Si Bungsu

Si Bungsu
40. Jalan-Jalan


__ADS_3

Mbok Ina mengetuk kamar Liana tok tok tok "masuk" ucap Liana dalam kamar.


"Non, ada tuan Vian dan teman-teman non di luar" ucap mbok Ina.


"Iya mbok, buat aja minum bentar lagi Lili keluar" ucap Liana yang baru keluar dari kamar mandi.


Mbok Ina keluar dan membuat minum buat tamu.


"Bro, rumahnya besar kali, sendirian dia tinggal disini?" tanya Alex.


"Iya, kakak-kakaknya setiap minggu datang kesini dan nginep" jawab Vian.


Tidak lama kemudian mbok Ina datang bawa minum.


"Lili mana mbok?" tanya Vian.


"Non sedang pakai baju tuan, bentar lagi turun" ucap mbok Ina sambil meletakan minum.


"Makasih mbok" Vian mengambil minum, mbok Ina langsung kembali ke dapur.


Sewaktu mereka sedang minum datang Dani, Lala, dan Gio.


"Assalamualaikum" ucap mereka.


"Waalaikumussalam" jawab Vian dan Alex.


Vian melihat Dani sekeluarga langsung berdiri dan bersalaman begitu juga dengan Alex.


"Eh ada Vian" ucap Dani.


Vian dan Alex tersenyum "mas, mbak, kenalin sepupu Vian namanya Alex" Vian memperkenalkan Alex.


"Dani kakak Lili.." kata Dani.


"Lala istri mas Dani dan ini Gio anak kami" kata Lala.


"Silakan duduk" ucap Dani dan sekeluarga duduk. Lala langsung ke dapur buat minum untuk suami dan anaknya.


"Lili mana, kok hanya kalian disini" tanya Dani.


"Lili masih di atas mas" jawab Vian.

__ADS_1


"Sepertinya ada acara ini, mau kemana?" Dani melihat pakaian Vian tidak formal.


"Iya mas, kita mau pergi jalan-jalan ke puncak bersama sahabat-sahabat Lili juga. Mereka sekarang di jemput oleh Rey dengan Jen" jawab Vian.


Liana turun dari kamarnya, dia melihat Dani duduk bersama Vian dan Alex.


Gio melihat Liana turun "unty..." Gio langsung berlari memeluk Liana.


"Eh sayang.. kenapa kamu gak pernah datang kesini. Gak kangen ya sama unty?" ucap Lili.


"Kangen dong unty, makanya Gio datang ingin main sama unty. Tapi kata uncle Iyan unty mau pergi jalan-jalan" Gio cemberut.


Datang Lala dengan membawa minum "sayang unty jalan-jalan kan gak sendiri sama unty Jen, Sari, dan Kia. Kapan-kapan kita juga jalan-jalan ya, gak kita ajak unty" Lala menghibur Gio.


Gio senang "beneran bunda?" Lala mengangguk.


Vian menghampiri Gio "sayang, setelah uncle ajak unty Lili jalan-jalan. Uncle akan ajak Gio sama Fani jalan-jalan juga. Tapi sekarang Gio di rumah dulu ya sama bunda dan ayah".


"Beneran ya uncle, Gio sayang uncle" Gio memeluk Vian dan begitu sebaliknya.


Kemudian mereka kembali duduk, Gio duduk di pangkuan Vian.


Gio menggeleng "biar aja, Li" ucap Vian.


"Mau pergi kemana Vian jalan-jalannya?" tanya Dani.


"Mau ke puncak ke villa Vian, mas" jawab Vian.


"Bang, kak Alex yang lain mana?" tanya Liana.


"Yang lain dijemput sama Rey dan Jen, Li" jawab Alex.


"Alex kerja dimana?" tanya Lala.


"Alex kemaren baru datang dari London mbak, Alex kerja di salah satu perusahaan Vian, Vian Firm" jawab Alex.


"Berarti Alex sarjana hukum?" ucap Dani.


"Alex bukan hanya sarjana mas, udah doktor dia nih tapi kelakuannya ajak kek anak-anak. Apalagi kalau sudah ketemu sama Jen" cerita Vian.


Semua orang tersenyum "nanti bisa bantu mas gak?" tanya Dani.

__ADS_1


"Emang ada masalah apa lagi mas, mas butuh kuasa hukum?" tanya Liana.


Dani, Lala, dan Vian kaget mendengar pertanyaan Liana.


"Aduh, kenapa mas keceplosan" gumam Lala dalam hati.


"Nggak ada masalah, dek. Mas hanya butuh aja kalau mereka kembali lagi" jawab Dani.


"Pokoknya apapun yang berhubungan dengan LL Venture biar adek yang mengurusnya, itu perusahaan yang sudah ayah amanahkan buat Lili tanggung jawab Lili" Liana kesal.


Sewaktu suasana yang menegang datanglah Rey, Jeni, Sari, dan Kia.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam" jawab mereka.


Mereka langsung salaman dengan Dani dan Lala.


"Silakan duduk" ucap Vian.


"Mbok.. tambah minuman lagi mbok" teriak Lala.


"Nggak usah mbak, kita langsung berangkat aja. Oya mas, mbak, kita pergi selama 3 hari 2 malam, gak apa-apa kan?" ucap Vian.


"Iya Vian gak apa-apa, mas percayakan Lili sama kamu ya, jagain dia" kata Dani.


"Kalau gitu Lili ambil tas dulu ke atas" Liana langsung pergi ke kamarnya.


Vian melihat Liana yang sudah masuk kamar, Vian membawa Dani menjauh dari mereka "Mas mengenai yang mas bicarakan tadi, Vian sudah tahu masalahnya dari Bagas. Makanya Vian minta Alex untuk menetap di Indonesia untuk membantu mas. Untuk sekarang gak usah fikirkan Lili dulu".


"Makasih banyak ya Vian, mas harap kamu bisa bantu mas" Dani sangat senang.


"Iya mas" Vian melihat Liana datang dengan membawa koper "itu Lili udah datang, kami berangkat dulu".


Vian menghampiri Liana dan mengambil kopernya "sini abang yang bawa. Senyum dong, jangan cemberut terus, nanti mereka tanya-tanya lagi" bisik Vian.


"Iya, sorry" Liana tersenyum.


Mereka semua pamit sama Dani, Lala, dan Gio untuk berangkat. Mereka pergi 2 mobil, Liana dengan Vian, kemudian yang lain satu mobil. Liana mengajak Jeni satu mobil dengannya tapi dia menolak, begitu juga dengan yang lain. Mereka tidak ingin mengganggu kebersamaan mereka berdua.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2