Si Bungsu

Si Bungsu
28. Awal yang Baru


__ADS_3

Hari ini Liana mulai bekerja di toko roti Lala. Liana datang dan menyapa semua karyawa. Liana langsung menuju ruangannya dan tiba datang seseorang mengetuk ruangannya.


"Pagi semua?"


"Pagi non" jawab karyawan yang sedang melaksanakan tugas masing-masing.


Tok tok tok suara pintu di ketuk seseorang "masuk" ucap Liana.


Orang itu membuka pintu dan masuk "non ini ada pesanan roti banyak sekali dari VP Entertaiment".


"VP Entertaiment? Sepertinya saya baru dengar" Liana mengambil lembar pesanan.


"Perusahaan TV yang menghasilkan model, aktris dan aktor yang berbakat itu non. Perusahaan ini sudah lama berdiri tapi dulunya di London kalau tidak salah. Baru satu tahun berdistribusi di Indonesia" penjelasan pegawai.


"Owh.. kalau gitu sediakan apa yang mereka inginkan" perintah Liana.


Pegawai itu diam "kenapa diam! Ada masalah?" tanya Liana.


"Pegawai yang biasa mengantar pesanan itu sedang sakit non. Pegawai yang lain sudah ada tugasnya masing-masung"


"Jadi kamu bingung siapa yang akan mengantar roti tersebut?"


Pegawai itu mengangguk "kalau gitu saya yang akan kesana. Tapi saya tidak sendiri kan kesana?" kata Liana.


"Tidak non, yang jadi sopir sudah ada. Kemudian yang akan mengangkat roti kedalam kantor juga sudah ada. Yang nggak ada itu orang yang akan mengurus dan melapor kepada atasan tersebut non" jawab pegawai itu kembali.


"Kalau sudah ada kenapa kamu pusing lagi. Silakan siapkan semuanya nanti kalau sudah selesai panggil saya" ucap Liana sambil duduk.


"Baik non, permisi" pegawai itu langsung keluar.


VP Entertaiment itu adalah perusahaan Vian yang didirikannya sendiri selama dia di London. Satu tahun yang lalu dia membuka cabangnya di Indonesia, tujuannya untuk mencari orang-orang berbakat disini. Vian akan mengadakan rapat umum bersama semua artis dan krue VP Entertaiment. Vian sudah meminta Rey untuk memberikan menu khusus buat semua anggota rapat. Jadi Rey yang memesan kue dan roti di toko Lala kakak ipar Liana. Rey tidak tahu kalau toko itu punyanya kakak ipar Liana. Sebab selama dia memesan kue dia tidak pernah ketemu dengan Lala.


"Bagaimana Rey, makanan sudah datang?" tanya Vian.

__ADS_1


"Sudah bos, hanya tinggal kue aja yang belum. Mungkin mereka sedang di jalan" jawab Rey.


Tok tok seseorang mengetuk pintu "masuk" jawab Rey.


Orang itu masuk "tuan Rey, orang dari toko kue sudah datang. Mereka mau ketemu sama tuan Rey" kata karyawan yang masuk tadi.


"Oke,, nanti kalau sudah selesai di rapikan suruh aja mereka menemui saya disini" perintah Rey.


"Baik tuan, permisi" karyawan itu langsung pergi.


Tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu. Setelah mendengar perintah masuk dari dalam orang itu langsung masuk.


"Assalamualaikum.." Liana membuka pintu.


"Waalaikumussalam.." jawab Vian dan Rey sambil melihat orang yang datang.


"Lili.. ngapain kesini?" Vian kaget langsung berdiri menghampirinya.


Vian melihat sama Rey dengan perintah Rey yang ambil. Rey pun mengambilnya dan melihatkan sama Vian.


"Toko kue Lani.." kata Vian dan Rey serentak.


Liana mengangguk, Vian lalu menyuruh Liana duduk "kamu duduk dulu".


Liana pun duduk, Rey mengambilkan minum buat Liana.


"Minum, Li" Rey meletakkan di depan Liana.


"Makasih kak" Liana mengambilnya dan meminumnya.


"Kalau abang boleh tahu semenjak kapan kamu bekerja disini?" tanya Vian penasaran.


"Semenjak Lili sudah wisudah bang"

__ADS_1


"Kenapa gak kerja sama abang aja, kan Bagas sudah kasih tahu kamu"


"Lili nggak mau bang, abang tahu kan disana ada siapa dan karyawan abang disana bagaimana".


"Kata siapa kamu akan bekerja disana, Li. Itu perusahaan opa abang, ini perusahaan abang. Atau kamu mau jadi arsitek, perusahaan abang juga ada. Nggak mungkin juga abang meletakan kamu disana, sedangkan abang jarang kesana. Trus kenapa kamu memilih kerja di toko kue?"


"Lili bukan jadi pegawai disana bang, itu toko mbak Lala. Lani itu singkatan dari Lala dan Dani. Nggak mungkin lah mas Dani sama mbak Lala menyuruh Lili jadi pegawai. Ini toko yang paling besarnya bang, kalau cabangnya sudah banyak dimana-mana".


"Trus kenapa kamu kesini yang nganter tuh kue?" tanya Vian lagi.


"Karena pegawainya lagi sakit bang, makanya Lili yang gantikannya kesini. Abang juga gak pernah cerita sama Lili kalau punya perusahaan ini" ucap Liana.


"Kalau abang bilang kamu mau jadi artis. Bisa aja abang lakukan kalau kamu mau" Vian mengejek Liana.


Liana menggeleng "nggak ah, gak minat"


Vian tersenyum, Liana melihat jam tangannya "kalau gitu Lili pamit ya bang. Kasihan pegawai yang lain sudah tunggu lama" Liana pamit.


"Tunggu Li, gak mau ketemu sama Jeni?"


"Emang Jeni kerja disini, bang?" Liana tidak tahu.


"Kamu gak tahu Jeni kerja dimana!" tanya Vian juga kaget.


Liana kembali menggeleng "ya ampun Liana. Sahabat macam apa kalian ini yang tidak tahu sahabatnya kerja dimana"Vian heran.


"Kata Jeni kerja sama abang aja, gak bilang juga nama perusahaannya. Liana gak juga suka kepoin Jeni" Liana manyun.


Vian kembali tersenyum "ya udah pulang gih. Kapan-kapan datang aja kesini, jangan lupa makan obat" Vian mengingatkan Liana sebelum pergi.


"Ayo bos, semua orang sudah pada menunggu" ajak Rey setelah Liana keluar.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2