
Sampai di rumah Vian sangat senang, dia masuk rumah dengan bersenandung. Liana dan mbok Inam di dapur sedang menyiapkan makan malam heran melihat Vian.
"Nona, kenapa dengan tuan Vian?" tanya mbok.
"Lili gak tahu mbok. Lili mau samparin dia sebentar" Liana meninggalkan mbok.
"Ada apa ini, abang kelihatan happy. Bukannya abang dari sore dari kantor, kok siap maghrib sampai rumah?" tanya Liana.
"Iya, tadi abang ke markas sebentar. Oya sebentar lagi Mimi akan datang kesini" ucap Vian.
Liana kaget "apa! Kenapa Mimi kesini?".
Kemudian Vian menceritakan alasan kenapa Mimi datang ke rumahnya. Liana sangat senang sebab dia tidak akan sendiri sekarang di rumah.
"Kalau gitu abang silakan mandi dan siap-siap kita mau makan" perintah Liana.
"Baik sayang" Vian mencium kening Liana dan pergi.
"Abang.." Vian berhenti dan melihat Liana "titipan Lili mana?" ucap Liana.
"Sudah dibawa mamang ke kamar, ada lagi?" kata Vian.
"Tidak bang, makasih" Liana tersenyum.
Rian sedang duduk sibuk dengan letopnya. Tiba-tiba asistennya datang memberikan informasi padanya.
"Kenapa datang kesini, ada info apa?" tanya Rian yang sibuk dengan letop.
"Tu tuan.. ma.. maaf..." asistennya gugup.
Rian menutup letop "katakan!" bentak Rian.
"Tawanan kita di Amerika lepas, tuan. Semua anak buah kita terbunuh" lapor asisten.
Rian berdiri dan kaget "apa?". "Kenapa kita sampai kecolongan seperti ini" Rian menarik baju asistennya.
__ADS_1
Angel datang dan kaget "ada apa ini?".
Rian melepaskan asisten itu dengan keras "paman Andi sudah lepas. Ini semua karena loe yang bodoh, kenapa kalian malah lari ke sarang musuh" teriak Rian pada Angel.
"Kenapa loe marah sama gue, semua itu anak buah loe bukan anak buah gue. Dari dulu gue sarankan pada loe buat bawa mereka kesini tapi loe tidak mau. Jangan salahkan gue karena ini semua" bentak Angel.
"Tunggu, apa ini hadiah yang dikatakan Vian tadi. Aahhh.." Rian marah. "Kita sudah tertipu, awas loe Vian" gumam Rian.
"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Angel.
"Culik Mimi dan cari tahu dimana dia sekarang?" teriak Rian.
Semua pengawal berdatangan "maaf tuan, kita sudah kalah sekali lagi. Ternyata Mimi selama ini tinggal bersama Max, teman dari istri Vian. Sekarang mereka sudah jalan menuju ke rumah Vian" laporan pengawal.
Rian dan Angel kaget "apa, kenapa semua ini terjadi" Rian memukul pengawal yang melaporkan tadi.
"Hadang mereka dan culik Mimi" Rian semakin kesal.
"Maaf tuan, kita tidak bisa. Sebab Rey sudah tahu rencana kita, mereka membawa Mimi dengan helikopter menuju rumah istrinya Vian" lapor pengawal yang lain lagi.
"Angel, hubungi Andi dan suruh dia datang kesini" perintah Rian.
Angel langsung menghubungi Andi "datang kesini, sekarang" setelah terdengar seseorang mengangkat telepon disana. Kemudian Angel langsung mematikan ponselnya.
Sedangkan Rey, Max, dan Mimi sudah siap-siap naik helikopter menuju rumah Liana. Mimi pamit pada orang tua Max, mereka langsung melepas rindu.
Rian sangat kesal karena dia sudah dikalahkan oleh Vian. Baru dua tahun dia menang karena mendapatkan Angel. Sekarang dia dikalahkan hanya karena dia membantu Andi. Andi hanya seseorang yang membantu dia mendapatkan saham lebih banyak di Indonesia. Karena dia tahu bahwa Vian banyak saham juga disitu. sebab dia tidak mau dikalahkan oleh seorang Vian.
Andi datang dengan tergesa-gesa, dia kaget semua orang berada disana dengan menunduk kepala ketakutan.
"Ada apa memanggil gue kesini" ucap Andi.
Rian langsung memukul Andi "eh loe kenapa memukul gue" Andi juga marah.
"Ini karena kebodohan loe, rencana kita semuanya gagal" Rian kesal.
__ADS_1
"Kok sampai" Andi berdiri.
"Ini semua karena Vian. Kenapa loe gak pernah bilang kalau Vian ada hubungannya sama sepupu loe itu" bentak Rian.
"Gue tidak tahu. Yang gue tahu Liana itu sedang sakit dan tidak ada seorangpun yang mau menikahinya selama ini" jawab Andi.
"Tunggu, maksud loe dia sakit. Emang dia sakit apa?" tanya Angel.
Lalu Andi menceritakan sakit Liana pada mereka. Tidak lama kemudian Vian dan Angel tersenyum, mereka mendapatkan ide yang baru.
"Bagaimana dengan paman dan bibi Liana, apa loe sudah hubungi?" tanya Rian.
"Sudah, mereka mau gabung sama kita buat menghancurkan Liana. Mereka hanya ingin loe menyiapkan pengacara lebih hebat dari punya Vian" Ucap Andi.
"Vian menggunakan pengacara siapa?" tanya Angel sambil duduk.
"Gue juga belum mengetahui siapa orangnya, yang gue tahu hanya dari Firm nya Vian yang ada disini" Andi.
"Itu tidak masalah, asal jangan Alex saja yang jadi pengacara mereka" ucap Rian.
"Emang kenapa dengan Alex?" tanya Andi.
"Alex tahu kelemahan Rian, kalau Alex yang jadi pengacaranya Rian tidak akan ikut campur dalam masalah keluarga loe" kata Angel.
"Kalau sampai Alex, itu akan membahayakan pekerjaan gue disini dan di London" sambung Rian.
Andi mengangguk paham "sekarang kalian semua bubar. Persiapkan buat balas dendam kita nanti. Kalian harus lebih kuat dari anak buah Vian" Rian menyuruh mereka pergi.
Tinggal hanya Rian, Angel, dan Andi. "Apa sudah keluar surat perceraian loe?" tanya Rian sama Andi.
"Sudah, tadi siang sidangnya. Sekarang gue sudah sah bercerai dengan Anis. Gue juga sudah menikahi Dian, tapi kita hanya secara sirih. Gue tidak bisa menikahinya secara hukum, gue minta maaf" ucap Andi.
"Tidak masalah, yang penting sudah loe nikahi" kata Rian.
Helikopter membawa Mimi sudah mendarat di kediaman Liana. Liana dan Vian sudah menunggu di rooftop. Mereka melihat Mimi turun dengan Max dan Tina. Tidak lama dengan itu Rey juga datang berlari dari bawah.
__ADS_1
*Bersambung