
Pagi hari Vian sudah datang menjemput Liana untuk mengantarnya ke toko. Vian membunyikan klakson mobilnya, sedangkan Liana sedang sarapan di meja makan bersama mbok Ina.
"Mbok itu bang Vian sudah datang, Lili berangkat ya" Liana minum hot coklat dan langsung pergi.
Mbok Ina melihat jaket Liana tinggal "non.. jaket nona tinggal" mbok Ina mengejar Liana.
Liana berhenti di depan pintu "kenapa mbok?" tanya Liana melihat mbok Ina datang.
"Ini non, jaket nona tinggal" mbok Ina memberikan jaketnya.
Liana mengambil jaketnya "makasih mbok" Liana langsung mengambil jaketnya.
Liana langsung masuk mobil Vian "kenapa dengan mbok Ina?" tanya Vian.
Liana tersenyum "biasa ketinggalan jaket" Liana memakai seat belt.
"Kebiasaan buru-buru, kalau gak ada mbok Ina sama abang gimana?" ucap Vian.
"Apaan sih ngomongnya bang, Lili malas ah kalau bicara seperti itu" Liana tidak suka mendengar perkataan Vian.
"Abang minta maaf, abang bercanda kok, tapi lain kali jangan seperti itu lagi. Kamu tidak boleh lupa pakai jaket atau switer kalau keluar" ucap Vian.
"Iya abang sayang, ayo" ucap Liana sambil tersenyum.
Vian mengendarai mobilnya ke toko, tidak lama kemudian mereka sampai di toko.
"Abang gak masuk ya, soalnya ada meeting. Nanti kita makan siang di luar dan setelah itu kita pulang ke rumah. Kata mbak Lili hari ini desaigner datang kan" kata Vian.
"Iya, semalam mbak kasih tahu" jawab Liana.
Liana keluar dari mobil dan Vian langsung mengendarai mobilnya. Liana masuk toko setelah melihat mobil Vian menjauh dari pandangannya. Sewaktu Liana mau masuk toko, dia melihat Anis istri Andi keluar dari kafe dengan menangis. Liana ingin menghampiri Anis, tapi dia harus menyebrangi jalan dulu. Liana langsung berlari menuju Anis. Sewaktu mau menyebrang dari kejauhan ada sebuah mobil yang melaju cepat mengarah ke Liana. Tapi untungnya Liana ditarik oleh seseorang dan dia terjatuh bersama orang itu.
Orang itu membantu Liana berdiri "ayo bu saya bantu" kata orang itu.
Liana berpegang tangan orang itu berdiri "makasih ya, kalau gak ada loe pasti aku udah di rumah sakit" ucap Liana.
"Itu sudah menjadi tugas saya bu" jawab orang itu.
__ADS_1
"Maksud loe?" Liana tidak mengerti.
"Kenalin, saya Tina bodygurth ibu Liana. Saya di tugaskan sama bos Vian buat jagain ibu" ucap cewek yang pakai hodie.
"Owh.. jadi loe yang di tugaskan sama bang Vian. Ya sudah sekali lagi terimakasih, loe lihat nggak orang yang baru keluar dari kafe itu tadi" tanya Liana.
"Mbak itu sudah pergi naik taksi bu, emang kenapa bu?" tanya Tina.
"Dia seperti orang kenalan sama gue tadi, kalau gitu gue masuk dulu. Loe masuk saja, nggak usah sembunyi-sembunyi gitu" ucap Liana.
"Iya bu" Tina menunduk.
Liana jalan masuk toko di ikuti sama Tina. Sampai di toko Liana bicara sama karyawan disana "ini Tina, kalau dia mau makan atau minum diambilkan ya. Oya Tina, loe juga boleh lakukan apa saja disini sambil jagain gue dari jauh".
"Baik bu" jawab Tina, Liana langsung masuk ruangannya.
"Kalian gak usah layani saya, saya sama seperti kalian kok, saya akan membantu kalian" ucap Tina pada karyawan, dia langsung bersalaman dengan para karyawan.
Siang harinya Vian datang ke toko, dia melihat Tina membantu karyawan toko.
Salah satu dari karyawan toko menghampiri Vian "mau ketemu sama nona, tuan?".
"Baik tuan" karyawan itu langsung pergi ke ruangan Liana.
Vian menghampiri Tina yang sedang membersihkan meja "aghm..." ucap Vian.
Tina menoleh dan melihat Vian langsung menunduk tanda hormat.
"Kenapa kamu bisa disini, bukannya saya menyuruh kamu memantaunya dari jauh" kata Vian.
"Maaf bos, tadi ada orang yang mau mencelakai bu bos. Saya menyelamatkan bu bos dan bu bos bilang suruh masuk dan bantu-bantu disini kalau bu bos sedang di toko" ucap Tina.
"Bagaimana dengan keadaan Liana, apa dia terluka?"
"Bu bos baik-baik saja bos".
"Apa kamu tahu siapa orang itu?"
__ADS_1
"Saya tidak tahu bos, tapi saya sempat ingat plat nomor mobilnya"
"Kalau gitu kamu temui Rey dan bilang sama dia" ucap Vian.
Liana datang menghampiri mereka "ada apa ini?" tanya Liana.
Vian langsung memberikan kode pada Tina untuk pergi "saya permisi bos, bu bos" Tina langsung pergi.
Vian tersenyum pada Liana "udah siap?" tanya Vian.
"Iya, ayo" ucap Liana.
Mereka berdua jalan ke mobil Vian, mereka langsung menuju restoran buat makan siang dulu sebelum pulang ke rumahnya.
"Tadi kamu kecelakaan?" tanya Vian sambil membawa mobil.
"Iya bang, maaf" Liana merasa bersalah.
"Kamu mau kemana sebenarnya, tadi abang antar kamu tepat di depan toko. Terus kenapa kamu sampai ke jalan raya?".
"Tadi sewaktu abang pergi Lili melihat mbak Anis istri dari mas Andi keluar kafe sambil menangis" jawab Liana.
"Hubungan sama kamu apa?"
"Lili kasihan sama mbak, makanya Lili mau tanya kenapa" ucap Liana.
"Lain kali jangan seperti itu lagi, nanti sampai restoran abang ceritakan mengenai Andi. Sebenarnya dari kemaren abang mau cerita tapi abang lupa terus" ucap Vian.
Mobil yang mau menabrak Liana tadi sampai di sebuah rumah. Dia merasa kesal karena tidak bisa mencelakai Liana. Dia keluar dari mobil dan memanting pintu mobil langsung masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah sudah ada seseorang yang menunggunya.
"Bagaimana mas?" tanya Maya.
"Gagal, ada orang yang menyelamatkan dia" ucap Johan sambil duduk.
"Kok bisa?" Maya kesal.
"Gue juga gak tahu, tapi orang itu tepat waktu datangnya" Johan juga kesal.
__ADS_1
"Iisshh.. sial" Maya semakin marah.
*Bersambung