Si Bungsu

Si Bungsu
62. Persiapan


__ADS_3

Liana dan Vian sampai di restoran, mereka langsung mencari tempat duduk dan memesan makanan. Kemudian Liana langsung bertanya apa yang dikatakan Vian di jalan tadi.


"Bagaimana ceritanya?" tanya Liana.


Vian sedang main ponselnya "cerita apa" ucap Vian.


"Mas Andi" Liana menatap Vian.


Vian langsung meletakan ponselnya "owh.. tapi kamu jangan kaget. Andi itu selingkuh, sebenarnya abang gak tahu bahwa Andi itu sudah punya istri".


Liana kaget "apa, selingkuh. Mana mungkin mas Andi seperti itu" Liana tidak percaya.


"Setahu abang Andi tidak pernah membawa istrinya sewaktu acara kantor maupun pertemuan. Dia biasa membawa seorang cewek, abang gak tahu dia siapa. Tapi sepertinya mereka ada hubungan, sebab mereka sangat mesra. Abang juga sering lihat dia keluar masuk hotel dan club" cerita Vian.


"Club, abang sering ke hotel dan club?" tanya Liana curiga.


Vian tersenyum "kamu jangan berfikiran macam-macam. Abang ke hotel itu karena hotel abang dan abang sering meeting disana. Kalau ke club abang kesana hanya meeting, sebab club itu punya abang sama teman abang. Lagian kalau abang kesana sama Rey kok" penjelasan Vian.


"Awas ya kalau abang macam-macam" Liana kesal.


"Iya sayang.. itu makanan sampai, ayo kita makan dulu" ucap Vian.


Pelayan meletakan makanan "oya Li, Jeje juga tahu kalau Andi itu selingkuh. Abang tahunya kalau Andi punya istri dan anak dari Jeje. Kalau gak salah Jeje sempat memperegoki mereka sedang selingkuh" kata Vian sambil makan.


"Aku tidak menyangka mas Andi seperti itu bang" ucap Liana sambil makan juga.


"Kamu gak usah terlalu memikirkan itu, sekarang kita harus fokus sama acara akad nikah kita dulu. Kalau kamu mau tahu semuanya, coba tanya sama Jeje tapi gak sekarang" Vian menasehati Liana.


"Iya bang" jawab Liana.


Setelah makan mereka langsung menuju rumah Liana. Disana sudah ada Lili dan temannya seorang desaigner menunggu mereka.


"Assalamualaikum" ucap Vian dan Liana masuk rumah.


"Waalaikumussalam" jawab Lili dan temannya.


"Itu mereka sudah datang. Vian, Lili, kenalin ini teman mbak seorang desaigner itu Desi. Des, kenalin ini calon pengantinnya Liana dan Vian" Lala memperkenalkan mereka, kemudian mereka langsung saling kenalan.

__ADS_1


"Ini mbak sudah bawa desaign bajunya, silakan kalian pilih model mana yang kalian inginkan. Ini adalah model-model terbaru, belum pernah mbak menjaitnya buat siapapun" Desi memperlihatkan katalognya sama Liana dan Vian.


Liana dan Vian mengambilnya, mereka berdua langsung melihatnya.


"Mana yang bagus bang?" tanya Liana sama Vian.


"Mana menurut kamu bagus, abang menurut aja" ucap Vian.


"Gimana yang ini bang, ini desaignnya elegan dan mewah. Tidak terlalu ribet dan banyak modelnya" saran Liana sambil melihatkan modelnya.


"Abang setuju, tapi warnanya putihkan" kata Vian.


"Iya bang, Lili juga pilih putih" ucap Liana.


"Mbak Desi, kita memilih yang ini. Tapi mbak tidak boleh menjait model yang sama, kalau sempat mbak menjaitnya saya akan menuntun perusahaan mbak" ucap Vian sedikit mengancam.


"Tuan tenang saja, kami sangat profesional dalam bekerja" jawab Desi.


Setelah mereka menentukan pilihan mereka, mereka langsung mengukur badan mereka. Tidak lama kemudian Rey datang dengan seseorang.


"Permisi bos, bu bos, mbak Lala" ucap Rey.


"Bos, ini tuan Ken sudah datang" ucap Rey.


Vian bersalaman dengan Ken "bagaimana Ken, sudah loe bawa model terbarunya?" tanya Vian.


"Sudah bos" jawab Ken.


"Li, kenalin ini Ken teman abang yang pengusaha perhiasan itu. Kamu pilih ya, cincin buat akad nikah kita" ucap Vian.


Ken menunduk sama Liana, Liana tersenyum "silakan bos lihat" Ken menyerahkan katalognya sama Liana.


"Rey, loe sekarang ke Vian Firm temui Tina sama Alex, ada yang akan mereka bicarakan" perintah Vian sama Rey.


"Bos, nanti gue pulang sama siapa?" ucap Ken judes sebab mereka teman satu sekolah, mereka sudah biasa bicara seperti itu.


"Loe bisa pulang pakai taksi, kenapa loe gak bawa mobil" ucap Vian.

__ADS_1


"Gimana gue mau bawa mobil, sekretaris sialan loe itu datang langsung menarik gue ikut dan masuk mobil dia" ucap Ken.


"Rey, loe pergi sekarang. Gak usah pedulikan dia, dia bisa pulang dengan taksi atau grab" Vian tidak peduli.


"Dasar bos nyebelin" gumam Ken.


"Bagaimana Li?" tanya Lala sama Liana tanpa memperdulikan mereka yang berdebat.


"Yang ini gimana mbak?" tanya Liana sama Lala.


"Cantik Li" jawab Lala.


Rey sudah pergi meninggalkan mereka semua, kemudian Desi sudah beres-beres mau pulang dan izin pulang.


"Tuan, non, La, saya mau pamit pulang dulu. Saya mau langsung menjait desaign ini, agar dua hari lagi tuan sama non bisa langsung fitting" ucap Desi.


"Oh iya, hati-hati ya Des" ucap Lala.


Desi salaman sama Vian, Liana, dan Ken. "Makasih mbak" ucap Liana, Desi tersenyum menjawabnya.


"Li, sudah ada pilihan?" tanya Vian.


"Yang ini bang" tunjuk Liana.


"Ken, yang ini, sehari menjelang kita mau nikah loe udah kirim ke tempat gue. Loe tahu kan, kalau gue sudah pilih ini tidak ada lagi model yang sama" ucap Vian.


"Siap bos, gue udah kenal loe lama" jawab Ken.


"Ya sudah, loe pulang gue antar. Li, mbak, Vian langsung pulang ya, Vian mau ke kantor sebentar. Oya Li, besok kamu tidak ke toko sampai kita akad. Kalau mau kemana-mana hubungi abang ya, ingat jangan di ulangi kejadian tadi pagi" nasehat Vian.


"Iya bang, Lili paham. Abang hati-hati ya pulangnya, terimakasih juga buat tuan Ken" ucap Liana.


"Kamu gak usah panggil tuan sama saya, kamu panggil gue sama dengan Rey saja. Gue teman sekolah Vian kok, sama dengan Dimas kakak ipar kamu" ucap Ken.


"Iya kak Ken, makasih" jawab Liana.


"Loe jangan banyak gaya, ayo" ajak Vian.

__ADS_1


Vian bersalaman sama Lala dan Liana. Ken pun mengikuti Vian, waktu salaman sama Liana, Vian langsung menarik Ken. Liana sama Lala tersenyum melihat tingkah mereka berdua.


*BERSAMBUNG


__ADS_2