Si Bungsu

Si Bungsu
5. Semangat Hidup Berkurang


__ADS_3

Dipemakaman Liana kembali pinsan melihat jenazah bunda dimasukkan keliang lahat. Liana di angkat oleh pamannya Pandi ke dalam mobil dan dibawa kerumahnya. Sahabatnya masih menemani Liana sampai Lianan terbangun.


Kia kembali ingat dengan telvonan Jeni sama Reza. Dia langsung bertanya sama Jeni kenapa dia kesal setelah telvonan dengan Reza.


"Jen tadi sebelum kita kepemakaman kamu kan mau bilang mengenai Reza. Kenapa kamu begitu kesal sama Reza?" Kia penasaran.


"Oh iya tadi aku mau ceritakan tapi keburu Liana bangun dan mbak Lala datang. Sebenarnya waktu aku telvonan sama Reza aku nggak tahu dia dimana dan sama siapa. Sebab aku mendengar suara cewek dekatnya yang begitu romantis. Jadi yang bikin aku kesal dia berbohong sama aku. Katanya dia di luar kota nggak bisa pulang dan tadi sewaktu aku mau ke kampus aku lihat dia masih di Jakarta" penjelasan Jeni yang merasa kesal.


Kia dan Sari terkejut "apa, kak Reza sama cewek lain, nggak mungkin sekali" Kia tidak percaya.


Sebenarnya Liana sudah bangun dari pinsannya. Dia mendengar semua apa yang diceritakan Jeni sama Kia dan Sari. Dia merasa sakit hati dan kecewa dengan Reza.

__ADS_1


"Jadi apa kita harus beritahu sama Lili mengenai kak Reza" saran Sari pada sahabatnya.


"Kalau menurut aku jangan dulu, kasihan Lili dia baru kehilangan bunda. Ayah lagi sakit dan tambah masalah Reza sialan itu selingkuh. Masalah ini cukup kita saja yang tahu, kita harus menguatkan Lili" Jeni tidak setuju dengan pendapat Sari.


Beberapa bulan kemudian Liana tetap tidak ada semangatnya. Dia masih memikirkan bunda dan menemani ayah di rumah. Semua kegiatan kuliahnya dibiarkan saja. Untung ada sahabat-sahabatnya yang selalu membantunya dan menyelesaikan magangnya. Liana juga sering dihubungi sama Reza, diajak keluar dan berusaha menghiburnya. Tapi semenjak Liana tahu kalau Reza selama ini berbohong sama dia, Liana semakin menghindar dari Reza.


Suatu hari mbak Lala mengajak Liana pergi ke mall dengan Gio. Lala sedang belanja keperluan dapur sedangkan Liana menemani Gio bermain di taman bermain. Sewaktu mau melewati sebuah kafe, Liana melihat Reza sedang jalan dengan cewek dengan mesrahnya. Liana sangat sakit hati melihatnya dan Gio pun melihat Reza dengan cewek tersebut.


"Iya sayang, ayo kita kesana" Liana mengajak Gio untuk menjauh.


"Tunggu unty, Gio mau ketemu sama uncle Eja. Uncle Eja, uncle... uncle..." Gio memanggil Reza yang mau masuk kafe.

__ADS_1


Liana langsung menggendong Gio dan menjauh dari kafe tersebut. Sedangkan Reza merasa namanya di panggil dan merasa kenal dengan suara tersebut dia langsung berhenti dan mencari asal suara tersebut.


"Kenapa sayang, kok berhenti" cewek selingkuhan itu bertanya sama Reza.


"Tadi gue mendengar seseorang memanggil nama gue, loe dengar kan"


"Nggak, gue nggak dengar" cewek itu sambil melihat-liaht.


"Apa gue salah dengar, itu seperti suara Gio. Cuma dia dan Fani yang memanggil gue uncle Eja selama ini. Tapi kemana mereka ya" kata hati Reza sambil jalan masuk dan masih melihat-lihat sekeliling.


Sampai di rumah Liana langsung masuk ke kamarnya dan menangis sendiri. Semenjak bunda meninggal semangat hidup Liana berkurang. Dia merasa tidak ada lagi orang yang bawel samanya. Tidak ada lagi orang yang mau mengajarkannya masak, buat kue, dan mendengarkan keluh kesahnya jika berantem dengan mbak Riri. Mengingat semua itu membuat Liana semakin terpuruk.

__ADS_1


__ADS_2