
Setelah dari rumah sakit Vian mengantar Liana kembali ke rumahnya. Kemudian Vian langsung kembali ke apartemennya untuk menemui Rey sama Alex yang sudah menunggunya.
"Assalamualaikum" Vian masuk.
"Waalaikumussalam" jawab Alex dan Rey.
"Gue ganti baju dulu sebentar" Vian langsung masuk kamarnya.
Beberapa menit kemudian Vian datang lagi dengan wajah yang lebih fresh.
"Jadi apa yang harus kita bicarakan sekarang?" tanya Alex.
"Gue mau bicarakan mengenai keluarga Liana. Kalian tahu gak, kalau keluarga itu bermasalah?" ucap Vian.
Rey sudah tahu hanya diam "masa iya, kelihatannya mereka bahagia" Alex kaget.
"Gue akan cerita, keluarga ayahnya mengambil paksa perusahaan yang diwariskan ayahnya untuk Liana. Kemudian sekarang keluarga bundanya ingin mengambil juga. Jadi mereka memerlukan kuasa hukum untuk mengambil hak mereka lagi" cerita Vian.
"Kasihannya Liana, apa karena itu dia sakit separah itu selama ini?" tanya Alex.
"Iya, dengan Liana sakit mereka mengambil kesempatannya" ucap Alex.
"Malam ini kita di minta ke rumah Liana untuk membicarakan masalah ini sebab semua orang pada ingin memanfaatkan kesempatan ini" kata Viana.
"Bos, bagaimana dengan hasil ke dokter tadi?" tanya Rey.
"Alhamdulillah Liana sudah dikatakan swmbuh total. Tapi kita tidak akan mengatakan sama siapa pun, sebab mereka pasti menganggap Liana masih sakit. Kita akan mengatakan waktu sidang, kita lihat saja permainan mereka" ucap Vian.
"Jam berapa kita akan kesana?" tanya Alex.
"Siap maghrib" jawab Vian.
__ADS_1
Liana sampai rumah langsung sholat, karena kecapekan Liana jadi ketinggalan sholat Ashar. Kakak-kakaknya sudah datang tapi rumah koson, hanya ada pembantu dan satpam.
"Mbok... mbok..." panggil Dani.
Mbok Ina keluar dari dapur "iya den"
"Adek udah pulang kan mbok?" tanya Dani.
"Iya den, tadi mbok lihat ke atas lagi tidur" jawab pembantu.
"Biar aku aja yang bangunin adek" ucap Lala langsung pergi ke kamar Liana.
"Mbok masak yang banyak ya, soalnya kita banyak tamu yang mau datang" ucap Dani.
"Iya den" mbok Ina langsung ke dapur.
Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing buat istirahat. Lala masuk ke kamar Liana dan membangunkannya.
Liana mulai bergerak dan terbangun "hmz... mbak, udah datang".
"Capek ya balik jalan-jalan, sampai sholat ashat ketinggalan" Lala duduk di sebelah Liana.
"Lili lagi nggak sholat mbak" ucap Liana sambil duduk.
"Kalau gitu mandi gih, bentar lagi ada orang yang mau ketemu sama kita semua" mbak Lala berdiri.
"Emang siapa yang mau datang mbak?" tanya Liana.
"Lihat aja nanti, mandi gih jangan molor lagi" Lala langsung keluar.
Lala dan Riri sedang membantu mbok Ina memasak di dapur. Liana sedang bermain sama Fani dan Gio di ruangan bermain. Bagas dan Dani sedang bicara di ruang keluarga sambil menunggu tamu.
__ADS_1
Tidak lama tamu sudah datang dan makanan sudah tersedia di atas meja. Riri datang menghampiri mereka.
"Mas ayo makan dulu" ajak Riri.
"Iya ayo kita makan dulu" ucap Dani.
Semua orang sudah pada kumpul di meja makan. Liana turun dari lantai dua bersama Fani dan Gio. Dani melihat Liana turun tidak pakai jilbab.
"Adek... pakai jilbab" teriak Dani.
Vian, Alex, sama Rey hampir melihat Liana. Liana langsung pergi ke kamarnya buat pakai jilbab. Tidak lama kemudian Liana turun lagi bersama Fani dan Gio.
"Bang Vian, kak Alex, kak Rey... jadi ini tamu yang dibilang sama mbak Lala" ucap Liana sambil duduk.
"Iya, emang kenapa dek?" tanya Riri.
"Kalau mereka adek udah tahu mau kesini, mau membicarakan masalah bibi Maya sama paman Johan kan" ucap Liana.
Semua orang kaget kecuali orang bertiga itu "dimana adek bisa tahu, apa Vian yang ngasih tahu" Dani melihat Vian.
"Tidak mas. Adek di telvon bibi waktu liburan dan Vian terpaksa menjelaskan rencana kita itu" jawab Bagas.
"Apa adek tidak kenapa-kenapa setelah semua ini" tanya Lala.
"Maaf aku juga lupa memberitahu mas, mbak, sama kamu sayang. Kalau adek udah sembuh, tadi siang adek ke rumah sakit sama Vian cek keseluruhannya" jelas Bagas.
"Alhamdulillah" ucap mereka semua senang dan bersyukur.
"Bagaimana kita bicarakan ini semua nanti aja, makanan sudah di depan mata lebih baik makan dulu" ucap Liana.
Mereka semua langsung makan malam dulu. Setelah makan mereka langsung ke luar keluarga buat membicarakan masalah mereka. Setelah perbincangan selesai dan keputusan sudah diambil. Alex akan menjadi kuasa hukum keluarga Liana.
__ADS_1
*BERSAMBUNG