Si Bungsu

Si Bungsu
23. Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari ini Vian akan menjemput Liana ke kampus. Liana akan datang ke perusahaan Vian untuk membahas proyek akan dibangun Vian bersama Bagas. Dia datang sebenarnya sebagai arsitek yang mendesain klinik tersebut tapi dia tidak mau semua orang tahu kalau dia yang mendesain jadi dia datang sebagai perwakilan dari Bagas.


Liana menunggu Vian di gerbang kampusnya. Tidak lama kemudian datang sebuah mobil sport menghampirinya. Dari dalam mobil turunlah seorang pria yaitu Vian.


"Udah lama nunggunya?" Vian tersenyum pada Liana.


Liana membalas senyum Vian "Nggak juga, Lili baru aja keluar".


"Ayo masuk, semua orang sudah menunggu" ajak Vian.


Liana jalan masuk ke mobil dan Vian pun masuk juga ke mobil. Vian menjalankan mobil menuju kantornya. Sampai di kantor Rey sudah menunggu di lobi.Mereka berdua turun dari mobil dan Vian memberikan kunci mobil ke satpam.


"Siang bos, buk bos" ucap Rey mengejek Liana.


"Buk bos, siapa buk bos?" tanya Liana heran.


Rey dan Vian melihat ke Liana "ihh nyebelin" Liana cemberut.


Vian dan Rey tersenyum melihat tingkah Liana. Mereka masuk lift untuk pergi ke ruang meeting. Setelah keluar dari lift Vian berhenti.


"Kenapa bang, kok berhenti?" tanya Liana.


"Rey kamu antar Liana ke ruang saya dulu. Liana kamu harus makan dulu dan minum obat, setelah itu Rey akan mengantar kamu ke ruang meeting" jawab Vian sambil jalan.

__ADS_1


"Baik bos" Rey menjawab.


Liana menghentikan Vian "bang, jangan lupa ya. Lili datang sebagai pengganti dari mas Bagas bukan sebagai arsiteknya" Liana kembali mengingatkan Vian.


"Siap buk bos, sekarang kamu makan dulu ya" Vian tersenyum pada Liana.


"Ayo buk bos" Rey mengantar Liana tapi Liana hanya diam "kenapa?" tanya Rey sama Liana yang melihatnya diam ditempat.


"Sekali lagi abang dan kak Rey panggil Lili buk bos, Lili gak mau makan" Liana semakin kesal.


"Ok..ok.." jawab mereka serentak.


Liana jalan ke ruangan Vian dan di ikuti oleh Rey dibelakangnya. Sedangkan Vian pergi ke ruang meeting untuk memulai rapatnya. Sampai disana semua orang berdiri melihat kedatangan Vian.


Setengah jam kemudian Rey membuka pintu ruang rapat. Liana berjalan dibelakang Rey dan semua orang pada melihat Liana dan Rey. Disana ada seseorang yang kaget dengan kedatangan Liana.


"Liana! Ngapain dia disini" kata hati orang itu.


Rey langsung menarikkan kursi di sebelah kanan Vian buat Liana "silakan duduk buk bos" ucap Rey pelan.


"Kak Rey, jangan mulai lagi" balas Liana kesal.


Vian yang mendengar hanya tersenyum melihat Liana kesal. Liana lalu melihat Vian dengan raut wajah kesal. Rey langsung duduk disebelah kiri Vian. Semua orang diruangan itu bertanya-tanya siapa seorang gadis yang baru datang.

__ADS_1


"Kalian pasti bertanya-tanya siapa cewek disebelah saya ini. Saya akan memperkenalkan namanya Liana Juanda. Dia adalah adik ipar dari dokter Bagastara yang menjadi teman join saya dalam proyek ini. Dokter Bagas tidak bisa selalu hadir di setiap rapat jadi nona Liana ini sebagai perwakilannya" Vian memperkenalkan Liana.


Semua orang disana mengangguk tanda paham. Liana langsung melihat pada semua orang disana. Kemudian dia langsung beradu pandang dengan seseorang yang duduk di depannya. Orang itu adalah mantan pacarnya Reza yang memanfaatkannya dan yang membuat dia trauma.


Raut wajah Liana langsung berubah, dia sangat kesal, marah, dan ingin memaki-maki orang itu. Vian yang melihat Liana diam dan raut wajahnya berubah. Vian mengikuti arah pandangan Liana.


"Kenapa raut wajah Liana seperti itu dan kenapa dia melihat Reza dengan wajah itu" kata hati Vian.


Vian langsung memanggil Liana berkali-kali tapi dia tidak juga merespon. Vian langsung memegang tangan Liana untuk mengembalikan kesadaran Liana. Vian yakin Reza pasti ada hubungannya dengan sakit yang diderita Liana.


"Li.. Lili..." Vian memegang tangan Liana.


Liana merasa seseorang memegang tangannya langsung melihat ke orang itu.


"Abang.. maaf Lili melamun" Liana memperbaiki duduknya.


Rey juga melihat perubahan raut wajah Liana tadi. Setelah Liana kembali normal Rey langsung memberikan minum dan membukakan botol minum tersebut.


"Minum dulu Li"


Liana mengambil minum "makasih kak".


Rey menjawabnya dengan tersenyum kemudian dia langsung duduk kembali. Setelah Liana selesai minum Vian melanjutkan rapatnya. Liana hanya diam dan melihat sama Vian. Dia tidak mau melihat Reza, sebab akan membuatnya hilang kesadarannya kembali.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


__ADS_2