Si Bungsu

Si Bungsu
34. Nenek Imah


__ADS_3

Liana sedang makan sendiri di kolam berenang, datang tetangganya nenek Imah membawa makanan.


"Assalamulaikum Li"


"Waalaikumussalam" Liana menoleh ke belakang "nenek, kesini nek".


Nenek Imah menghampiri Liana " ini nenek bawa makanan kesukaan kamu" nenek meletakan gorengan diatas meja di depan Liana.


"Makasih nek, sudah lama Lili gak makan nih gorengan" Liana mengambil gorengan.


Nenek Imah duduk disebelah Liana "kamu gak kerja, Li?"


"Gak nek, Lili mau kerumah sakit" sambil makan gorengan.


"Emang Bagas sama Riri mana?"


"Mas Bagas sama mbak Riri udah seminggu balik ke rumahnga. Katanya udah lama meninggalkan rumah, besok balik lagi kesini".


"Selama seminggu siapa yang temani kamu?"


"Lili tidur sama mbok Ina nek. Kadang-kadang mas Dani dan mbak Lala juga tidur disini. Kadang Jeni, Sari sama Kia juga ada tidur disini. Jadi Lili gak kesepian kok nek, siang Lili kan kerja" ucap Liana.


Nenek mengusap kepala Liana karena merasa kasihan sama Liana.


"Nenek kemana aja selama ini, gak pernah datang kesini lagi" tanya Liana.


"Nenek udah seminggu juga tidur di rumah Denis, baru kemaren nenek diantar pulang".

__ADS_1


Sewaktu asyik ngobrol-ngobrol datang mbok Ina dengan Vian.


"Non ada tuan Vian".


"Oh ya, suruh masuk mbok" Liana melihat mbok Ina.


"Assalamualaikum" Vian menghampiri mereka.


"Waalaikumussalam" jawab semua orang.


"Kalau gitu mbok buat minum dulu ya non" mbok Ina langsung pergi.


"Makasih mbok" ucap Liana. "Oh iya, nek kenalkan ini bang Vian kakaknya Jeni. Bang, kenalkan ini nenek Imah, neneknya Denis yang tinggal disebelah" Liana memperkenalkan mereka.


"Vian, nek" Vian mengulurkan tangannya.


"Kalau gitu Lili ganti baju dulu, abang sama nenek ngobrol dulu" Liana langsung pergi ke kamarnya.


"Silakan duduk nak Vian" ucap nenek Imah.


"Makasih nek, ini punya siapa?" tanya Vian melihat gorengan diatas meja.


"Itu gorengan, tadi nenek yang bawa buat Liana. Itu kesukaannya dengan Denis, setiap datang ke rumah pasti minta buat gorengan" cerita nenek.


"Coba aja, nanti kalau suka nenek buatin lagi" nenek melihat Vian seperti ingin makan gorengan itu.


"Boleh nek" nenek mengangguk "makasih nek" Vian langsung mengambilnya.

__ADS_1


"Kalian mau pergi kemana?" tanya nenek.


"Mau ke rumah sakit nek".


"Jadi Liana belum sembuh juga, kasihan anak itu, si bungsu yang menderita" kata nenek membuat Vian kaget mendengar perkataan nenek.


"Apa nenek tahu penyakit Lili?" Vian menghentikan makannya.


"Iya, nenek yang menyuruh Liana berobat. Kalau dulu dia semakin parah dari sekarang, semenjak nenek menyarankan Bagas buat periksa Liana semenjak itu mereka peduli sama Liana. Kalau dulu tidak ada yang memikirkan penyakit Liana" ucap nenek sambil meneteskan air mata.


"Mas Dani sama mbak Riri?"


"Semenjak orang tua mereka meninggal mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Liana disuruh menjaga anak mereka. Jadi nenek sering datang kesini membantu Liana. Semua kesalahan dan masalah yang menimpa mereka di suruh Liana yang mengurusnya. Termasuk masalah harta orang tua mereka yang di ambil kakak dan adik orang tuanya. Semakin hari nenek lihat Liana semakin kurus dan sering melamun tidak mau melakukan aktivitas apapun. Jadi nenek bicara sama Dani dan Bagas, baru mereka mau mengobati Liana. Semenjak mereka mengetahui penyakit Liana baru mereka sadar apa yang telah mereka lakukan pada Liana selama ini" ucap nenek.


"Kenapa Liana tidak menolak atau membantah mereka".


"Liana tidak bisa membantah sebab dia tahu orang tuanya tidak ada, jadi yang menjaganya hanya mas dan mbaknya. Kalau dia sempat menolak dan membantah mungkin mereka berdua sudah tidak disini. Karena ketika Liana marah tidak ada yang bisa mengendalikannya. Itu pun yang menjadi penyebab dia sakit" sambung nenek.


"Kasihan kamu Li, abang akan membantu kamu keluar dari semua permasalahan ini" gumam Vian dalam hati.


Tidak lama kemudian datang Liana "nek, masih disini" Liana melihat nenk Imah.


Nenek melihat Liana sambil tersenyum "kamu hati-hati ya, nanti malam nenek kesini lagi. Nanti nenek yang menemani kamu tidur" ucap nenek.


"Iya nek. Ayo bang, kita berangkat".


"Nek kita pamit ya" Vian dan Liana bersalaman sama nenek Imah.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


__ADS_2