Si Bungsu

Si Bungsu
29. Teman Lama


__ADS_3

Liana sedang menggantikan pegawainya di kasir yang sedang makan siang. Liana sedang sibuk menghitung pengeluaran bulanan. Lalu pegawainya memberikan bukti belanja yang sudah di hitungnya pada Liana. Liana mengambil dan melihatnya.


"Semuanya 350" ucap Liana sambil menunduk.


Orang itu memberikan uangnya pada Liana, Liana melihat orang itu.


"Liana..." ucap orang itu.


"Max.." balas Liana.


"Apa kabar, Li?" tanya Max.


"Alhamdulillah sehat Max" Liana mengambil uang Max dan memberikan kembaliannya. "Ini Max, makasih".


"Li...." ucap Max tapi langsung terpotong oleh seseorang yang datang memegang tangan Max.


"Sayang... kok lama" ucap cewek itu.


Cewek itu melihat apa yang dilihaf Max dan dia kaget melihat Liana teman sekolahnya dulu.


"Loe..." Liana tersenyum.


"Jangan bilang loe ganggu Max lagi" cewek itu menuduh Liana.


"Kamu apaan sih, dia hanya kerja disini. Ayo kita pulang" Max membawa cewek itu pergi.


"Awas loe ya" cewek itu menunjuk Liana.


"Dasar cemburu buta, gak juga berubah" gumam Liana dalam hati.


Lalu pegawainya datang "kenapa non?"


"Gak ada, ketemu teman lama yang masih aja cemburu sama saya" jawab Liana.


"Kamu lanjutkan, saya mau sholat dulu" Liana langsung pergi.


Keesokan harinya Liana kembali menggantikan pegawainya yang sedang pergi membeli bahan-bahan buat kue.


Liana mendatangi tempat duduk orang yang baru datang "selamat pagi mbak, silakan" Liana memberikan menu.

__ADS_1


Semua orang disana melihat Liana "Liana.." jawab mereka serentak.


"Jadi benar kata loe Bie, Liana perempuan perusak hubungan orang itu kerja disini" ucap Susi.


"Apa yang gue bilang, kalian gak percaya sih" Berbie sombong.


"Bukannya loe anak orang kaya ya, tapi kok bisa kerja disini" tanya Lola sinis.


"Kalian datang kesini mau makan kue atau meledek gue" Liana mulai tidak sabar.


"Kalau sudah jatuh miskin jangan sombong deh. Dasar anak yatim piatu" teriak Susi.


"Pantasan semua hartanya diambil keluarga orang tuanya. Dia aja masih sama kek dulu, PERUSAK" bentak Berbie.


"Loe jaga ucapan loe, kalau loe tidak tahu masalahnya jangan pernah ikut campur. Kalau kalian tidak ada yang mau di pesan silakan keluar disini" Liana mengusir mereka.


Mereka semua berdiri "apa loe bilang. Berani-berani sekali loe usir kita, loe hanya pegawai rendahan. Jangan sok berkuasa disini, panggil pemilik toko ini" teriak Berbie.


Semua orang disana memperhatikan mereka, semua pegawai sudah berkumpul disana.


"Loe, panggil sana pemilik toko ini" teriak Berbie pada salah satu pegawai. Tapi mereka semua hanya diam tidak ada yang menanggapinya.


Liana menghampiri mereka "apa mau kalian sih"


"Eh Perusak, kita gak bicara sama loe. Kita akan buat loe dipecat dari sini. Dasar PERUSAK!" Berbie mendorong Liana.


"Non..." ucap semua pegawai.


Liana hampir terjatuh tapi datang seorang cowok yang memegangnya.


"Kamu gak kenapa-napa, Li?" ucap Vian, ternyata orang itu adalah Vian.


"Abang.. gak bang" Liana langsung berdiri.


Semua orang melihat Vian datang dan menghampiri mereka. Semua orang pada menunduk dan kagum melihat ketampanan Vian.


"Bie, itu bukannya Vian Prabowo pengusaha sukses tersebut yang punya VP Entertaiment" bisik Susi sama Berbie dan Lola.


"Iya itu dia. Dia juga punya perusahaan Arsitek dan dia pengusaha muda no 5 di dunia" sambung Susi.

__ADS_1


"Siapa yang mendorong nona Liana?" tanya Vian lembut.


Semua hanya diam "sekali lagi saya tanya siapa yang mendorong nona Liana Juanda, jawab" teriak Vian.


Semua pegawai menunjuk Berbie dan teman-temannya.


"Pak dia juga menghinan nona Liana, dia bilang nona Perusak dan pegawai rendahan" jawab seorang pegawai.


Vian tersenyum "apa kalian tahu siapa pemilik toko ini?"


Vian menghampiri mereka dan mereka menggeleng tidak tahu.


"Coba kalian lihat, pakaian yang Liana pakai. Apakah dia memakai seragam?" mereka kembali menggeleng.


"Apa kalian tidak mendengar pegawainya memanggil Liana apa?"


"Nona" jawab mereka bersama.


"Tahukan perbedaannya, dia adalah pemilik toko ini. Apakah salah seorang pemilik melayani customer yang datang ataupun menggantikan pegawainya" Vian bertanya pada semua orang yang ada disana.


"Tidak tuan" ucap semua orang disana.


"Rey..." Rey menghampiri Vian. "Coba loe cari tahu siapa mereka dan pekerjaan keluarganya, buat bangkrut" perintah Vian.


Mereka bertiga terkejut dan tidak bisa membantahnya.


Liana menghampiri Vian "bang udahlah, jangan bawa keluarga mereka, kasihan. Lagian Lili gak apa-apa, mereka juga teman-teman Lili. Bang, Lili mohon sama bang jangan lakukan ya" Liana memohon.


Viab kalau melihat Liana yang memohon dia tidak sanggup menolaknya.


"Baiklah" Vian mengusap kepala Liana.


"Makasih bang" Liana tersenyu.


"Sekarang kalian silakan pergi dari sini sebelum saya berubah fikiran" ucap Vian.


Mereka langsung berlari pergi dari sana dengan rasa takut.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2