Si Bungsu

Si Bungsu
63. Akad Nikah


__ADS_3

Dua hari menjelang akad nikah, Liana dan Vian pergi fitting baju ke butik Desi. Kemudian sehari menjelang akad, Liana tidak ada keluar rumah lagi. Semua persiapan langsung Vian yang mengurusnya. Dia tidak mau kejadian waktu itu terulang kembali.


Vian sudah tahu bawa mobil yang ingin menabrak Liana waktu itu adalah mobil Johan. Mereka tidak akan mengganggu Johan sama Maya sekarang tapi mereka sudah di awasi oleh Rey dan anak buahnya. Persiapan buat akad nikah sudah hampir siap semuanya, hanya menunggu waktunya saja.


Maya datang ke rumah Johan marah-marah "kemana anak itu mas?".


"Mas juga gak tahu, mas sudah keliling rumahnya dan tempat biasa dia datangi tapi mas tidak melihatnya sama sekali" ucap Johan.


"Aku juga sudah datang ke toko tapi anak itu juga tidak ada. Aku juga sudah tanya sama karyawan disana mereka juga tidak tahu" ucap Maya.


Liana sudah di make up oleh seorang make up artis. Liana sudah memakai baju akad nikahnya, sekarang dia sedang ada di kamar sambil menunggu keluarga Vian datang. Acara akad nikah diadakan malam hari, sebab menghindari banyak orang yang tahu. Di sekeliling rumah Liana sudah di awasi oleh banyak pengawal. Setiap orang yang lewat dan bertanya mereka menjawab ada acara syukuran buat kelulusan Liana.


Tidak lama kemudian mobil Vian dan keluarga sudah memasuki rumah Liana. Vian sudah turun dari mobil yang dibawa oleh Rey dan ditemani oleh Alex disana. Jeni datang dengan Jeje, orang tunya Vian bersama kakek dan neneknya. Kemudian juga datang sekretaris dari setiap perusahaan Vian dan terakhir Ken datang dengan pacarnya.


Didalam rumah Vian sudah ada keluarga Liana dan sahabat baik Liana. Disana juga ada nenek Imah tetangga Liana bersama Denis sahabat kecil Liana dan anak istrinya. Serta orang dari KUA yang akan menikahkan mereka.


Beberapa menit kemudian acara ijab kabul akan segera di mulai. Vian sudah duduk di tempat yang sudah di sediakan. Sebelum Liana di panggil turun Vian membaca ayat suci Al-quran sebagai salah satu mahar dari permintaan Liana.

__ADS_1


Setelah Vian selesai membacakan ayat suci Al-quran. Liana turun bersama sahabatnya, mereka menuruni tangga. Jeje, Alex, Rey, dan Vian memperhatikan mereka sampai kebawah. Kemudian Jeni mengantar Liana duduk di samping Vian.


"Bang, fokus.. bentar lagi abang puas melihatnya" bisik Jeni sama Vian. Vian sedikit kesal, sedangkan Liana tersenyum.


Penghulu langsung mengambil ahli dalam ijab kabul mereka. Yang akan menikahkan Liana adalah Dani kakak kandung Liana satu-satunya. Dani langsung menikahkan Liana dengan Vian, hanya dengan satu tarikan nafas Liana sudah sah menjadi istri Vian.


Setelah sah kata semua orang disana, Liana langsung meneteskan air mata. Sambil berdoa Liana masih meneteakan air mata sampai selesai. Vian heran melihat Liana yang menangis sampai seperti itu. Vian langsung melihat Liana dan mendekatinya.


"Li, kenapa kamu nangis seperti ini" tanya Vian sedikit pelan.


"Bang, Lili ingat ayah sama bunda" ucap Liana sambil nangis.


Dani menghampiri mereka, dia langsung memeluk Liana "mas tahu adek pasti kangen sama ayah dan bunda. Mas tahu adek pasti ingin ayah yang menikahkan adek dan menyerahkan adek sama Vian". Dani melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Liana "Vian, abang serahkan Liana sama kamu dan jagain adik mas ini. Jangan pernah buat dia menangis dan selalu ada buat adik mas ini" Dani menyerahkan Liana sama Vian.


"Iya mas, Vian janji akan selalu ada buat Lili" ucap Vian.


Datang Lala dan Riri memeluk Liana "selamat dek. Mbak tahu kalau adek nangis pasti ingat sama ayah dan bunda. Mbak yakin mulai sekarang adek akan ada yang jagain adek dan menemani adek" ucap Lala.

__ADS_1


"Maafin mbak ya dek, selama ini mbak sering marah-marah sama adek. Kalau adek nangis kangen sama ayah dan bunda, mbak juga kangen. Sekarang adek tidak perlu khawatir jagain anak mbak lagi, sebab adek sudah ada yang menemani adek. Selamat ya buat adek mbak tersayang" ucap Riri sambil mencium Liana.


"Selamat ya bro, jagain adek kami tersayang ini" ucap Bagas pada Vian.


"Makasih bro" ucap Vian.


Kemudian datang orang tua Vian, momy langsung memeluk Liana. "Sayang, gak usah nangis lagi ya. Momy sama daddy bisa jadi ayah dan bunda kamu. Momy sama daddy akan selalu sayang sama kamu seperti ayah dan bunda. Momy sama daddy sekarang orang tua kamu juga" momy menghapus air mata Liana.


"Iya betul kata momy, kalau nanti Vian macam-macam bilang sama daddy juga" ucap daddy.


"Makasih dad, mom" ucap Liana sedikit tersenyum.


Kemudian semua orang langsung memberikan selamat kepada Vian dan Liana. Setelah itu mereka langsung menikmati hidangan yang sudah ada disana.


Liana masih melamun memikirkan ayah dan bundanya. Dia dulunya bercita-cita akan membuat sebuah pesta pernikahan yang sangat megah. Karena orang tuanya sudah tidak ada, dia sekarang hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar menerimahnya dan sederhana. Tidak ingin menikmati harta orang tuanya saja. Dia ingin seseorang yang bisa menerima keadaannya dalam suka maupun duka.


Liana tidak ingin merasakan sakit hati lagi ketika seseorang yang benar-benar dia sayangi dan cintai meninggalkannya. Hanya karena orang tuanya sudah meninggal, kemudian dia menikah dengan orang terdekat dengan Liana. Begitu sakitnya Liana ketika mengetahui orang yang dia sayangi akan menikah dengan orang terdekatnya. Liana dulu berharap bisa melupakan semua mantannya yang seperti itu dan menggantikannya dengan orang yang ikhlas dengannya.

__ADS_1


Sekarang dia sudah mendapatkan orang yang ikhlas itu adalah Vian. Jodoh yang tidak pernah di duga sebelumnya. Seorang kakak dari sahabatnya dan yang membantunya menghilangkan trauma dalam hidupnya. Derita si bungsu yang sudah mulai kelihatan happy endingnya. Tapi ini baru awal dari kebahagiaan si bungsu, karena masalah yang sebenarnya baru di mulai.


*Bersambung


__ADS_2