
Beberapa bulan yang lalu Nanda sudah pernah juga di larikan ke rumah sakit karena serangan jantung mendadak. Kemudian dia sudah sehat kembali, tapi beberapa minggu yang lalu hasil dari diagnosa dokter pribadi Nanda menghubungi Bagas mengenai penyakit Nanda. Karena mendapatkan kabar yang kurang baik Nanda langsung minta izin pulang cepat menemui keluarga istrinya.
Di rumah semua orang sudah berkumpul kecuali Liana yang sedang kuliah. Disana semua orang sudah tegang menunggu apa yang mau di bilang sama Bagas. "Gas, bagaimana hasilnya? kenapa kamu mengumpulkan kita semua?" tanya Dani sambil duduk di sebelah istrinya.
Bagas menarik napas "begini mas, tadi dokter pribadi bunda menghubungi saya dan menjelaskan mengenai penyakit bunda. Ini coba mas lihat" menyerahkan hasilnya.
Dani mengambilnya "apa kata dokter, Gas?" tanya Juan.
Bagas hanya menunduk "jawab saja Gas, kita semua sudah menerima apapun keputusannya" kata Dani sambil memperhatikan raut wajah Bagas.
"Iya nak, bunda sudah menerima apapun hasilnya" sambung bunda.
Bagas melihat ke semua orang "baik, mas silakan buka amplop itu dan saya akan menjelaskannya" lagi-lagi Bagas menarik napas. "Begini, selama ini penyebab bunda sakit perut terus dan perut bunda semakin bengkak di sebabkan ada tumor. Bunda tidak hanya kena tumor tapi juga kangker stadium akhir. Kalau di operasi pun tumor tersebut bisa di angkat tapi tidak dengan kangker bunda. Kangker tersebut sudah menyebar keseluruh tubuh bunda" penjelasan dari Bagas.
Semua orang kaget dan terdiam semuanya, mereka larut di fikiran masing-masing. "Mas, pasti ada solusinya kan? Dokter tidak akan bilang seperti itu" ucap Riri.
__ADS_1
"Iya, pasti ada jalannya" sambung Lala.
"Iya ada, tapi hanya 10% itu pun belum tentu berhasil mbak" penjelasan Bagas.
"Maksudnya?" tanya Juan.
Bagas kembali menjelaskannya "begini ayah, tadi Bagas sudah menghubungi teman-teman Bagas sesama dokter. Memang sedikit peluang sembuhnya tapi kita tetap akan mengoperasi Bunda untuk mengangkat tumor bunda dan operasinya besok. Tadi Bagas juga sudah menjadwalkannya sebab Bagas berharap peluang itu ada walaupun sedikit".
"Baik, besok bunda mau operasi" jawab bunda tanpa ragu-ragu.
Semua orang kaget karena biasanya bunda susah dibawa berobat, sebelum di paksa bunda tidak akan peenah mau.
"Baik, karena bunda setuju besok kita ke rumah sakit" keputusan ayah yang heran sambil melihat bunda.
Pagi harinya semua orang sudah kumpul di ruang keluarga. Tidak lama kemudian Liana turun dan kaget lihat semua orang kumpul.
__ADS_1
"Pagi semuanya, tumben ngumpul disini dan sudah rapi semua, mau kemana?" tanya Liana.
Semua orang saling melihat, lalu Lala mendekati Liana dan menjawabnya. Sebab yang dekat dengan Liana hanya Lala karena Lala yang paham dengan keadaannya.
"Begini Li, bunda akan operasi hari ini karena bunda menderita tumor dan harus di angkat secepatnya" Liana kaget.
"Kamu harus kuat, bunda aja kuat, kenapa kamu nangis sayang" bunda menghampiri Liana dan memeluknya.
"Li ikut ya bunda, Li ingin nemani bunda" ucap Liana yang sesengukan bicaranya.
Bunda menggeleng "tidak sayang, kamu harus ke kampus. Nanti pulang dari kampus baru ke rumah sakit ya" bujuk bunda.
"Iya bunda" Liana menghapus air matanya "baik semuanya, Li ke kampus dulu" Liana bersalaman pada semua orang dan langsung pergi.
*BERSAMBUNG
__ADS_1