Si Bungsu

Si Bungsu
45. BBQ


__ADS_3

Setelah sholat Liana langsung ke dapur merapikan semua belanja yang dibeli Rey sama Kia. Tidak lama kemudian datang mang Udin.


"Non ada yang bisa mamang bantu?"


"Ada mang, bisa mamang bantu Lili menyiapkan peratan buat BBQ di belakang villa?" Liana melihat mang Udin.


"Baik non" mang Udin langsung pergi.


Liana menyiapkan bahan-bahan buat BBQ, tidak lama kemudian datang Vian mengagetkannya.


"Woi..." teriak Vian.


Lepas daging dari tangan Liana yang sedang mencucinya. Liana kesal dan melihat Vian dengan ekspresi marah.


"Sorry... abang gak sengaja" Vian minta maaf.


"Kalau mau Lili maafkan, abang harus bantu Lili motong sayur-sayuran dan cuci" ucap Liana.


"Baik" Vian langsung memotong sayuran.


Liana kembali melanjutkan membersihkan daging. Vian selalu melihat Liana yang sedang membersihkan daging.


"Kalau lihat Lili terus kapan sayur itu siap di potong" ucap Liana sambil membersihkan daging.


"Kamu mau kan maafin abang" Vian masih merasa bersalah.


"Iya bang, udah Lili maafin. Tapi lain kali jangan seperti itu lagi, untung Lili gak jantungan" ucap Liana.


"Makasih.." Vian senang dan langsung dengan cepat memotong sayur.


Sewaktu mereka sedang sibuk menyiapkan semua bahan. Datang semua orang kedapur menghampiri mereka semua.


"Cie... calon kelurga yang kompak" ledek semua orang.


Vian sama Liana melihat mereka "kenapa turun juga, tunggu aja mau masak baru turun" Vian kesal.


"Sepertinya ada yang marah" ejek Jeni.


"Kalau gitu, apa yang mau kita bantu, Li" Sari mendekati mereka.

__ADS_1


"Sari buat sayuran yang sudah di potong sama bang Vian. Kia buat sambal terasinya. Jeni masak nasi sama buat air minum" ucap Liana.


"Siap bos" ucap mereka bersamaan. Mereka langsung mengerjakan apa yang sudah Liana tugaskan.


"Kalau gitu kita berdua menyiapkan pemanggangnya aja" ucap Alex.


"Nggak perlu" Liana memberhentikan mereka.


"Kenapa Li? Biar mereka yang menyiapkan" kata Vian.


"Karena sudah disiapkan oleh mang Udin" jawab Liana.


"Trus kita harus ngapain, Li?" tanya Alex.


"Kak Alex sama kak Rey potong kecil-kecil daging ini" Liana meletakan daging yang sudah di cucinya di atas meja.


Vian sama Alex saling lihat "kenapa?" tanya Liana melihat mereka.


"Nggak ada yang lain lagi, Li?" tolak Alex.


Liana melihat sama Vian "nggak ada, kalian harus kerjakan. Sekarang?" Vian langsung menarik mereka dan memberikan pisau sama telenan "ini..".


Mereka terpaksa mengambilnya "trus kalian berdua ngapain bos?" tanya Rey.


Mereka berdua langsung mengerjakannya, tidak lama kemudian mereka sudah siap.


"Ok guys, kita ke belakang duluan. Selamat bekerja!" ucap Liana.


"Ayo, Li" ajak Vian. Mereka langsung membawa bumbu ke belakang menemui mang Udin.


"Jangan lupa, jika sudah siap langsung bawa ke belakang" teriak Liana sambil jalan ke belakang.


Mereka semua melihat mereka pergi dengan heran dan bingung. Mereka saling pandang dan menanyakan ada apa dengan Liana dan Vian.


"Ayo kita selesaikan semuanya, lama kelamaan juga kita akan tahu" Jeni memberhentikan mereka. Kemudian mereka kembali melanjutkan apa yang mereka kerjakan.


Liana dan Vian sudah duduk di gazebo belakang. Mereka melihat pemandangan dan mang Udin yang sedang menyiapkan peralatan BBQ.


"Bang, cantik ya pemandangan malam hari disini?" ucap Liana.

__ADS_1


"Iya. Apalagi kalau kita jalan malam-malam sekitar perkebunan pasti lebih canti lagi" jawab Vian.


Mang Udin menghampiri mereka yang sedang duduk "bos, non, semuanya sudah siap".


"Iya mang, makasih ya" jawab Vian.


"Kalau gitu saya permisi bos, non" mang Udin langsung pergi.


Datang seregombolan membawa apa yang mereka kerjakan tadi.


"Ayo kita mulai memanggangnya" Liana berdiri.


"Li, biar abang yang menghidupkan pemanggang. Kalian berdua yang panggang" Vian menunjuk Rey dan Alex.


Dengan terpaksa mereka mengikuti apa yang dikatakan Vian. Sedangkan yang cewek-cewek menata tempat makan di gazebo.


"Li, bagusnya kita makan pakai daun pisang. Nanti makanan kita letakkan diatasnya, kita makan dengan menggunakan tangan. Duduk lesehan disini dan makan bersama, gimana?" pendapat Kia.


"Aku setuju, sepertinya asyik" jawab Liana.


"Iya, jadi seperti kita pergi pramuka dulu" sambung Sari.


"Kalau gitu biar aku yang bilang sama mang Udin buat cari daun pisangnya" Jeni langsung pergi.


Beberapa menit kemudian Jeni datang dengan mang Udin membawa daun pisang.


"Mang dimana dapat daun pisang itu?" tanya Vian.


"Dekat kebun teh bos, disana kan ada tanah sedikit yang tidak terpakai. Jadi saya tanam pisang disana" jawab mang Udin.


"Mang Udin memang pintar" ucap Alex dengan menghadapkan jempolnya pada mang Udin.


"Tarok disini mang" ucap Liana.


Mang Udin meletakan daun pisang "kalau gitu permisi non, bos".


"Tunggu mang, ini bawa" Sari memberikan makanan pada mang Udin.


Mang Udin mengambilnya "makasih non" mang Udin langsung pergi.

__ADS_1


Kia dan Liana langsung menyiapkan makanannya. Beberapa menit kemudian daging sudah siap di panggang. Mereka langsung duduk di tempat masing-masing. Kemudian mereka langsung makan sambil bercanda-canda.


*BERSAMBUNG


__ADS_2