Si Bungsu

Si Bungsu
70. Pertemuan


__ADS_3

Liana sedang bosan di rumah, kerjaan dia dari pagi hanya kedepan kebelakang. Vian yang baru keluar dari ruang kerja bingung melihat kelakuan istrinya. Vian menghampiri istrinya yang gabut sambil menonton dan mengganti chanel televisi.


"Sayang, what happen?" Vian duduk di sebelah istrinya.


"Boring, biasanya kalau libur kek gini aku di toko. Semenjak nikah aku kan gak boleh kerja lagi" ucap Liana sambil cemberut.


Vian tersenyum melihat Liana "mau pergi jalan-jalan" ajak Vian.


Liana senang "mau, tapi kita berdua doang kan!" kata Lian.


"Hmm.."


"Ayo" Liana menarik Vian ke kamar bersiap-siap.


Satu jam kemudian mereka sudah siap, mereka jalan keluar. Di luar sudah ada Rey yang menunggu mereka. Liana melihat Rey berdiri tidak jauh dari mobil, dia langsung cemberut. Vian melihat Liana yang cemberut hanya tersenyum.


"Ini bos" Rey memberikan kunci mobil sama Vian.


Vian mengambilnya "Rey pergi ikuti Andi dan lihat apa yang mau dia lakukan sekarang. Ajak Jeje sama loe dan coba tanya siapa saja yang dekat dengannya".


"Baik bos" Rey menunduk menghormati Vian.


Vian tersenyum "loe gak usah seformal gitu lagi Rey, udah gue bilang kalau di luar kantor atau bersama orang terdekat gue biasa aja".


Rey tersenyum "lupa bos, selamat bersenang-senang bos" ucap Rey.


Liana dan Vian masuk mobil "apa kamu fikir tadi Rey akan ikut?" tanya Vian.


"Iya, gak biasanya dia pagi-pagi kesini kalau gak pergi sama abang" jawab Liana.


"Kamu lupa, semalam kan Rey bawa mobil abang" kata Vian sambil melajukan mobilnya.


Liana tersenyum "bang, kita ke mall yuk. Lili udah lama gak shopping, Lili ingin beli hadiah ulang tahun buat Sari. Dia ulang tahun nanti malam, kita datang ya".


"Iya, kita datang" ucap Vian.


Sampai di mall mereka langsung mengelilingi mall. Di jalan Liana tidak sengaja menabrak seseorang.


"Aw.." Liana meringis kesakitan.

__ADS_1


"Sayang, tidak apa-apa kan!" ucap Vian.


"Gak bang,," jawab Liana.


Vian sama Liana melihat ke orang yang menabrak Liana. Vian langsung kaget melihat orang itu. Orang itu adalah Rian musuhnya sedang bertengkar dengan Angel mantan pacar Vian. Vian langsung tertawa melihat mereka, Liana heran melihat suaminya tertawa.


"Bang kenapa?" tanya Liana.


"Bagaimana kabarnya bro?" Vian mengulurkan tangannya sama Rian.


Rian tidak membalasnya "oke" Vian menarik tangannya kembali. "Bro masih sanggup bertahan sama ini cewek, sudah berapa dihabiskan sama dia selama 2 tahun ini" ledek Vian.


"Loe bisa diam gak" Rian mulai kesal.


"Selow bro, ini bukan wilayah loe" Vian memperingati Rian. Sebab sekarang mereka berada di mallnya Vian. Dia juga memberikan kode bahwa di sekitar mereka banyak pengawalnya Vian.


"Awas loe, kita masih ada urusan" Rian langsung pergi.


"Jangan khawatir, sebentar lagi gue akan menemui loe sendiri" teriak Vian.


Angel masih melihat Vian yang bergandeng tangan dengan Liana sangat mesranya.


"Loe menang, tapi loe tidak akan bisa memasukkan gue ke penjara" Angel pergi mengejar Rian.


"Kita lihat saja sebentar lagi" teriak Vian lagi.


Liana bingung sama mereka, apa yang terjadi sama mereka. Kenapa mereka sama-sama mengatakan kata-kata mengancam.


"Bang, mereka siapa?" tanya Liana.


"Kamu lupa sayang, cowok yang menabrak kamu itu Rian. Rian musuh abang dan teman Andi yang membantunya dalam menyembunyikan paman sama yang hampir memperkosa Mimi" ucap Vian.


"Yang cewek siapa? Mantan abang ya" ucap Liana.


"Iya sayang. Tapi itu gak penting lagi, sebab dia sebentar lagi akan mendapatkan balasannya" Vian.


"Awas ya kalau abang masih berhubungan sama dia" Liana sedikit kesal.


"Tidak sayang, abang sudah punya istri yang cantik dan baik, sudah cukup buat abang" ucap Vian sambil jalan.

__ADS_1


Vian dan Liana mengelilingi mall tapi dia tidak juga mendapatkan hadiah buat Sari.


"Sayang, kita makan siang dulu yuk" ajak Vian.


"Ayo, Lili juga lapar"


Kemudian mereka mencari tempat makan, setelah menemui tempat yang di sukai Liana mereka langsung mencari tempat duduk. Sewaktu mereka menunggu makanan sampai, tiba-tiba datang Tina menghampiri mereka dengan membawa paper bag.


"Sore bos, buk" ucap Tina memungkukkan badannya tanda menghormatinya.


"Ada apa Tina kamu datang kesini?" tanya Liana.


"Ini buk, saya membawa pesanan dari bos" Tina meletakkan bag di atas meja.


"Terimakasih Tina, kamu bisa kembali lagi ke markas" perintah Vian.


"Baik bos, buk" Tina meninggalkan mereka.


"Apa itu bang?" Liana penasaran dengan isi bag.


"Buka aja sayang" Vian memberikan bag pada Liana.


Liana kaget melihat isi bag tersebut, ternyata hadiah yang dicarinya dari tadi siang.


"Bang, ini.."


"Iya sayang, itu yang kamu cari kan, hadiah buat Sari" ucap Vian.


"Iya, kok bisa?" Liana masih tidak percaya.


"Tadi abang suruh anak buah abang yang cari. Kita sudah kelamaan disini sayang, kapan kita siap-siap pergi lagi. Dari sini kita kan mau ke rumah daddy dulu" penjelasan Vian.


"Oh iya, Lili lupa" ucap Liana.


Setelah mereka makan, mereka langsung menuju rumah orang tua Vian. Disana keluarga besar Vian sudah datang ingin mengenal istri Vian. Sebab akad nikah Vian kemaren hanya dihadiri oleh keluarga inti saja.


"Sayang, kalau kita kelamaan disana, kita berangkat dari sana aja ya" kata Vian di jalan mau ke rumah orang tuanya.


"Iya bang" jawab Liana sambil tersenyum.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2