
Satu tahun sudah kepergian bunda dan dua bulan lebih kepergian ayah. Hidup Laila semakin tidak tau arah. Dia lebih sering menyendiri dan melamun di kamar. Semua apa yang dilakukan tidak pernah beres. Pemikirannya hanya mengingat kenangan bersama orang tuanya. Kenangan disaat dimarahi bunda dan ayah, kenangan pergi bersama, kenangan masak dan berkebun bersama. Semua kenangan itu yang selalu berputar-putar di otaknya.
Satu semester Liana tidak pernah ke kampus dan mengurus skripsinya. Sahabat-sahabatnya sudah wisudah semester kemaren hanya dia tinggal sendiri. Tapi sahabatnya itu tidak pernah ingin menjauh dari Liana ataupun memusuhinya. Kakak dan kakak iparnya tidak pernah memaksa Liana untuk menyelesaikan skripsinya itu. Sebab mereka tahu kondisi Liana seperti itu.
Satu bulan setelah ayah meninggal Liana mendapatkan notifikasi pesan dari Reza. Isi pesannya mengatakan bahwa Reza minta maaf dan ingin memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin hampir 3 tahun. Liana pun tidak mau tahu apa alasan Reza memutuskannya sebab Liana sudah tahu itu semua. Reza pacaran dengan Liana hanya taruhan dengan keluarga omanya dan ingin memanfaatkan Liana. Karena Liana anak orang kaya dan anak bungsu. Otomatis harta orang tuanya nanti akan banyak didapatkan oleh Liana.
Semenjak omanya tahu orang tua Liana sudah meninggal oma Reza menyuruh Reza untuk memutuskan Liana. Oma Reza juga tahu kalau adik kandung dari bunda Liana ingin mengambil harta bunda Liana dari Liana dan kakak-kakaknya. Liana sudah tahu itu semu semenjak bunda mebinggal sebab Liana sempat mendengar pembicaraan orang tua Reza dengan omanya waktu itu di kafe.
Setiap peristiwa itu semua membuat Liana semakin terpuruk. Suatu malam Liana sedang tidur dan bermimpi, dia di datangi oleh orang tuanya.
"Li.. Li.. bangun sayang, sudah subuh. Jangan lupa sholat sayang, sekarang tidak ada yang jagain bangunkan kamu buat sholat" kata bunda.
"Iya sayang bangun, sekarang juga tidak ada yang akan membantu kamu dan jagain kamu kecuali kamu sendiri" sambung ayah.
__ADS_1
"Bunda.. ayah.. Lili kangen.. hiks.. kan ada mas sama mbak yang akan jagain Lili bun, yah" Liana menangis.
Ayah dan bunda tersenyum "sayang, mereka tidak akan selalu bisa jagain kamu. Sebab mereka sudah ada keluarga masing-masing yang harus diurus dan dijaga sayang" ucap bunda.
"Sekarang bangun dan sholat, mulai dari awal lagi sayang. Berubahlah sebelum terlambat sayang, bunda dan ayah sayang kamu. Selamat tinggal sayang..." ayah dan bunda melambaikan tangan pada Liana.
Liana terbangun dan berteriak "ayah.. bunda.." Liana sambil menangis.
Liana melamun dan memikirkan apa yang dibilang orang tuanya. Liana langsung sholat subuh dan berdoa untuk orang tuanya. Setelah itu Liana langsung pergi joging dan keluar dari kamar.
Setelah joging Liana menghubungi pembimbingnya dan membuat janji bimbingan hari ini. Kemudian Liana bersih-bersih dan siap-siap mau ke kampus. Liana ingin mengubah penampilannya jadi dia memilih memakai hijab. Liana langsung turun untuk sarapan sebelum berangkat. Semua orang melihat Liana yang sedang menurun tangga dan memperhatikan penampilannya.
"Assalamualaikum mas, mbak, keponakan unty yang cantik dan ganteng" Liana sangat happy dan tersenyum menyapa mereka.
__ADS_1
"Waalaikumussalam" jawab semua orang.
"Unty cantik seperti mama dan mami kalau pakai itu" Gio menunjuk kerudung Liana.
Semua orang tersenyum "masa iya unty cantik" Liana melihat ke Gio.
"Benal unty cantik" Fani cadel tersenyum dengan memperlihatkan gigi putihnya.
"Terimakasih sayang" Liana memeluk Fani.
"Semoga adek istiqomah ya" kata Lala.
"Iya mbak" semua orang tersenyum.
__ADS_1
*BERSAMBUNG