
Liana dan Vian sudah siap-siap mau pergi ke acara ulang tahun Sari. Mereka turun kelantai dasar, disana sudah ada semua orang di meja makan. Kecuali Alex dan Jeni yang sedang siap-siap di kamar mereka.
Momy melihat Liana dan Vian "mau kemana, Vian. Sudah rapi-rapi seperti itu?" tanya momy.
"Kita ada acara ulang tahun Sari, mi" jawab Vian.
Datang Jeni dan Alex "kalian berdua juga pergi?" tanya daddy.
"Of course daddy, kan Sari sahabat Jen. Kalau kak Alex emang di undang" jawab Jeni.
"Berarti kalian gak makan dulu?" tanya mami lagi.
"Nggak mi, kita disana saja makan" jawab Liana.
Kemudian datang Rey bersama Jeje "assalamualaikum".
"Waalaikumussalam" jawab semua orang.
"Itu Rey sama Jeje udah datang, kita pamit ya mom, dad" ucap Vian.
Floe melihat Jeje, dia merasa tertarik sama penampilan Jeje "siapa cowok itu, ganteng bangat" kata hati Floe.
"Ya sudah kalau gitu, kalian hati-hati ya" ucap momy.
"Oya mom. Vian sama Liana gak balik lagi loh, kita pulang ke rumah Liana aja" Vian tidak mau nginap di rumah orang tuanya, karena dia tahu bahwa Floe tidak menyukai Liana.
"Ya gak apa-apa. Trus Jen sama siapa pulangnya?" tanya momy lagi.
"Tuh Jen ada pacarnya, ngapain juga Vian yang jagain dia, mom" Vian menunjuk Jeje.
Floe kaget mengetahui kalau Jeje ternyata pacarnya Jeni.
"Oh iya, Je jagain anak momy ya!" ucap momy.
"Pasti mom" ucap Jeje.
"Pa, Alex juga gak balik sini. Alex langsung ke apartemen sama Rey" ucap Alex pada papanya.
__ADS_1
Beni mengangguk "iya, kamu hati-hati".
Mereka semua langsung bersalaman dan pamit pergi ke acara ulang tahun Sari. Mereka pergi dengan 3 mobil, Vian bersama Liana, Jeje bersama Jeni, dan Rey bersama Alex. Didalam mobil Alex merencanakan sesuatu dengan Rey untuk memberi Sari kejutan.
Sampai di tempat acara, mereka langsung memarkirkan mobilnya dan keluar menuju tempat acara. Acaranya diadakan di toko kue kakak ipar Liana. Disana sudah di dekor oleh karyawan Liana. Sari dan Kia belum datang, tapi teman-temannya yang lain sudah pada datang. Jadi Alex bicara sama Liana untuk mengubah rencana mereka, sebab Alex baru mengetahui bahwa Sari ulang tahun.
Beberapa menit kemudian Sari dan Kia sudah sampai tapi mereka merasa bingung. Sebab rencana awal tidak seperti ini.
"kemana semua orang, Ki?" tanya Sari.
"Aku juga gak tahu, Sar. Sumpah deh aku gak bohong, ini memang tempatnya" jawab Kia.
Tiba-tiba mereka mendengar seseorang bernyanyi tapi mereka tidak melihat orang itu. Tiba-tiba Kia ditarik seseorang dan Sari memanggil Kia. Tapi Kia entah hilang kemana.
Suara orang bernyanyi itu semakin mendekatinya, lalu Sari melihat orang itu. Tiba-tiba lampu menyala dan Sari kaget yang bernyanyi itu adalah Alex. Alex berlutut pada Sari sambil memberikan bunga.
"Happy Brithday Sari, semoga panjang umur dan sehat selalu. Semoga apa yang diinginkan segera terwujud dan menjadi lebih baik lagi. Maaf aku telat ngucapin sebab aku tidak tahu kalau kamu ulang tahun hari ini. Mungkin ini bukan waktunya yang tepat tapi aku mau bilang maukah kamu jadi pacar aku. Selama ini kita memang sering bertengkar tapi aku hanya ingin dekat sama kamu. Bagaimana Sari?" ungkap Alex.
"Jawab... jawab... jawab..." teriak orang-orang yang jalan mendekati mereka.
"Ayo dong Sar, dijawab. Kasihan tuh Alex berlutut dari tadi" ucap Liana.
Alex sedikit kecewa karena Sari tidak menjawab dan tidak mengambil bunganya. "Mungkin dia menolak aku" kata hati Alex.
Sari langsung meniup lilin dan memotong kue. Sedangkan Alex langsung menjauhi mereka. Sari menghampiri Alex yang sudah ingin pergi.
"Mau kemana?" ucap Sari.
"Mau pergi, lagian..."
Sari langsung memotong pembicaraan "ini..." Sari memberikan kue untuk Alex.
Semua orang memperhatikan mereka "maksudnya!" Alex tidak paham.
"Ambil, buat kamu"
Alex mengambil kue dan Sari mengambil bunga "aku mau jadi pacar kamu" ucap Sari.
__ADS_1
Alex kaget "apa!"
"Iya, aku terima. Aku..."
Alex langsung memeluk Sari "makasih banyak. Apapun yang kamu katakan aku akan terima semuanya".
"Aku juga mau minta maaf, selama ini aku suka marah-marah gak jelas sama kamu" ucap Sari sambil melepaskan pelukannya.
Semua orang tepuk tangan "sudah dong mesranya, ayo lanjut lagi" teriak Jeni.
Mereka berdua menghampiri semua orang dan melanjutkan acaranya. Semua orang mengucapkan selamat sama Sari dan memberikan kado ulang tahun. Kemudian mereka langsung menikmati hidangan.
Setelah acara selesai, mereka pulang dengan pasangan masing-masing. Alex sekarang pulang dengan Sari memakai mobil Alex. Sedangkan Rey pulang dengan Kia memakai mobil Kia.
"Jadi aku harus antar kakak ke apartemen dulu" ucap Kia di dalam mobil.
"Tidak usah, nanti aku bisa di jemput orang ke rumah kamu. Kasihan kamu nanti pulang malam-malam sendiri" kata Rey sambil membawa mobil.
"Ya sudah kalau begitu" Kia kembali fokus pada ponselnya. Dia mengupload foto waktu ulang tahun ke sosmed.
Sampai di rumah Kia sudah ada yang menunggu di depan rumahnya. Orang itu adalah pengawal yang di suruh Rey untuk menjemputnya disana.
"Siapa dia?" tanya Kia waktu mobil berhenti.
"Dia karyawan Vian yang menjemput aku" ucap Rey sambil membuka seat belt.
Mereka berdua turun, orang itu langsung menghampiri Rey dan Kia. Kemudian orang itu menunduk tanda menghormati.
"Bos.." lapor orang itu.
"Kamu tunggu di mobil sebentar" perintah Rey.
"Kak, kok dia seram" Kia sedikit ketakutan.
Rey tersenyum "tidak apa-apa, itu memang tugasnya. Aku pamit pulang, kamu silakan masuk" ucap Rey.
Rey langsung pergi menghampiri anak buahnya dan langsung masuk mobil. Sedangkan Kia masih mematung melihat kepergian Rey. "Siapa dia sebenarnya, aneh sekali" gumam Kia.
__ADS_1
*Bersambung