Si Bungsu

Si Bungsu
38. Bahagia itu Sederhana


__ADS_3

Vian begitu asyik berbincang dengan Alex dan Rey. Sehingga lupa menjemput Liana di apartemen Jeni. Vian melihat jam tangannya sudah menunjukkan jam 18.00.


"Astaugfirullah, gue lupa" ucap Vian.


"Loe kenapa?" tanya Alex.


"Gue lupa jemput Liana di apartemen Jen" jawab Vian. "Gue mau kesana, kalian mau kemana?" Vian berdiri.


"Gue ikut loe ya, gue mau kasih kejutan sama Jen" ucap Alex.


"Boleh. Tapi loe harus ingat jangan ngomong macam-macam disana nantinya" ancam Vian.


"Siap bos" ucap Alex sambil berdiri.


Di apartemen Jeni sudah ada Sari dan Kia. Setelah sholat maghrib mereka akan masak bareng untuk makan malam. Mereka pada sibuk di dapur mempersiapkan bahan-bahan yang akan di masak. Tiba-tiba mereka mendengar bel apartemen berbunyi.


"Li, pakai jilbab sana, itu pasti abang yang datang" ucap Jeni.


Liana langsung masuk kamar sedangkan Jeni kedepan membuka pintu.


"Surprises.." teriak Alex.


"Kak Alex.." Jeni langsung memeluk Alex.


"Dasar, kalau udah ketemu pasti berisik" ucap Vian.


"Iri.. bilang bos" ledek Alex dan Jeni.


"Ayo Rey kita masuk, gak usah ladani mereka berdua" ajak Vian pada Rey.


Mereka langsung masuk, Rey duduk di sofa sedangkan Vian langsung kedapur. Karena dia mendengar berisik di dapur.


"Malam bang" ucap Sari dan Kia.


"Malam Sari, Kia. Lili mana?" tanya Vian.


Jeni datang "Lili di kamar ganti baju. Abang duduk dulu biar Jen buat minum".


Vian jalan duduk menghampiri Alex dan Rey yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


"Lili siapa bro?" bisik Alex sama Rey.


"Liana Juanda. Kalau sama orang terdekatnya di panggil Lili tapi kalau keluarganya adek. Nanti loe jangan heran aja kalau dengar mereka panggil nona Liana bermacam-macam" jawab Rey.


Vian datang "apaan yang kalian bisikan".


"Loe sewot amat, selow bro" ucap Alex.


Liana keluar dengan baju sopan dan hijapnya. Vian memanggil Liana "Li..".


Liana menghampiri Vian "iya bang".


"Kenalin ini sepupu abang, Alex. Alex kenalin inilah Liana Juanda" Vian memperkenalkan mereka.


"Liana.." katanya sambil tersenyum.


"Alex, salam kenal" jawab Alex.


Datang Jeni bawa minum "jangan dilihat seperti itu kak, nanti ada yang cemburu loh".


"Jen, aku bantu Sari sama Kia lagi ya. Permisi!" Liana langsung pergi kedapur.


Vian langsung memukul Alex pelan "awas aja loe".


"Makanya kalau sayang batalin rencana bodoh itu, iya kan kak Alex, kak Rey" ucap Jeni.


"Benar sekali" jawab Alex dan Rey hanya mengangguk.


"Tenang aja, besok abang akan bilang sama daddy" ucap Vian.


"Silakan di minum, Jen bantu Liana sama yang lain masak dulu" ucap Jeni langsung pergi.


"Yang lain, emang siapa aja di dapur bro?" tanya Alex.


"Jeni sama sahabat-sahabatnya, Sari dan Kia, tuh yang di foto itu" tunjuk Vian.


"Cantik-cantik ya sahabat Jen. Apa dulu Liana gak pakai jilbab bro?" tanya Alex setelah melihat foto Liana.


"Nggak, dia pakai jilbab setelah orang tuanya meninggal ceritanya sih" ucap Vian.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka mendengar suara tertawa dari dapur. Vian, Alex, dan Rey menyusul kedapur dan melihat dari jauh.


"Bos, gue gak pernah lihat nona Liana tertawa lepas seperti itu biasanya" ucap Rey.


"Iya Rey, gue juga baru lihat setelah kita kenal. Ini perdana gue lihat dia tertawa lepas gitu" jawab Vian.


"Emang ada masalah apa sih dia?" Alex kepo.


"Nanti-nanti gue cerita sama loe. Intinya dia itu menderita bangat bro, gue aja kasihan melihat hidupnya dan keluarganya" kata Vian.


"Betul ya bos kata orang-orang. Kalau orang baik itu gak perlu dengan uang mendapatkan kebahagiannya. Tapi hanya dengan hal-hal sederhana aja sudah bisa buat orang itu bahagia. Lihat nona Liana begitu banyak uang tapi dia gak bahagia tapi apabila sama sahabat-sahabatnya dia bisa bahagia" ucap Rey.


"Kata-kata loe Rey dapat dari mana tuh!" ledek Alex.


"Benar itu Lex, kalau loe sudah kenal siapa Liana Juanda loe akan paham apa yang dikatakan sama Rey" ucap Vian.


Setengah jam kemudian masakan sudah selesai di masak dan dihidangkan diatas meja. Jeni langsung memanggi abangnya dengan temannya buat makan bareng.


"Ayo bang, kak Alex, kak Rey, makan malam dulu" ajak Jeni.


Mereka jalan kemeja makan, disana sudah ada sahabat-sahabat Jeni. Mereka duduk di kursi masing-masing.


"Oya Jen lupa, guys kenalin yang ganteng seperti bule ini adalah sepupu yang aku bilang tadi. Namanya Alex dan kak Alex kenalin mereka berdua sahabat Jen namanya Sari dan Kia" Jeni memperkenalkan sahabat-sahabatnya.


"Hai guys salam kenal" ucap Alex.


Sari dan Kia hanya tersenyum sama Alex. Vian kaget dengan makanan yang ada, hampir semua makanan sea food tapi ada juga yang tidak.


"Kok semuanya hampir sea food, Jen. Kan Lili gak makan sea food?" tanya Vian.


"Apa yang aku bilang tadi, Li. Pasti gue kan yang kena omel" ucap Jeni sama Liana.


"Nggak apa-apa bang, itu kan makanan kesukaan abang. Kalau Lili apa aja, tuh masih ada ikan sama ayam" jawab Liana.


"Ya sudah silakan di makan. Nanti kalau masak lagi jangan ikutin apa yang abang suka. Masak aja yang kamu suka" ucap Vian sama Liana.


"Iya bang" Liana menunduk sambil cemberut.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2