
Pagi harinya Liana terbangun dari tidurnya, Liana tertidur di sofa sendirian. Liana kembali mencari Vian di setiap ruangan di dalam apartemen. Sewaktu Liana sedang di dapur Liana mendengar seseorang mengetuk pintu. Liana langsung berlari membuka pintu, dia berfikir itu pasti Vian yang datang.
"Bang..." Liana langsung kecewa, yang datang adalah Rey.
"Kak Rey.. abang mana?" tanya Liana to the point.
Rey langsung masuk "saya tidak tahu Li, subuh tadi bos nelvon pakai nomor kerjaan. Dia minta saya datang ke apartemen membawa ganti baju buat kamu dan sarapan" Rey meletakan semuanya di atas meja.
"Tidak mungkin kakak tidak tahu, dia bos kakak yang selalu ada disebelah kakak" Liana tidak percaya.
"Kamu masih mau disini atau pulang?" tanya Rey mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan tetap disini sampai abang pulang" Liana langsung masuk kamar Vian.
"Maafin aku Li, aku tahu Vian dimana. Kalian masih berdekatan kok, masih di gedung yang sama. Kenapa sih bos melakukan ini semua, jelas-jelas dia sudah tahu kamu akan tetap memilihnya" kata hati Rey.
Setelah itu Rey langsung pergi dari apartemen itu. Dia langsung ke apartemennya di sebelah apartemen Vian. Rey masuk apartemennya langsung menghampiri Vian yang sedang memantau Liana dari cctv apartemennya.
"Sampai kapan bos akan membiarkan dia sendirian disana?" Rey duduk di sebelah Vian.
Vian masih diam sambil melihat letop "kalau keluarganya mancari gimana bos?".
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi keluarganya" mata masih fokus ke letop.
"Trus sampai kapan bos?"
"Sampai ulang tahunnya dua hari lagi".
"Syukurlah dua hari, kalau sampai seminggu aku tidak tahu harus jawab apaan nanti di tanya lagi bos" Rey menarik napas lega.
"Sekarang kamu ke kantor seperti biasa, kalau siapa pun yang tanya bilang tidak tahu. Kalau Jen yang tanya suruh dia menghubungi akau" perintah Vian.
"Baik bos" Rey langsung pergi.
Hari ini kegiatan Liana di apartemen hanya melamun memikirkan Vian sambil menangis. Rey selalu datang membawa makan siang dan ganti baju buatnya.
"Tidak ada Li, tadi meeting aja terpaksa di cancel karena bos tidak ada" jawab Rey.
"Kemana dia kak, apa biasanya dia seperti ini kalau kecewa sama seseorang?".
"Aku melihatnya baru sekarang dia benar-benar terpukul dan kecewa oleh seseorang. Biasanya kalau ada pun dia tidak akan seperti ini" penjelasan Rey.
"Nanti kalau ada dia menghubungi kakak bilang sama dia aku minta maaf ya kak. Aku sebenarnya hanya takut saja kak kalau abang tidak mau menerima aku dan kekurangan aku" Liana menangis.
__ADS_1
"Baik Li, nanti kakak sampaikan. Kakak pergi sekarang ya, mau ke kantor lagi" Rey pergi.
Liana memberhentikannya "Sebentar kak, kalau nanti kesini lagi bisa Lili minta tolong kakak beliin bahan-bahan masakan sama bahan-bahan buat kue. Nanti kakak tidak usah antar makanan kesini terus dan ganggu kerjaan kakak".
"Oke" Rey langsung pergi.
Percakapan mereka berdua sebenarnya di rekam oleh Rey. Kemudian di mobil Rey mengirimkannya pada Vian. Vian pun mendengarnya juga dengan perasaan senang. Sore harinya pulang dari kantor Rey kembali datang dengan membawa permintaan Liana. Untuk makan malam Liana memasak dan dia minta Rey menemaninya tapi Rey tidak mau.
"Kalau kakak tidak mau menemani aku makan, kakak bawa aja masakan ini untuk kakak. Lagian Vian tidak juga akan datang malam ini, selagi dia belum menghubungi aku" Liana memberikan rantang.
"Baiklah" Rey mengambilnya dan langsung pergi.
Sampai di apartemennya Rey mengasih makanan itu pada Vian. Vian sangat senang, dia langsung memakannya sendiri tanpa membagi makanan itu dengan Rey.
"Dasar bucin" kata hati Rey.
Tengah malam Vian datang ke apartemen melihat Liana. Setelah itu Vian kembali lagi, Liana terbangun dan merasa Vian datang. Liana juga mencium bau parfum Vian yang tinggal di dalam kamar itu.
"Apa itu tadi aku hanya mimpi, aku merasakan abang datang. Bau parfumnya saja masih tertinggal disini, tapi ini kan kamarnya. Tapi itu tadi memang abang" gumam Liana sendiri.
Keesokan paginya Rey kembali datang, dia hanya menanyakan apakah ada yang mau di antar ke apartemen tapi Liana tidak menginginkan apapun. Begitu juga hari terakhir sesuai rencana Vian Rey datang tapi tetap sama.
__ADS_1
Selama dua hari Vian menghilang tidak ada kabar pada siapa pun dan datang menghampirinya. Liana meskipun di apartemen dia selalu minta tolong sama Jeni untuk mencari tahu dimana Vian. Tapi sama saja Jeni juga tidak tahu atau dia memang sedang masuk dalam planing Vian. Liana tidak tahu, kalau dia keluar dari apartemen dia tidak akan bisa masul lagi. Sebab dia tidak tahu sandi apartemen tersebut. Sebab Liana yakin setiap tengah malam Vian selalu datang menemuinya secara sembunyi-sembunyi.
*BERASAMBUNG