Si Bungsu

Si Bungsu
77. Renana Baru


__ADS_3

Andi datang ke rumah Rian dengan Maya dan Johan. Sampai disana Maya dan Johan mengitari pandangannya melihat sekeliling. Disana sangat banyak bodygurth dan anak buah Rian. Sebab rumah itu adalah markas Rian.


"Andi, siapa teman kamu itu. Apakah kamu yakin dia akan bisa mengalahkan Liana?" tanya Maya.


"Coba om dan tante lihat orang-orang di sekeliling, apakah semua itu meyakinkan?" tanya Rian.


"Sepertinya benar yang dikatakan Andi" bisik Johan pada Maya.


Andi bicara sama asisten Rian "Rian mana?"


"Masih di kamar kalau jam segini, tuan" jawab asisten Rian.


"Gue mau ketemu sama dia, sekarang".


"Baik tuan".


Mereka jalan masuk rumah. Andi, Maya sama Johan duduk di ruang tamu sedangkan asisten Rian ke kamar Rian.


"Apakah om sama tante tahu kalau Liana sudah menikah?" tanya Andi.


Mereka terkejut "apa, menikah?".


"Iya, apa kalian tidak tahu?" tanya Andi lagi.


"Kapan dia menikah?" tanya Maya.


"Sudah hampir 2 minggu, asal om dan tante tahu yang kalian lawan tidak hanya Liana tapi suami Liana" ucap Andi.


"Emang kenapa dengan suaminya itu?" tanya Johan.

__ADS_1


"Suaminya itu adalah Vian Prabowo, orang paling kaya di sini dan dunia. Dia memiliki banyak kekuasaan dimana-mana. Tapi ada satu orang yang selama ini bisa mengalahkannya" cerita Andi.


"Siapa?" tanya mereka bersamaan.


"Rian, orang yang akan kita temui sekarang" jawab Andi.


Mereka saling pandang dan tersenyum. Sebab mereka yakin akan mengalahkan Liana dengan mudah.


Asisten tadi sudah mengetuk kamar Rian. Rian sedang tidur bersama Angel, sebab semalam Rian sangat kesal dengan sama anak buahnya. Makanya dia tidur dengan Angel, untuk melampiaskan kekesalannya.


Angel terbangun mendengar ketukan pintu "Rian, itu ada orang yang mengetuk pintu" Angel membangunkan Rian.


Rian terbangun "hoam.. siapa yang menggangu sih" dia sedikit kesal.


"Mana gue tahu, ya loe lihat. Masa gue yang lihat seperti ini" ucap Angel. Karena Angel tidak memakai apa-apa, makanya dia menyuruh Rian yang melihat orang itu.


Rian bangun dan memakai boxernya, dia langsung membuka pintu. Rian melihat asistennya yang menunduk ketakutan di depan pintu.


"Maaf tuan, dibawa ada tuan Andi bersama paman dan bibi istrinya Vian" ucap asiaten.


"Oke, loe boleh pergi. Bilang sama Andi siapkan rencana baru dan tunggu gue setengah jam" ucap Rian.


Asisten itu mengangguk lalu pergi, sedangkan Rian kembali masuk kamar.


"Siapa?" tanya Angel.


"Asisten gue" Rian jalan mau ke kamar mandi.


"Loe mau kemana, gak tidur lagi?" Angel masih menutupi tubuhnya dengan selimut.

__ADS_1


Rian berhenti dan melihat Angel dengan tersenyum "sekarang gue sedang senang. Apa loe mau mandi bersama gue" Rian menarik selimut Angel dengan kasar. Kemudian terlihatlah Angel tanpa memakai apapun.


Rian mengangkat Angel dan membawanya ke kamar mandi. Sampai di dalam Rian kembali melakukannya sama Angel. Tapi sekarang Rian melakukannya dengan sangat lembut. Mereka sama-sama menikmatinya sampai hampir setengah jam.


Kemudian mereka keluar kamar dan memakai pakaian masing-masing. Setelah itu mereka turun kebawah menemui tamunya. Andi melihat Rian turun dengan Angel. Andi sedikit kesal, sebab dia menaruh hati sama Angel. Sekarang dia melihat Angel keluar dengan rambut basah dan banyak kelihatan tanda kepemilikian Rian di leher Angel.


"Om, tante, kenalin ini Rian dan Angel. Jangan kalian coba tanya-tanya mereka ada hubungan apa" ancam Andi sambil memperkenalkan mereka.


"Rian, ini Maya dan Johan kakak dari ibunya Liana istri dari Vian" sambing Andi.


Mereka saling berjabat tangan "duduk" ucap Rian. "So, apa plan kalian?" tanya Rian.


Kemudian mereka menceritakan rencana baru yang sudah disiapkan. Rian dan Angel setuju dengan rencana tersebut.


Sedangkan Vian, Rey, dan Alex juga sedang merencanakan rencana baru. Mereka sudah mengetahui bahwa Johan dan Maya sudah bergabung dengan Rian. Makanya mereka juga sudah merencanakan plan yang baru.


"Kapan kita akan membawa oran tua Mimi kembali, bos?" tanya Rey.


"Besok kita bawa balik kesini tapi jangan bawa kerumah Liana. Tapi biarkan saja mereka di markas sampai persidangan di mulai" ucap Vian.


"Oh ya masalah persidangan, Rian tidak tahu kalau gue sudah kembali. Dia masih berfikiran kalau gue masih di luar negeri. Makanya dia masih saja berlanjut membantu mereka menghancurkan loe" kata Alex.


"Tidak masalah Lex. Kamu datang saja pas persidangan terakhir, sebab jika dia tahu dari awal dia pasti akan merencanakan yang baru lagi" Vian.


"Benar, kita tidak akan mengajukan persidangan. Kita tunggu saja surat panggilan dari mereka" Alex.


"Kenapa kita harus tunggu?" Rey.


"Sebab mereka fikir kita tidak ada bukti dan saksi dalam masalah ini. Jadi kita seperti orang tidak tahu saja" Vian.

__ADS_1


"Iya benar. Kita suruh saja kakak Liana yang mengurus ini semua bersama pengacara yang lai. Sewaktu persidangan akhir kita akan datang, kita lihat apa yang terjadi" Alex.


*Bersambung


__ADS_2