
Mata kuliah terakhir sudah selesai, dosen sudah keluar dari kelas. Liana bersiap-siap mau pulang duluan, kemudian Liana langsung pergi. Jeni memperhatikan Liana yang ingin pergi buru-buru. Dia langsung memanggil Liana kenapa dia buru-buru pergi.
"Li mau kemana?" teriak Jeni.
Liana berhenti di depan pintu "ya, aku mau pergi ke rumah sakit. Aku duluan ya, sampai jumpa Jen" Liana langsung pergi.
Sari dan Kia menghampiri Jeni yang sedang melihat Liana pergi.
"Kemana Lili pergi Jen?" tanya Sari.
"Katanya mau ke rumah sakit" jawab Jeni sambil jalan keluar di ikuti Sari dan Kia.
Kia terhenti "tunggu, rumah sakit. Apakah bunda masuk rumah sakit lagi atau ayah".
"Oh iya, nanti kita tanya lagi. Aku duluan ya, mau ke rumah kakek" Jeni pergi meninggalkan sahabatnya.
Sampai di rumah sakit Liana langsung pergi mencari ruang rawa bunda. Tidak lama kemudian Lianan melihat Bagas sama Dani sedang bicara di depan ruang rawat bunda. Bagas dan Dani sedang membicarakan mengenai hasil operasi bunda barusan. Ternyata walaupun tumor bunda sudah terangkat tapi bunda belum tentu juga sembuh sepenuhnya sebab kanker yang di derita bunda sudah semakin parah.
"Apakah kita harus bicarakan sama Lili mas, dia sendiri yang belum tahu mengenai penyakit bunda?"
"Jangan dulu Gas, Lili sedang sibuk mengurus persiapan magangnya nanti dia kepikiran. Mas juga kasihan lihat dia seperti itu, dia sangag dekat dengan bunda" jawab Dani.
Liana sudah mendengar semua penyakit bunda, dia menangis di balik dinding dan berusaha menguatkan dirinya. Liana menghapus air matanya dan berusaha gembira keluar dari sana.
"Assalamualaikum mas" Liana menghampiri mereka dan bersalam.
"Waalaikumsalam" jawab Dani dan Bagas.
__ADS_1
"Bagaimana operasi bunda mas?" tanya Liana.
"Alhamdulillah lancar Li, bunda udah di dalam, masuk gih lihat bunda" jawab Dani.
"Kalau gitu mas sama Lili masuk, saya mau lihat pasien dulu" Bagas pergi melihat pasiennya dan Liana sama Dani langsung masuk melihat bunda.
"Assalamualaikum bunda" Liana langsung memeluk bunda.
"Waalaikumussalam" jawab semua orang disana.
Beberapa jam kemudian ponsel Liana berdering, ternyata Reza yang nelvon.
"Iya, kenapa?"
"Kamu dimana? Udah siap bunda operasi?"
"Udah, ini aku masih di rumah sakit"
"Boleh, besok aku mau ke tempat magang"
"Ya udah bentar lagi kakak sampai" Reza mematikan ponselnya.
Tidak lama kemudian Reza datang dan bersalaman sama kakak laki-laki Liana. Lalu mereka pamit pulang bersama. Yang menemani bunda adalah Dani, sedangkan ayah sudah di rumah dan pulang duluan sama Bagas. Sebab ayah juga sedang sakit, tidak boleh lama-lama di rumah sakir.
Reza dan Liana sudah di dalam mobil jalan pulang ke rumah.
"Yank...."
__ADS_1
"Hmm.." Liana melamun sambil lihat ke jendela pintu mobil.
"Kamu kenapa sih yank, masih mikirin bunda?"
Liana menoleh ke Reza "nggak kok kak, capek aja. Kak penyakit bunda semakin parah loh, gimana nantinya Li tampa bunda kak" Liana menangis.
Reza memberhentikan mobilnya dan langsung memeluk Liana. Reza menenangkan Liana sambil menyemangati Liana. Setelah beberapa menit Liana sudah mulai tenang Reza kembali membawa mobilnya.
"Kita makan malam dulu ya yank, tadi kakak belum makan. Pasti kamu belum makan kan tadi" ucap Reza.
Liana mengangguk dan turun dari mobil. Mereka jalan masuk restoran dan makan malam disana. Setelah makan malam Reza mengantar Liana pulang. Sampai di depan rumahnya Liana, Reza langsung mencegah Liana yang mau keluar.
"Tunggu yank"
"Iya kenapa kak" Liana kembali menutup pintu mobil.
"Kakak mau pinjam uang donk, untuk beli kostum bola yang baru lagi. Besok kakak ada pertandingan bola, jadi kakak belum gajian"
Liana melihat Reza "kak, Li nggak ada uang cash"
Reza kecewa "biasanya kalau nggak ada uang cash pasti diberi kartu card kan!"
Liana sudah capek dan malas berdebat dengan Reza. Akhirnya dia mengeluarkan kartu card nya di dalam tasnya dan memberikan kepada reza.
"Ini kak, besok kasih sama aku lagi ya"
"Iya sayang. Makasih banyak ya sayang" Reza mengambil kartu dan memeluk Liana serta mencium Liana.
__ADS_1
Kemudian Liana keluar dari mobil dan masuk ke rumahnya. Liana melihat ayahnya di kamar yang sudah tidur. Kemudian langsung masuk ke kamarnya bersih-bersih dan langsung tidur.
*BERSAMBUNG