Si Bungsu

Si Bungsu
59. Surprise


__ADS_3

Setengah jam sebelum pergantian tanggal, Liana yang sedang tidur terbangun mendengar ketukan pintu apartemen. Liana langsung pergi keluar membuka pintu. Ternyata orang itu adalah Jeni dan Jeje.


"Siapa..?" Liana membuka pintu. "Kalian, ada apa?" tanya Liana.


"Kita sudah tahu dimana abang sekarang, tadi sewaktu kita makan malam sekretaris Susan menghubungi Jeje" ucap Jeni.


"Dimana?" Liana sangat senang mendengar kabar tersebut.


"Abang sekarang ada di hotel sedang menemui clientnya" jawab Jeje.


"Hotel, ngapain harus di hotel tengah malam begini. Apa client itu cewek" ungkap Liana kembali.


"Iya Li, mungkin dia spesial makanya ketemu diasana" sambung Jeni.


"Jen, apa mungkin abang sudah tidak sayang lagi sama aku" Liana sedikit kecewa.


"Kita tidak tahu Jen, sebelum kita ketemu abang disana. Ayo" Jeni menarik Liana.


"Oke, aku akan temui abang dan minta maaf. Kalau memang abang sudah tidak menyukai aku, aku rela menjauh dari abang" Liana sudah berkaca-kaca memikirkan Vian bersama wanita lain.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di hotel. Mereka langsung pergi ke kafe hotel tersebut. Sampai di depan pintu Jeni dan Jeje minta izin pergi sebentar.


"Li, kamu saja yang masuk ya. Kita sampai disini saja nemaninya. Kamu selesaikan masalah kamu sendiri, kita tunggu kamu di lobi" ucap Jeni.


Liana mengangguk "baiklah". Sebelum masuk Liana menarik napasnya dan mencoba menenangkan pikirannya baru dia membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, semuanya gelap dan tidak ada seorang pun disana. Liana melihat cahaya monitor yang menampilkan foto-foto kebersamaannya dengan Vian. Liana jalan terus ke depan menuju monitor tersebut. Liana masih melihat sekeliling tapi tetap tidak ada orang disana. Tiba-tiba dia mendengar seseorang bernyanyi di atas panggung kecil. Liana melihat dan mendengar nyanyi itu sampai selesai. Setelah selesai seseorang itu menghampiri Liana. Liana kaget melihat orang itu adalah Vian.

__ADS_1


"Abang..." air matanaya langsung menetes.


Vian hanya tersenyum "maafin Lili bang, Lili yang salah. Lili ingin menerima lamaran abang, Lili mau menikah dengan abang" Liana langsung menangis.


Vian langsung menghapus air mata Liana dan langsung memeluknya. "Maafin abang Li, kamu harus ketemu dengan seseorang" ucap Vian.


Liana langsung melepaskan pelukannya "jadi abang benae-benar sudah tidak menyukai Lili" Liana kembali menangis kencang.


"Bukan itu kamu harus ketemu mereka dulu" Vian menenangkan Liana.


Liana tetap menangis, kemudian datang beberapa orang membawa kue dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Kemudian lampu menyala, Liana sangat terkejut banyak orang disekelilingnya.


Liana melihat sama Vian "happy brithday kesayangan abang" ucap Vian.


Liana langsung tersenyum dan memluk Vian. Kemudian keluarganya langsung menghentikan pelukan mereka.


Liana langsung melepaskan pelukannya dan meniup lilin. Kemudian Vian berlutut di depan semua orang dengan memberikan cincin.


"Li, abang bukannya orang romantis dan bukan orang terbaik buat kamu. Tapi abang akan berusaha menjadi terbaik buat kamu. Abang akan menerima semua keburukan kamu dan abang ikhlas ingin hidup berdua dengan kamu. Abang tidak fikirkan apa kata orang-orang mengenai kamu. Sebab abang mencintai si bungsu ini karena Allah. Maukan kamu menikah dengan abang?" ucap Vian.


Liana mengangguk "Lili tidak mau.... menolaknya lagi" ucap Lili.


Vian langsung memasangkan cincin itu, kemudian dia berdiri mencium kening Liana. Setelah itu Liana melihat orang begitu rame memberikan tepuk tangan. Liana memperhatikan penampilannya yang hanya memakai baju tidur.


"Bang pakaian Lili" ucap Liana pelan sama Vian.


"Tidak apa-apa kamu tetap cantik" Vian menyentil hidung Liana.

__ADS_1


"Happy brithday adik mas dan selamat buat lamarannya" kata Dani, Lala, Riri, dan Dimas sambil memeluk Liana.


"Selamat my best friend dan kakak ipar" Jeni dan Jeje menghampiri mereka.


"Jadi kalian berdua sekongkol dengan abang ya" ucap Liana.


"Sorry ini semua perintah abang" Jen minta maaf.


"Selamat ulang tahun Lili" ucap Kia dan Sari.


"Selamat bro, semoga loe bahagia" ucap Alex.


"Selamat bos, buk bos" kata Rey.


Mereka berdua hanya tersenyum dan bilang terimakasih pada setiap orang yang memberikan selamat kepada mereka. Liana langsung menarik Vian dan minta jawaban dari semua ini.


"Abang akan jelaskan, sebenarnya abang ada di apartemen sebelah selama ini. Apartemen Rey, abang juga tahu apa yang kamu lakukan di apartemen selama dua hari ini. Sebab abang memasang cctv di apartemen dan melihat semuanya. Abang hanya ingin memberikan kejutan ini buat kamu, makanya abang melakukan itu. Abang juga sudah memberitahu keluarga kamu kalau kamu baik-baik saja. Jadi kamu mau kan maafin abang" penjelasan Vian.


"Iya Lili udah maafin abang, Lili juga salah tidak selalu jujur sama abang" ucap Liana.


"Jadi kita satu minggu lagi nikah ya, setelah selesai masalah warisan itu baru kita resepsi. Kita menikah di rumah kamu aja ya" kata Vian.


Liana mengangguk "apapun keputusan abang Lili ikut saja".


"Ayo kita gabung sama yang lain lagi" ajak Vian.


Mereka langsung bergabung dengan yang lainnya. Mereka berbincang-bincang, disana tidak ada hanya momy dan daddy karena mereka pergi ke luar negeri.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


__ADS_2