
Setelah sarapan Liana dan Lala pergi ke toko kue dengan membawa Fani dan Gio. Sampai di toko Lala memperkenalkan Liana pada seluruh pegawai.
"Perhatian semuanya. Kenalkan ini Liana adik ipar saya. Mulai hari ini yang akan mengurus toko adalah Liana. Apapun masalah nanti laporkan pada Liana" ucap Lala.
"Selamat datang non" ucap semua pegawai.
"Terimakasih, saya mohon bantuannya nanti ya" jawab Liana.
"Iya non" kata pegawai serentak.
Setelah dari rumah Liana kemarin Jeje tidak langsung kerumahnya. Dia langsung kembali ke apartemennya sebab dia tidak ingin bertengkar di depan ayahnya.
Jeje datang ke kantor menemui Andi dan langsung masuk ke ruangannya.
"Mi, mas Andi ada didalam kan. Gue langsung masuk" Jeje langsung membuka pintu.
"Je tunggu...." Mimi menghentikannya.
Sebelum Mimi menghentikannya, Jeje sudah membuka pintu dan melihat Andi sedang bermesraan dengan seorang cewek. Ternyata cewek itu adalah pacar Jeje sendiri.
"Mas..." bentak Jeje.
Mereka langsung memberhentikan aktivitas mereka. Andi langsung mendorong Dina pacar Jeje.
"Loe... ternyata gosip selama ini yang gue dengar betul" Jeje jalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Je, ini bukan seperti yang loe bilang" Dina menghampiri Jeje.
"Loe keluar, tunggu gue di apartemen loe. Keluar..." bentak Jeje.
Dina langsung pergi dan Jeje menghampiri Andi yang sedang duduk di kursinya.
"Apa yang ingin loe tanyakan" ucap Andi to the point.
Jeje tersenyum kecut "Ini bukan masalah hubungan mas sama Dina. Sebelumnya gue sudah tahu antara kalian. Makanya gue balik kesini, sampai disini begitu banyak kejutan yang gue dapat".
Andi hanya fokus dengan letopnya "Pertama kenapa mas paksa Liana untuk tanda tangan surat pengalih perusahaan. Kedua kenapa mas mengacam keluarga paman Juan. Ketiga apa tujuan mas melakukan semua ini?".
Andi berdiri "dimana loe tahu semua itu?"
"Dari keluarga mas Dani, semalam gue mampir kesana katanya Liana sudah wisudah"
"Mereka tidak ada menginginkan apapun. Mereka hanya meminta gue untuk tidak berhubungan sama mereka lagi".
"Bagus mereka sudah mengatakan itu sama loe".
"Mas, apa mas gak kasihan sama si bungsu Liana. Ini semua haknya dia, gak ada sepersen pun punyo loe. Kita bisa kerja disini pun karena permohonan almarhum mama sama paman. Apa mas gak punya hati sedikit pun" Jeje marah.
Andi melihat Jeje "apa yang loe bilang, hati. Si Andi itu juga gak pernah memikirkan kita, dia selalu menginjak-injak harga diri gue semenjak dulu. Sekarang biar dia merasakan semuanya, orang tuanya sudah tidak ada, dan sekarang Liana punya penyakit trauma sampai sekarang belum juga sembuh" Andi tertawa.
Jeje semakin kaget "apa! Liana saki?"
__ADS_1
Andi mengangguk "loe dengar ini, kalau masih mau kerja disini ikutin yang gue mau" Andi kembali duduk.
"Mas benar-benar sudah dibutakan, apa ini yang mas dapatkan dari hubungan rahasia mas sama Dina" Jeje tidak habis fikir dengan kakaknya.
"Kalau bukan dia yang mengajarkan gue. Loe dan gue tidak akan bisa menikmati semua ini termasuk tubuh dia" ucap Andi.
Jeje langsung menampar Andi "asal mas tahu. Selama gue pacaran sama dia, gue tidak pernah tidur dengan dia. Kecuali mas, yang tidak pernah memikirkan anak dan istri di rumah. Aku gak akan ikut campur jika mbak Anis tahu ini semua" Jeje langsung pergi meninggalkan Andi.
Setelah dari kantor Jeje langsung ke apartemen Dina. Jeje membunyikan bel dan Dina membukakan pintu.
"Sayang..." Dina ingin memeluk Jeje tapi langsung dilepaskannya.
"Jauhkan tangan kotor loe itu dari tubuh gue" Jeje langsung masuk.
"Sayang gue mau minta maaf"
"Minta maaf, sudah berapa kali gue katakan sama loe. Kalau ingin bersama gue tinggalkan mas Andi. Loe juga tahu kalau mas Andi sudah punya anak dan istri. Tapi kenapa loe bodoh sekali merelakan tubuh loe ini untuknya" Jeje marah.
"Ini semua karena loe yang tidak pernah mau menyentuh gue. Makanya gue membantu mas Andi dan dia bisa melayani gue" jawab Dina tanpa merasa malu.
"Apa, jadi selama ini loe sudah sering melakukan itu. Pantasan Andi berfikiran seperti itu tadi sama gue" Jeje tidak percaya dengan yang didengarnya.
Dina menutup mulutnya "tidak sayang, ini semua tidak seperti itu".
Jeje tersenyum "mulai sekarang kita sudah tidak ada hubungan lagi, kita putus" Jeje langsung meninggalkan Dina.
__ADS_1
"Sayang gue tidak mau putus" teriak Dina tapi tidak didengar Jeje. Dia langsung keluar membanting pintu.
*BERSAMBUNG