Si Bungsu

Si Bungsu
41. Kejujuran Ketiga


__ADS_3

Di jalan menuju puncak "kalau abang boleh tahu ada masalah apa dengan LL Venture" Vian membuka pembicaraan.


"Masalah keluarga aja bang".


"LL Venture itu perusahaan arsitek juga kan, kalau gak salah CEO nya Andi dan co CEO Jeje. Abang pernah minta tolong sama mereka mendesain klinik yang kita bangun tapi pekerjaan mereka kacau semuanya" cerita Vian.


Liana melihat Vian "Lili tahu maksud abang cerita kek itu sama Lili. Abang ingin tahu kan, apa hubungan Lili dengan perusahaan itu kan?".


Vian tersenyum "kamu tahu aja" Vian menyentil hidung Liana.


"Baik akan Lili ceritakan. LL Venture adalah perusahaan ayah yang diwariskan sama Lili. LL itu adalah singkatan dari nama panggilan Lili. Ayah memang seorang master arsitek jadi ayah membangun perusahaan itu dengan bantuan kakek dulu. Jadi adik ayah waktu itu sedang sakit keras, bibi memohon sama ayah buat membawa anak mereka kerja di perusahaan. Karena ayah sedang sakit, ayah menyerahkan perusahaan sepenuhnya sama mas Andi dan Jeje. Ayah selalu memantau pekerjaan mereka dari rumah. Ayah tahu semakin lama perusahaan semakin menurun dan penyakit ayah semakin parah. Apalagi setelah bunda meninggal itu yang membuat ayah down".


"Ayah pernah memanggil mas Andi ke rumah untuk membicarakan perusahaan. Tapi ayah diancam sama mas Andi untuk memberikan perusahaan itu padanya. Ayah tidak mau melakukan itu karena ayah tahu bagaimana kerja Andi. Setelah Andi bisa kerja di perusahaan Andi mengirim adiknya Jeje kuliah ke Amerika. Semua biaya sekolah adiknya perusahaan yang menanggung".

__ADS_1


"Beberapa bulan menjelang kematian ayah, bibi meninggal dulu. Itu semakin membuat Andi semena-mena pada ayah dan paman Pandi. Ayah selalu dirawat di rumah sakit, Andi selalu memanfaatkan kesempatan itu untuk menjatuhkan ayah. Sampai ayah meninggal mereka tidak datang melawat. Hanya paman Pandi yang selalu datang melihat keadaan kami".


"Satu bulan setelah ayah meninggal, Andi datang menemui kami sekeluarga. Dia datang membawa pengacara dan memaksa aku buat tanda tangan surat pengalihan perusahaan. Dia mengancam aku dan menekan pikiran aku supaya aku mau tanda tangan. Dia juga pernah menyekap aku beberapa hari tidak dikasih makan. Jadi paman Pandi datang memohon untuk membebaskan aku. Dia berjanji sama Andi akan memaksa aku buat tanda tangan. Setelah aku bebas mas Pandi memohon sama aku untuk mentanda tangani surat itu" Liana menangis.


Vian memberikan tisu "Akhirnya aku terpaksa mentanda tangani surat itu. Setelah aku tanda tangani paman entah pergi kemana. Kami sampai sekarang masih belum menemukan paman dimana bersama keluarganya. Abang tahu setelah aku selamat hidup aku semakin menderita bang. Makanya aku merasakan trauma begitu berat dalam hidup ku" Liana menangis sejadi-jadinya.


Vian terpaksa menghentikan mobil, dia langsung memeluk Liana dan menenangkan Liana. Mobil mereka sudah tertinggal oleh mobil Rey yang duluan.


"Abang, Lili mohon jangan tinggalkan Lili. Lili tidak ada lagi orang yang mengerti perasaan Lili, Lili mohon abang tolak perjodohan abang itu" ucap Liana tanpa sadar.


Vian kaget langsung melihat Liana "apa yang kamu bicarakan, Li. Darimana kamu tahu kalau abang dijodohkan".


Liana melihat Vian "Liana mendengar waktu di rumah sakit mas Bagas marah sama abang".

__ADS_1


Vian langsung menghapus air mata Liana "abang sudah membatalkan perjodohan itu semalam. Sudah abang bilang sama daddy dan kakek. Jen juga sudah pulang kemaren ke rumah. Sekarang kamu jangan merasa sendiri lagi, ada abang yang menemani kamu dan selalu ada untuk kamu".


Liana langsung memeluk Vian "makasih banyak bang. Lili harap abang tidak pernah membohongi Lili".


Mereka melepas pelukannya "sekarang hapus air mata kamu. Kita lanjut ya, ini minum dulu" Vian memberikan minum.


Liana langsung meminumnya dan Vian langsung membawa mobilnya.


"Abang sayang sama kamu, Li. Tapi abang belum bisa mengatakan perasaan abang sama kamu. Abang takut kamu menolak abang" kata hati Vian.


"Lili sayang abang tapi Lili takut kalau abang tahu apa yang telah terjadi sama Lili abang akan meninggalkan Lili. Jadi untuk sekarang kita jalani aja seperti ini" kata hati Liana juga.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2