
Satu tahun kemudian
Penyakit ayah tidak juga sembuh-sembuh, semua pengobatan sudah di lakukan sampai ke luar kota, ke luar negeri dengan cara tradisional maupun kampung. Setiap hari makan obat-obatan membuat ginjal ayah semakin rusak. Setiap minggu ayah selalu melakukan cuci darah ditemani sama mas Bagas. Kadang-kadang mas Dani dan Liana juga menemani ayah. Setiap bulan itu ayah selalu dirawat di rumah sakit karena penyakit ayah.
Dokter menyarankan untuk melakukan pencakokan ginjal tapi tidak juga ada perubahannya. Setiap hari ayah dirawat di rumah sakit. Liana sering bolak balik rumah sakit hanya karena untuk menjaga ayah.
Suatu hari Liana sedang pergi berdua dengan Jeni. Sewaktu inggin menyebrang jalan Liana menabrak seorang cowok dan membuat semua belanjanya terjatuh. Liana dan Jeni langsung memungut belanjaan tersebut dibantu Jeni dan cowok tersebut.
"Maaf gue gak sengaja" cowok itu mengakui kesalahannya.
Liana merasa kenal dengan suara cowok tersebut dia langsung melihat cowok itu "kakak.."
Mereka langsung berdiri "Liana.. kamu nggak kenapa-napa kan!" ternyata cowok itu adalah Reza pacar Liana.
Tidak lama kemudian datang seorang cewek yang langsung bergandeng tangan Reza "honey, kenapa lama sekali ambil ponselnya".
__ADS_1
Jeni dan Liana langsung saling pandang. Reza berusaha untuk melepaskan tangan cewek tersebut. Jeni semakin geram melihat tingkah Reza.
"Hahaha..." Jeni tertawa "oh ini cewek yang bersama loe waktu itu. Lihat Li, aku nggak bohong kan. Reza memang ********, nggak tahu terimakasih. Dia hanya ingin memanfaatkan kamu saja. Tapi kamu selalu membela ******** ini" Jeni marah dan menunjuk-nunjuk Reza karena kesalnya.
Reza berusaha untuk membela dirinya "lepaskan!". Reza melepaskan tangan cewek tersebut "sayang, ini tidak seperti yang Jeni maksud. Cewek ini sepupu aku dan kita berdua memang bicaranya seperti itu tapi kita nggak ada hubungan yang lebih kok" Reza membela diri sambil memegang tangan Jeni.
"Udah ketahuan masih saja nggak mau mengaku" Jeni semakin kesal.
Tiba-tiba ponsel Liana berdering, Lala yang menghubunginya. Sewaktu Jeni dan Reza sedang berdebat, Liana langsung kesal dan memberhentikan mereka "diam... biasa nggak!" Jeni langsung mengangkat teleponnya.
"Waalaikumussalam mbak"
Liana kaget "apa mbak, ayah... ayah..." Liana langsung menangis histeris.
Jeni langsung memegang Liana dan mengambil ponsel Jeni yang terjatuh. Reza yang melihat Liana pun sangat khawatir. Dia langsung bertanya sama Liana.
__ADS_1
"Kenapa Li, apa yang terjadi sama ayah"
"Ayah kak.. hiks... ayah sudah meninggalkan Lili kak.. hiks.. hiks.."
Reza langsung kaget "apa, ayah meninggal" Reza langsung memeluk Liana dan menenangkan Liana.
"Baik mbak, Jeni akan pulang sama Lili, waalaikumussalam" Jeni menutup telepon dari Lala.
"Kak, ke rumah yuk, temani Lili" ajak Liana sama Reza.
"Kakak nggak bisa sayang, kakak harus antar sepupu kakak ini kebandara. Dia mau ke balik ke kampungnya" Reza menolak ajakan Liana.
Liana semakin kecewa dan melepaskan pelukan Reza. "Aku kecewa sama kakak, ayo Jen kita pulang" Liana langsung masuk mobil dengan Jeni. Semua belanjaan tadi dibiarkan saja".
Selepas kepergia Liana dan Jeni, Reza merasa menyesal "maafin kakak Li, kakak terpaksa".
__ADS_1
"Ayo Za, kita balik. Loe sudah janji kan sama oma" cewek tadi mengajak Reza pergi.
*BERSAMBUNG