri gue selingkuh, dia juga minta cerai" ucap Andi.
Rian tertawa "ha..ha.. itu emang pantas buat loe".
"Loe jangan senang dulu, gue mau nanya paman sama bibi gue dimana?" tanya Andi.
"Buat apa loe tanya mereka, bukannya loe udah gak butuhin mereka lagi".
"Emang gak, tapi kalau gue tidak tahu mereka dimana pasti sepupu gue itu sedang mencari dia. Sebab perjanjian gue sama paman gue, gue tidak boleh bercerai sama istri gue. Jika gue bercerai dan nikah lagi, meskipun paman gue gak ketemu, perusahaan itu akan kembali milik sepupu gue" ucap Andi.
"Terus, masalahnya apa lagi".
"Sebab Dian sekarang mengandung anak gue, loe mau sepupu loe itu hamil tanpa suami".
Rian kesal dan memukul Andi "loe emang ********. Gue rela sepupu gue tidur sama loe bukan berarti loe sebodoh itu".
"Sepupu loe yang bodoh, gue selalu ingatkan buat minum pil kb tapi dia lupa. Itu bukan salah gue" bentak Andi balik.
__ADS_1
"Terus rencana loe selanjutnya apa?" Rian kembali duduk.
Andi berdiri "gue ingin ketemu sama paman gue. Sebab sepupu gue sedang mencari mereka".
"Sudah lama lagi mereka mencarinya tapi gak juga ketemu kan" sambung Angel yang duduk memperhatikan mereka dari tadi.
"Iya benar. Tapi masalahnya sekarang bukan sepupu gue yang carinya tapi suaminya. Apa loe tahu siapa suami sepupu gue itu" Andi tanya balik.
"Loe jangan bertele-tele deh bicaranya, loe jawab saja siapa?" Rian mulai muak dengan percakapan itu.
Andi tersenyum kecut "loe pasti kaget. Dia adalah musuh low sendiri, Vian Prabowo".
Angel dan Rian kaget "apa! Vian".
Andi yang tertawa sekarang "ha.. loe kaget kan".
"Bagaimana ini, Yan" ucap Angel.
"Mereka ada di London" jawab Angel.
"Hubungi orang disana dan bawa mereka balik kesini dengan cepat" perintah Rian.
Angel lalu menghubingi orang yang menjaga Pandi, sewaktu Angel menghubunginya dia kaget. Sebab anak buah dari Rey sudah menemukan mereka. Sekarang mereka sedang sembunyi di Amerika.
"Kenapa?" tanga Rian melihat Angel selesai telvon.
"Anak buah Rey menemukan mereka, sekarang mereka sembunyi di Amerika" jawab Angel.
"Bodoh, itu adalah tempat mereka, kenapa mereka harus datang kesana. Kita akan susah membawa mereka kesini. Loe Andi, siap-siap loe kehilangan semuanya" ucap Rian.
"Apa loe gak ada rencana yang lain?" tanya Andi.
"Kita hanya ada 2 plan, pertama culik istri Vian dan kedua cari anak dari paman loe yang kabur itu" ucap Rian.
__ADS_1
"Kalau culik istrinya Vian tidak akan bisa, Vian tidak sebodoh itu. Dia selalu memberikan pengawal khusua buat istrinya, meskipun kita tidak melihatnya" kata Angel.
"Benar yang dikatakan nona Angel. Kemaren aja paman dan bibi sepupu gue itu mau mencelakainya tapi tidak bisa. Sebab sekarang Liana sudah pakai pengawal pribadi yang sangat taguh, meskipun dia perempuan" ucap Andi.
"Pasti itu Tina. Sudah lama Vian tidak menurunkan Tina. Kalau begini memang susah buat culik istri Vian. Tunggu, tadi loe bilang paman dan bibi sepupu loe itu mau mencelakai istri Vian. Maksudnya gimana?" Rian.
"Mereka juga ingin mengambil warisan Liana, sebab ibunya banyak meninggalkan saham sama sahabatnya" jawab Andi.
"Gue ada rencana lagi, loe cari anak paman loe itu dan besok temui gue sama paman dan bibi dari istri Vian tersebut" Rian.
"Baik. Tapi gue mau bicara sama Angel" Andi melirik Angel.
"Mau apa loe, mau dekati dia juga. Jangan harap, dia hanya buat gue. Loe harus nikahi Dian, loe jangan macem-macem" Rian sebal sama Andi yang kegatalan.
"Loe cemburu, biasa kalau ada orang melirik gue loe serahkan saja. Seperti gue ini ******* saja buat loe" Angel sedikit kesal sama Rian.
Rian menarik dagu Angel "itu beda, kalau sama dia gue tidak akan dapat apa-apa. Kalau orang lain, gue jelas langsung dapat sahamnya. Tapi asal loe tahu, mereka tidak sempat meniduri loe. Meskipun gue seperti itu, gue gak akan rela punya gue dibagi sama orang lain. Loe ingat, waktu loe hubungan sama Vian, loe bukan perawan lagi karena gue yang merebut perawan loe".
Angel sebal dan melepaskan tangan Rian "menjijikan".
"Sekarang loe boleg pergi" Rian melihat sama Andi.
"Fine. Gue akan balik sama Dian" Andi langsung pergi.
Rian menarik Angel ke kamarnya dan menghempaskan Angel ke kasur. "Loe tadi ketemu sama Vian kan, bagaimana? Sakit hati atau ingin balik lagi" Rian menarik dagu Angel.
"Loe kenapa, setiap kesal sama seseorang loe selalu melampiaskan sama gue" ucap Angel.
"Sekarang loe sudah semakin berani ya sama gue" Rian langsung menarik Angel.
Karena kesalnya Rian, dia langsung melampiaskan sama Angel. Dia melakukan hubunan sama Angel. Dia langsung merobek baju Angel dengan seenaknya. Kemudian dia langsung membuka bajunya dan memasang pengaman. Dia melakukan hubungan dengan ganasnya dengan Angel. Angel memang tidak bisa memberontak sebab dia sudah ada perjanjian dan berhutang sama Rian.
*Bersambung
__ADS_1