Si Bungsu

Si Bungsu
55. Sendirian Dirumah


__ADS_3

Anis dan Gia sedang sarapan di meja makan, kemudian datang Jeje.


"Pagi mbak! Pagi keponakan om yang cantik" Jeje mengusap kepala Gia.


"Pagi om" Gia sedang makan.


"Pagi juga Je, mau makan apa biar mbak ambilin" ucap Anis.


"Gak usah mbak, Jeje yang ambilin" Jeje mengambil roti.


"Kamu sekarang kerja dimana, Je?" tanya Anis.


"Belum ada rencana mbak, tunggu ijazah keluar aja dulu" jawab Jeje.


Tidak lama kemudian datang Andi "morning sayang.." Andi mencium Anis dan Gia.


"Menjijikan sekali" kata hati Jeje.


"Mau makan apa mas?" tanya Anis sama Andi.


"Nasi goreng aja sayang" ucap Andi sambil duduk.


Anis mengambilkan nasi goreng buat Andi "ini mas" Anis kembali duduk.


"Mbak, aku mau tanya. Apa mas sering pulang larut malam seperti semalam?" tanya Jeje.


Anis sebenarnya kaget tapi dia berusaha menyembunyikannya "nggak juga Je, kadang-kadang aja".


"Apa mbak pernah datang ke kantor semenjak mas jadi CEO?" Jeje melihat sama Andi.


"Belum pernah Je, mbak kan sibuk antar jemput Gia ke sekolah. Lagian mbak juga sibuk masak sama beres-beres rumah" Anis masih berbohong.


Jeje mengangguk "kalau pergi makan malam dan ketemu sama client kerja mas, pernah mbak?"


Anis menggeleng "mbak yang tidak pernah mau Je. Mas pernah ngajak mbak tapi memang mbak yang tidak mau".


"Mbak...." Jeje mau bertanya lagi tapi dipotong oleh Andi.


"Cukup Je, kita lagi makan bukan diskusi" Andi marah.

__ADS_1


Jeje tersenyum "kelihatan sering bohong. Oya mbak, lain kali jadi orang jangan terlalu jujur dan terlalu baik. Nanti mbak bisa dimanfaatin orang" Jeje berdiri.


"Maksud kamu, Je?" Anis tidak paham.


"Lain kali mbak datang ke kantor dan ikut suami mbak" Jeje langsung pergi.


"Jeje..." teriak Andi.


"Mbak Jeje pamit" Jeje langsung menuju parkiran.


"Mas ada apa?" tanya Anis.


"Tidak apa-apa sayang, ayo makan lagi" Andi mengalihkan pembicaraan.


Liana sedang berada di toko kue seperti biasanya. Setelah sore Liana kembali ke rumahnya. Dia kembali sendirian di rumah, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ternyata telepon dari Vian yang sudah beberapa hari tidak menghubunginya.


"Assalamualaikum bang" jawab Liana.


"Waalaikumussalam, dimana Li?"


"Di rumah bang"


"Sendirian bang, mas sama mbak sudah pada balik kerumah mereka masing-masing".


"Berarti sendirian di rumah, ikut abang yuk"


"Kemana bang?"


"Nanti siap maghrib abang jemput ya"


"Ya udah deh, kalau gitu Lili mau bersih-bersih dulu. Soalnya Lili baru sampai rumah dan bentar lagi mau masuk maghrib"


"Ya udah, assalamualaikum" Vian menutup telepon.


"Waalaikumussalam" Liana mematikan ponselnya.


Liana langsung siap-siap mandi dan sholat maghrib. Setelah sholat Liana langsung bersiap untuk dijemput Vian. Vian datang ke rumah Liana, disambut oleh mbok Ina yang membukakan pintu.


"Masuk den" ucap mbok Ina.

__ADS_1


"Makasih mbok" Vian jalan masuk "Lili mana mbok?" tanya Vian.


"Masih di atas den, mau minum apa den?" tanya mbok Ina.


"Nggak usah mbok, panggilin Lili aja bilang kalau saya sudah disini".


"Baik den, permisi" mbok Ina langsung ke kamar Liana.


Mbok Ina mengetuk pintu kamar Liana, Liana membuka pintunya.


"Iya.." Liana membuka pintu.


"Non, den Vian sudah datang dan ada di ruang tamu" ucap mbok Ina.


"Iya mbok. Oya mbok, gak usah tungguin Lili nanti ya. Kalau udah kemalaman Lili nanti gak pulang, Lili tidur di tempat Jen aja" ucap Liana.


"Iya non" jawab mbok Ina.


Mbok Ina kembali ke dapur dan Liana masuk kamar memakai hijap serta mengambil tas dan ponsel. Kemudian Liana turun dan melihat Vian yang sedang duduk di ruang tamu sedang main ponselnya.


"Dia berpenampilan biasa aja, aku terlalu formal" kata hati Liana sambil jalan.


"Bang..." kata Liana.


Vian melihat Liana "udah siap" Vian berdiri.


"Bang kita mau kemana dulu, lihat penampilan Lili terlalu formal. Sedangkan abang biasa aja" Liana cemberut.


Vian tersenyum "gak apa-apa, kamu tetap cantik kok. Ayo kita berangkat" Vian menarik tangan Liana.


Sampai dalam mobil Liana masih aja cemberut "kok masih cemberut gitu" ucap Vian sambil menghidupkan mobilnya.


"Lili kesal sama abang, gak jelas" Liana bete.


"Iya gak apa-apa, kapan-kapan abang ajak ke acara kantor abang. Tapi untuk sekarang kita hanya makan malam biasa aja. Maaf abang gak bilang" Vian minta maaf.


Liana tersenyum "awas ya kalau bohong lagi".


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2