Si Bungsu

Si Bungsu
46. Jalan Pagi


__ADS_3

Setelah sholat subuh Vian mengetuk kamar Liana. Liana masih memakai mukenah membuka pintu.


Tok tok tok


Liana membuka pintu kamarnya "iya, siapa?"


"Morning, jalan pagi yuk?" ajak Vian.


"Yuk, tapi ajak yang lain ya!" ucap Liana.


"Oke, biar abang yang bangunkan mereka semua. Kamu siap-siap dulu ya" Vian langsung pergi dan Liana kembali menutup pintu.


Beberapa menit kemudian Liana turun dari kamarnya. Liana melihat Vian yang sedang duduk di ruang tamu sambil main ponselnya.


"Yang lain mana?" tanya Liana.


Vian melihat Liana "mereka sedang siap-siap".


Liana duduk di sebelah Vian "abang mau minum, biar Lili buatin" tanya Liana.


"Boleh, nggak repotin kan" ucap Vian.


"Nggak kok, minum apaan?" tanya Liana lagi.


"Terserah aja" jawab Vian.


Liana langsung membuatkan minum buat Vian dan dirinya. Kemudian mereka kembali duduk minum bersama. Tidak lama kemudian semua orang turun.


"Ayo berangkat" ucap Alex.


"Lain kali kalau kalian lama, kita tinggal" ucap Vian.


"Udahlah ayo berangkat" Liana menghentikan mereka agar tidak berantem.


Semua orang pada jalan keluar duluan, Vian menghabiskan minimannya. Kemudian dia langsung menyusul mereka. Mereka langsung jalan pagi sampai matahari sudah kelihatan. Mereka jalan pagi mengelilingi kebun teh dan strawbery sambil berfoto-foto.


Mereka berhenti di kafe yang ada di dekat perkebunan. Mereka memesan makanan buat sarapan sebelum kembali ke villa. Waktu mereka sedang menunggu pesanan ada seseorang yang melihat kebersamaan mereka dari jauh.


Setelah sarapan mereka semua kembali ke villa. Liana dan Vian tinggal karena mereka akan pergi ke pabrik mencek pabrik.

__ADS_1


"Kalian balik aja ke villa, aku sama Liana mau ke pabrik" ucap Vian.


"Okelah kalau gitu" ucap Alex.


Setelah dari pabrik mereka berdua jalan menuju villa. Dipertengahan jalan Liana bertabrakan dengan seseorang.


"Aw..." Liana hampir jatuh tapi langsung dipegang oleh Vian.


"Mas kalau jalan bisa lihat-lihat nggak" Vian kesal.


"Maaf.. maaf mas, saya tidak sengaja" ucap orang itu.


Liana kaget melihat orang itu "Angga..."


"Liana.." ucap orang itu yaitu Angga mantan Liana.


"Ngapain kamu disini?" lanjut Angga.


"Gue lagi liburan sama teman-teman, loe ngapain?" tanya Liana juga.


"Gue kerja disini, di pabrik teh itu" Angga menunjuk pabrik.


"Owh.. loe nggak kenal dengan orang ini" tanya Liana sambil nunjuk Vian.


"Baguslah, ayo bang?" Liana mengajak Vian pergi.


"Li, nanti bisa kita ketemu berdua" Angga memberhentikan Liana.


Liana dan Vian menoleh ke Angga "maaf gue nggak bisa. Ntar cewek-cewek loe marah dan anggap gue perusak lagi" Liana sedikit kesal.


"Mereka nggak ada, loe nggak mau kenalin teman loe sama gue?" ucap Angga.


"Nggak perlu, suatu saat loe akan tahu. Ayo bang kita pergi, malas ladani orang ini" ucap Liana.


"Sampai kapan loe akan memaafkan gue, Li. Apa loe emang nggak akan bisa nerima gue lagi" kata hati Angga.


Setelah beberapa meter dari Angga, Vian baru bicara sama Liana.


"Siapa orang itu tadi, Li?"

__ADS_1


"Dia mantan aku yang suka selingkuh dan bilang yang nggak-nggak tentang aku kepada teman-temannya" jawab Liana sambil jalan dengan kesal.


"Tapi kamu kom kesal seperti itu?" tanya Vian lagi.


"Nanti lah sampai di villa Lili ceritakan sama abang"


"Apa ini termasuk dalam trauma kamu juga, Li?"


"Iya begitulah bang, tapi yang ini tidak separah yang lain-lain kok bang"


"Ya udahlah. Kita mampir di pabrik es dulu ya, di villa gak ada es" ajak Vian.


Mereka sampai di pabrik es disambut oleh karyawan.


"Siang bos" ucap karyawan.


"Siang" jawab Vian dan Liana hanya tersenyum.


"Ada yang bisa kami bantu bos?" tanya penanggung jawab pabrik menghampiri mereka.


"Antarkan es krim ke villa dan pilih semua rasa" ucap Vian.


"Baik bos" jawab orang itu.


Datang seorang karyawan memberikan es krim "bos ini es terbaru, coba bos rasakan".


Vian mengambil es dan diberikan satu pada Liana. Mereka langsung mencobanya dan mereka merasa takjup.


"Bang, ini rasanya sangat berbeda dari es yang biasanya" ucap Liana.


"Iya betul. Rasa yang ini lebih banyak ya" perintah Vian.


"Baik bos" pegawai itu langsung pergi.


Liana dan Vian langsung pergi kembali ke villa. Sampai di villa semua orang sudah pada bersih-bersih.


"Bang, Lili langsung ke atas ya" ucap Liana.


"Iya duluan aja. Rey nanti ada karyawan dari pabrik es krim yang antar es. Jangan lupa ambil dan masukkan ke tempat biasa" Vian langsung pergi.

__ADS_1


"Iya bos" jawab Rey.


*BERSAMBUNG


__ADS_2