Si Bungsu

Si Bungsu
39. Bersama Sahabat


__ADS_3

Vian melihat Liana cemberut, dia langsung ke dapur buat minuman kesukaan Liana. Yang lain sudah mengambil makanan dan mulai memakannya. Liana hanya mengambil sedikit dengan raut wajah cemberut. Kemudian Vian datang membawa hot cokelat untuk Liana.


"Ini minum, jangan cemberut lagi" Vian meletakan minuman itu di depan Liana.


Liana melihat minuman kesukaannya sambil tersenyum sama Vian. Semua orang heran melihat perubahan raut wajah Liana setelah dikasih hot cokelat sama Vian.


"Ingat, hanya malam ini. Sebelum sembuh sepenuhnya nanti tidak boleh minum lagi" ucap Vian sambil duduk.


"Iya, makasih bang" Liana tersenyum.


Vian mau ambil nasi langsung ditahan sama Liana "sini bang, Lili ambilkan".


"Aghm.. aghm... " ucap Alex.


"Disini masih ada kita loh" ucap Jeni.


"Sirik aja" Liana tetap mengambilkan makanan buat Vian.


"Enak masakan loe, Liana" ucap Alex.


"Itu bukan masakan Lili kak, itu masakan Sari" jawab Liana.


"Aghm.. salah pujian tuh" ledek Vian.


Semua orang tersenyum melihat kegugupan Alex dan Sari.


"Kalau gitu Jen mau taruhan sama abang, kak Alex, sama kak Rey. Disini ada berbagai macam makanan, ini semua bukan masakan satu orang saja. Jadi coba pilih mana masakan Lili, Sari, sama Kia" ucap Jeni.


"Masakan loe gak ada?" tanya Vian.


Jeni tersenyum "abang tahu kan, Jen gak pandai masak. Jen cuma bantu motong-motong aja".


"Oke siapa takut" ucap Vian.


"Begini, jadi abang harus tahu mana aja masakan Lili. Kak Alex masakan Sari dan kak Rey masakan Kia. Siapa yang salah besok pagi ajak kita jalan-jalan dengan gratis. Pokoknya siapa yang paling sedikit benar itu yang kalah. Guys setuju!" kata Jeni dengan semangatnya.


"Setuju" ucap mereka bersamaan.


"Sekarang kak Rey dulu" perintah Jeni.


"Baik" Rey langsung menunjuk masakan Kia menurutnya.


"Setelah itu kak Alex, ayo" ucap Jeni.

__ADS_1


"Pasti gue yang kalah" Vian langsung menunjuknya.


"Terakhir my king kita, ayo bang mana masakan Lili. Awas kalau abang ada yang salah" ancam Jeni.


"Abang pasti betul semua, sebab abang udah sering makan masakan Lili" jawab Vian dengan percaya diri.


"Baik, semuanya sudah selesai. Sekarang Jen akan tanya sama Lili, Sari, dan Kia".


Kia angkat tangan "aku jawab dulu Jen, Kak Rey betul 3".


Kemudian Sari yang jawab "kak Alex hanya betul 2 dengan yang dijawab Lili tadi".


Semua melihat Lili "baik Lili jawab, bang Vian menjawab betul.... semuanya".


Vian senang "yes, benar kan apa yang abang bilqng".


"Oke.. oke.. berarti yang kalah kak Alex. Besok ajak kita semua jalan-jalan" ucap Jeni.


Setelah makan dan main game selesai. Cowok-cowok duduk di ruang tamu dan cewek-cewek membersihkan makanan sisa dan mencuci piring. Setelah beres mereka duduk menemani yang cowok-cowok.


"Li udah makan obat" Vian mengingatkan Liana.


"Belum bang, obat tinggal di mobil abang" ucap Liana.


"Ini minum" Vian memberikan obat dan air putih.


Liana mengambilnya dan meminumnya "makasih bang".


Vian mengambil sisa air minum dan mengusap kepala Liana. Semua orang melihat mereka heran-heran dengan kelakuan mereka.


"Kemana kalian mau jalan-jalan?" tanya Alex.


Mereka saling melihat dan memikirkan tempat jalan-jalan mereka.


"Gimana ke kebun strawbery bang Vian" saran Liana.


Jeni, Alex, dan Rey kaget dengan saran dari Liana sambil melihat Vian.


"Abang punya kebun strawbery?" tanya Jeni.


"Kamu gak tahu Jen, bang Vian ada kebun strawbery di puncak dan lengkap lagi" ucap Liana lagi.


"Abang.." Jeni melihat sama Vian.

__ADS_1


Vian menggaruk kepalanya yang tidak gatal "maaf, abang gak pernah bilang. Yang tahu cuma Alex sama Rey aja, kemaren abang bawa Lili kesana sebentar".


"Abang harus jelasin sama Jen, sejak kapan abang punya kebun strawbery. Sampai kakek sama daddy gak tahu, pasti ada alasannya" Jeni melihat sama Vian.


"Jadi gimana, gak boleh ya bang?" ucap Liana pada Vian.


"Boleh, beso kita kesana. Kalau kesana gak jadi Alex yang traktir, itu samanya abang yang traktit" jawab Vian.


"Kan kak Alex bisa bawa makanan buat kita" ucap Sari.


"Ngapain bawa makanan kesana Sar, disana aja lengkap apa yang kamu butihkan di kota disana ada" sambung Liana.


Jeni kembali melihat sama Vian "ya ampun Li, kenapa kamu kasih tahu semuanya. ****** abang kena omel sama Jeni sebentar lagi" kata hati Vian.


"Pasti Vian kena omel sama Jen nantinya" bisik Rey sama Alex.


"Iya siapa suruh bohong, udah di bilangin gak percaya" jawab Alex.


Vian melihat Rey dan Alex bisik-bisik, itu pasti sesang ngomongin dia. Vian langsung melempar mereka dengan bantal kursi.


"Eh monyet, awas kalian ngomongin gue" Vian kesal.


"Li, pulang yuk, udah malam" ajak Vian sama Liana untuk mengalihkan pembicaraan mengenai kebun strawbery.


"Iya, Lili ambil tas dulu" Liana langsung masuk kamar.


"Kalian mau pulang juga?" tanya Jeni sama Sari dan Kia.


"Kita tidur disini aja, udah malam juga" jawab Sari.


Liana datang "ayo bang, Jen pinjam baju dulu ya" ucap Liana.


"Okey siip, kenapa kamu gak tidur disini aja" ucap Jeni.


"Kapan-kapan aja Jen, kasihan nek Imah udah di rumah nungguin. Aku janji tidur sama nek Imah tadi pagi" Liana menolak.


"Ya udah titip salam ya sama nek Imah" ucap Jeni.


"Kalian tetap mau disini apa mau pulang" ucap Vian sama Rey dan Alex.


"Kita pulang lah, ayo Rey" ucap Alex sambil berdiri.


Mereka pada pamit pulang, Vian mengantar Liana pulang ke rumahnya. Sedangkan Alex dan Rey pulang ke apartemen masing-masing.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


__ADS_2