Si Bungsu

Si Bungsu
51. Come Back


__ADS_3

Liana, Sari, dan Kia sedang menyiapkan sarapan. Datang Jeni dengan wajah yang di tekuk. Liana hanya senyum-senyum melihat ekspresi Jeni yang ketakutan.


"Hoi.. kamu kenapa?" ucap Kia.


"Ntalah, apa abang tidak merestui aku ya" ucap Jeni dengan manyun.


"Dari pada kamu manyun seperti itu, lebih baik kamu panggil mereka di belakang" ucap Liana sambil jalan ke meja makan.


"Malas ah, takut ketemu sama abang" Jeni menolaknya.


Sari melihat mereka datang "nggak usah di panggil, tuh mereka udah kesini".


Mereka langsung duduk di meja makan "bang, Jeje mana?" tanya Jeni.


"Mana abang tahu, sudah pulang mungkin" Vian cuek.


"Abang kok gitu sama Jen" Jeni kesal dan berdiri mau pergi.


Sewaktu mau membalikkan badannya nampak Jeje keluar dari kamar bawah. Jeni melihat sama semua orang yang tersenyum padanya.


"Abang..." ucap Jeni sebal sama Vian.


Jeje menghampiri mereka semua "pagi semua".


"Kok bisa dia keluar kamar itu, bukannya tidur sama abang" Jeni masih bingung.

__ADS_1


"Mana mungkin abang kamu ini mau berbagi dengan orang lain Jen.. Jen.. Kamu adiknya saja gak tahu" ledek Alex.


"Iya bebz, bang Vian baik kok. Semalam kita cuma bicara sebentar kemudian kak Rey nyuruh aku tidur disana. Katanya di atas kamarnya sudah penuh semua" penjelasan Jeje.


"Abang... Jen sayang abang" Jeni lari memeluk Vian.


"Kalau sudah cocok bawa ketemu daddy sama momy. Jangan tunggu abang dulu kalau udah siap" ucap Vian sambil mengelus kepala adiknya.


"Nggak pokoknya Jen mau tunggu abang dulu. Tapi kalau ketemu daddy sama momy nanti Jen bawa" Jeni senang sambil cium Vian.


"Terserah kamu. Ayo kita makan, setelah itu baru kita balik lagi" ucap Vian.


Jeni sedang duduk kaget "balik, bukannya siang bang".


"Abang sama Lili harus cepat ke rumah sakit, siap itu sore abang ada kerja ketemu seseorang" Vian sambil makan.


"Mang kita pamit ya, jaga villa ya" Vian pamit.


"Iya bos. Semoga mamang cepat mendengar kabar baiknya" mang Udin meledek Viam.


"Mamang bisa aja, doain aja mang" Vian malu-malu.


Mereka masuk kedalam mobil, sekarang mereka pulang dengan tiga mobil. Vian dengan Liana yang langsung ke rumah sakit sampai di kota. Kemudian Sari, Kia, Rey, dan Alex. Terus Jeni sama Jeje yang langsung ke rumah Jeni.


Beberapa jam kemudian mereka sampai di kota, Liana dan Vian langsung ke rumah sakit. Sampai disana Bagas sudah menunggu mereka di ruangannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Liana dan Vian membuka pintu.


"Waalaikumussalam" jawab Bagas.


"Kok di luar gak ada perawatnya, mas?" tanya Liana.


"Lagi makan siang dek, silakan duduk" ucap Bagas. "Bagaimana liburannya?" tanya Bagas.


"Asyik mas, apa lagi sama teman-teman. Tapi ada yang mau adek tanyakan sama mas dan mas Dani" ucap Liana.


"Nanti aja di rumah ya, Vian udah cerita sama mas dan mas Dani. Sekarang kita periksa keadaan adek dulu" Bagas mengalihkan pembicaraan Liana.


"Iya Li, kita periksa dulu ya" sambung Vian.


Liana langsung melakukan beberapa tes, lebih banya dari biasanya. Hampir dua jam mereka melakukan tes keseluruhannya. Akhirnya selesai, hanya tinggal hasilnya lagi. Kemudian datang perawat membawa hasilnya dan memberikan pada Bagas.


"Ini hasil nya dek, coba kita lihat" Bagas membuka amplop coklat itu. Bagas langsung tersenyum melihat hasilnya.


"Bagaimana bro?" tanya Vian.


"Coba lihat bro" Bagas memberikan hasilnya sama Vian.


Vian mengambilnya dan membacanya "selamat Li" Vian langsung memeluk Liana.


Liana masih bingung "begini dek, kamu sudah dinyatakan sembuh. Kalau untuk trauma kamu, kamu hanya tergantung pada diri kamu sendiri lagi" penjelasan Bagas.

__ADS_1


"Alhamdulillah bang, mas. Semoga Lili bisa lebih baik lagi" Liana juga senang.


*BERSAMBUNG


__ADS_2