Si Bungsu

Si Bungsu
60. Rencana Pernikahan


__ADS_3

Setelah acara surprise ulang tahun Liana, esokan paginya semua orang berkumpul di rumah Liana. Disana sudah ada keluarga Liana dan keluarga Vian yang ada hanya Vian, Alex, Rey, dan Jeni. Sedangkan momy dan daddy sedang ada di luar negeri pergi mengobati nenek Vian yang sedang sakit.


"Mas maaf sebelumnya vian minta maaf momy sama daddy tidak bisa hadir karena masih di luar negeri. Tapi mereka sudah setuju dan mereka akan pulang sebelum kami akad nikah" Vian minta maaf.


"Tidak masalah Vian. Mas mau tanya apa benar swminggu lagi kalian akan menikah?" tanya Dani.


"Iya mas, Vian sudah rencanakan sama Lili. Resepsinya setelah masalah warisan itu selesai baru kita adakan. Akad nikah kita adakan disini saja mas dan hanya keluarga kita yang mengikuti" lanjut Vian.


"Kalau boleh mbak tahu mengapa kamu ingin melaksanakan akad secepat ini?" tanya Riri.


"Vian sama Lili tidak mau pacaran ataupun tunangan lama-lama mbak. Kemudian Vian memikirkan masalah perebutan warisan. Nanti Vian takutkan jika Vian tidak ada keterkaitan hubungan sama keluarga mas dan mbak akan lebih susah lagi kita mempertahankan warisan tersebut mbak, mas" ucap Vian.


"Yang dikatakan sama Vian benar mas, mbak, kalau Vian tidak menikah dengan Liana nanti jika Vian membantu Liana akan bisa jadi boomerang bagi kita semua. Sebab kasus seperti ini sangat susah dimenangkan. Karena bibi dan paman mas sama mbak tersebut sudah mulai mendekati orang kepercayaan dari orang tua mas. Sekarang mereka juga sudah mendekati Andi kakak Jeje untuk bergabung. Kemudian mereka sudah mempunyai hasil keputusan bahwa Liana sedang sakit" sambung Alex.


"Bagaiman dengan kamu, dek. Apakah adek sudah siap untuk menikah dengan Vian?" tanya Dani.


"Sudah mas, sebab cuma abang yang bisa menerima adek yang sakit dan masa lalu adek" jawab Liana sambil duduk.

__ADS_1


"Kalau begitu keputusan kalian, mas akan merestui. Tapi mas tidak ingin nantinya kalian keluar dari rumah ini. Kalian akan tetap tinggal disini" perintah Dani.


"Iya mas" jawab Liana dan Vian.


"Kalau boleh mbak tahu, kenapa harus sederhana akadnya. Dek, bukannya adek ingin pernikahan yang waw jika ada orang yang bisa menerima adek dengan ikhlas?" tanya Riri.


"Benar kata mbak, tapi sekarang kita harus bisa mengambil apa yang sudah menjadi hak kita dulu mbak. Apa mbak ingin semua di ambil oleh paman sama bibi. Sedangkan perusahaan impian ayah sama adek sudah gak ada sekarang. Mbak tahu kan apa impian adek, untuk mengikuti keinginan ayah adek rela mengambil jurusan yang ayah inginkan. Apa mbak sama mas tahu kenapa ayah tidak ingin adek ambil jurusan arsitek karena memang perusahaan itu dari awal emang bukan buat adek" ucap Liana.


Semua orang kaget apa yang di bilang Liana "masa iya dek, dari siapa adek tahu itu" kata Dani.


"Mas gak tahu juga kan paman Pandi sekarang ada dimana?" tanya Liana.


"Tidak mbak, itu yang adek cari tahu sama bang Vian dari kemaren. Sebelum paman menghilang paman pernah mengatakan sama uncle Dion. Waktu itu uncle Doni menghubungi adek setelah adek dinyatakan sembuh. Uncle Doni mengatakan semuanya pada adek. Kalau perusahaan itu memang bukan buat adek, ayah sudah tahu kalau mas Andi pasti akan mengambilnya. Makanya ayah menyuruh adek mengambil jurusan sekarang, untuk adek bisa nantinya mengurus DRL Corporation dan Lili Mart" cerita Liana.


"Kalau gitu dimana paman Pandi sekarang?" tanya Riri.


"Kita belum mengetahui mas, Rey sudah mencari tahu tapi sampai sekarang memang susah melacak paman Pandi" ucap Vian.

__ADS_1


"Jadi apa rencana adek sama Vian sekarang?" tanya Bagas.


"Kita akan membeli cincin sama viting baju mas" ucap Liana.


"Kalau gitu di butik kenalan mbak aja ya. Nanti mbak hubungi teman mbak untuk datang kesini. Kalau mbak fikir jika kalian keluar otomatis pasti ada orang yang sedang mengawasi kalian sekarang. Benar kan Alex?" tanya Lili sama Alex.


"Benar yang dikatakan mbak Lili, menurut saya lebih bagusnya semua yang berhubungan dengan pernikahan lebih baik di datangkan saja kesini. Saya juga sudah memperhatikan mereka dari kemaren. Sepertinya benar yang dikatakan Lili bahwa mereka sudah mulai bertindak" ucap Alex.


"Benar yang dikatakan Alex, kalau gitu adek jangan ke toko dulu sekarang sendiri. Kalau mau kesana harus ada yang antar" ucap Dani.


"Lili akan pergi sama Vian, mas. Sebab Lili sekarang sudah menjadi tanggung jawab Vian juga" ucap Vian.


"Maaf sebelumnya, kalau menurut Jen lebih baik kita jalani saja aktivitas kita seperti biasa. Agar nanti orang-orang tersebut tidak curiga" saran Jeni.


"Iya benar, lebih baik seperti itu. Tapi Lili akan tetap diantar jemput sama Vian. Jika Vian sedang kerja, kita sudah menyediakan bodygurth buat Lili yang memperhatikannya dari jauh" sambung Rey.


"Kalau semuanya setuju, mas semakin setuju juga" ucap Dani.

__ADS_1


"Alhamdulillah.." jawab semua orang.


*BERSAMBUNG


__ADS_2