Si Bungsu

Si Bungsu
79. Persidangan


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal untuk persidangan pertama. Dani datang dengan Bagas dan beberapa pengacara pilihan Vian. Sedangkan Johan dan Maya datang dengan pengacara yang sudah dibayar oleh Rian.


Rian dan Andi melihatnya dari kejauhan "sepertinya benar, kalau Vian tidak ikut campur. Lihat saja sekarang dia tidak tahu dimana" ucap Andi.


"Dia sedang ke luar kota, Andi. Dia tidak akan mau buang-buang waktu hanya untuk hal tidak berguna" kata Vian.


Tidak lama kemudian persidangan sudah mulai di mulai. Dani datang hanya membawa Dion dan Gina, sebagai pengurus dalam perusahaan dan supermarket.


Jaksa sudah memukul palu tanda persidangan sudah dimulai. Jaksa juga sudah menyampaikan kasus yang akan mereka bahas. Kemudian Jaksa sudah mulai meminta tanggapan dari penggugat dan tergugat.


"Saya adalah adik kandung dari almarhum Nanda. Saya juga punyak hak terhadap kekayaan mereka. Saya tidak ingin sepenuhnya, separuh pun saya tidak masalah. Tapi Dani dan adik-adiknya tidak ada memberikan kami sedikitpun" Johan.


"Saya dan adik saya Riri tidak punya hak terhadap semua itu. Sebab ayah dan bunda kami sudah memberikan kami warisan dengan adil. Itu adalah hak adik bungsu saya Liana. Kami sudah membicarakan itu semua, tapi kami tidak bisa menyerahkan itu sebelum paman Pandi ditemukan" Dani.


Kemudian jaksa meminta saksi dari setiap penggugat dan tergugat. Kemudian mereka memberikan saksi, yang bikin terkejut Maya dan Johan membawa hasil tes kesehatan Liana.


"Berarti penggugat menyatakan bahwa Liana sedang sakit, makanya kalian ingin bermaksud membantu Liana dalam mengurus semua itu?" pertanyaan jaksa.

__ADS_1


"Benar, karena Liana belum pantas menjaga itu semua" sambung Maya.


"Baik persidangan hari ini sampai disini. Tergugat jika tidak dapat membuktikan bahwa Liana sudah sembuh dan mencari tahu dimana paman kamu. Maka persidangan ini akan dimenangkan oleh penggugat" kata Jaksa.


Kemudian jaksa memukul palu tanda persidangan sudah selesai. Dani keluar dengan peraksaan sebal sebab Johan dan Maya sangat licik.


"Kamu dan adik-adik kamu tidak akan bisa memenangkan semua ini. Kami akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kami" sindir Maya mendekati Dani.


"Kita lihat saja nanti, bibi. Ini baru persidangan awal, masih ada dua kali sidang dan jaksa belum menentukan keputusannya" jawab Dani.


Kemudian mereka kembali ke tempat masing-masing. Johan dan Maya sangat senang karena sidang yang awal sudah pasti dimenangkan oleh mereka. Dani berjalan keluar gedung pengadilan dengan tersenyum melihat mereka sangat senang.


Persidangan kedua sudah keluar jadwalnya. Hari ini asisten Rey akan datang mendampingi Dani sebab Bagas tidak bisa datang. Karena dia harus ke rumah sakit.


Rian sedikit risau dengan kedatangan Rey, berarti Rian pasti sudah mengetahui masalah ini.


"Loe kenapa?" tanya Andi sambil berbisik.

__ADS_1


"Loe gak lihat, itu asisten Rey datang. Pasti Vian sudah mengetahui semua ini, kita tidak akan pernah berhasil. Kalau Rey tahu, Vian pasti tahu juga. Sekarang kita hanya punya harapan mereka tidak mendatangkan Alex" jawab Rian.


Hari ini Dani bisa membuktikan kalau Liana sudah tidak sakit lagi. Tapi itu tidak membuat mereka menang, sebab Johan sama Maya membawa saksi yang lainnya. Saksi ini adalah yang lebih kuat dari kemaren, yaitu rekaman Pandi yang setuju kalau dia merelakan Johan sama Maya mengurus warisan tersebut.


Dani dan Rey sedikit kaget, bagaimana bisa mereka mendapatkan rekaman tersebut. Jaksa bertanya sama Dani, apakah dia ada yang mau disampaikan lagi. Dani melihat sama Rey, lalu Rey memberi kode sama pengacara.


Akhirnya pengacara yang mengatakan bahwa mereka meminta waktu untuk membuktikan pada mereka semua. Karena permintaan dari pengacaranya maka jaksa memberi mereka waktu sampai persidangan terakhir.


Setelah jaksa mengetuk palu tanda sidang kedua berakhir. Sekarang Maya dan Johan sangat yakin mereka akan memenangkan semua ini. Tapi Rian sangat takut, sebab Vian tidak akan tinggal diam setelah ini.


"Kalian jangan terlalu senang dulu, gue yakin kita akan kalah. Tidak hanya kalian yang rugi, aku akan masuk juga, sebab mendukung kalian" kata Rian.


"Emang ada masalah apa, tuan?" tanya Johan.


"Kalian sudah tidak ada bukti dan saksi lagi. Kalau kalian bisa mendatangkan Pandi, pasti kalian akan menang" kata Andi.


"Tapi masalahnya, Pandi sudah menghilang. Dia tidak tahu ada dimana sekarang, yang penting sekarang kalian harus mencari tahu dimana Pandi menjelang persidangan minggu besok" ucap Rian.

__ADS_1


Akhirnya mereka mencari tahu mengenai Pandi sampai persidangan terakhir. Tapi masalahnya keluarga Liana tidak ada melakukan apa-apa. Mereka masih melakukan aktivitas seperti biasa. Johan sama Maya sangat sulit menemukan dimana Pandi. Saksi satu-satunya sekarang adalah Andi, hanya dia yang bisa mereka andalkan saat sidang terakhir.


*Bersambung


__ADS_2