Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Winston Kecelakaan?


__ADS_3

***


"Sayang, darimana kau menemukan gadis kecil itu? kenapa bisa bersama dengan dirimu disini?" tanya Lea pada putranya yang sedang gugup itu.


"Ma ... maafkan aku ibu, aku menyelamatkan dia dari rumah besar yang dekat gedung besar sana. Aku melihat dia dikurung didalam bawah tanah, jangan bawa dia kembali ke rumah itu Ibu, sepertinya dia dipukuli oleh orangtuanya sama seperti ayah memukuli aku," jawab Winston dengan sangat polos.


Saat itu, Winston tidak tahu jika gadis kecil itu adalah korban penculikan, Winston hanya merasa jika gadis itu memiliki nasib sama seperti dirinya.


"Dengarkan Ibu Nak, Ibu kenal dengan gadis kecil itu. Masalah ini akan Ibu bereskan, kamu tenang saja, dia pasti baik-baik saja." jawab Lea dengan wajah yang sangat khawatir dan langsung memeluk putranya itu.


Setelah itu, Winston berpisah dari gadis kecil itu. Namun, ingatan tentangnya masih berbekas hingga saat ini.


Setelah gadis kecil itu pergi, Winston mengalami kejadian paling menyedihkan dalam hidupnya, Ibunya tiba-tiba meninggal, dan saat itu Winston langsung dibawa pindah oleh ayahnya ke negara tempat ayahnya tinggal saat ini. Karena memang ayahnya sedang melakukan bisnis yang sangat penting di negara itu.


Kembali ke masa sekarang.


Mengetahui semua fakta itu sungguh membuat hati Winston bergemuruh, dia merasa takdir memang sengaja mempertemukan dirinya dengan Luna.


"Ternyata Bunga adalah Luna, ternyata dia sungguh menikahi aku saat sudah dewasa." gumam Winston sesaat melupakan tujuan utamanya saat ini.


Tapi, segera Winston menyadarkan dirinya. Dia harus tahu siapa yang membuat ibunya meninggal dan yang membuat ayah Luna dihukum mati.


***


"Kau sangat menyedihkan! pengecut dan tidak berguna! saat kau melihat ibuku tenggelam, kenapa tidak menyelamatkan dirinya? kau harus membayar nya sehabis ini. Siapa nama pejabat yang menjadi dalang dari semua ini?" tanya Winston sudah lemas, karena mengetahui rahasia secara beruntun.


Mendengar jawaban dari Winston sungguh membuat Nonik semakin terkejut, karena Winston adalah putranya Lea. Memang Lea pernah bercerita jika dirinya sudah menikah dan memilki putra, namun Nonik tidak tahu jika dia adalah Winston.


"Aku, aku tidak berani mengatakan namanya, jika aku mengatakan namanya, nyawaku dan nyawa putriku akan jadi taruhannya," jawab Nonik dengan sangat gugup dan sangat ketakutan.

__ADS_1


"Jadi, maksud mu kau lebih senang mati saat ini juga? kau kira aku akan berbaik hati melepaskan mu? jika bukan karena kau, semua kejadian itu tidak akan pernah terjadi! bahkan jika kau memohon ampun pun, sepertinya sudah tidak bisa diterima. Jadi, yang bisa kau lakukan sekarang adalah mengatakan siapa namanya, jangan memancing kesabaran ku!" ancam Winston sedang meredam amarahnya.


Dengan sangat ketakutan dan gemetaran Nonik menyebutkan namanya.


"Namanya adalah Urek Heit," jawab Nonik langsung tersungkur, dia telah membocorkan nama paling membahayakan dihidupnya.


Mendengar nama itu sungguh membuat Winston semakin syok, dia tahu jika Urek Heit adalah wakil presiden di negara itu dan juga merupakan paman dari Nixon Heit.


Ya, nama belakang keluarga Nixon adalah Heit.


Winston memejamkan matanya sejenak, dia merasa sangat lelah mengetahui fakta-fakta menakutkan yang Nonik ceritakan.


"Rean, kau urus lah Nonik ini, buat dia menyerahkan dirinya sendiri ke polisi. Saat ini aku ingin pulang dulu," ucap Wisnton merasa lemas mengetahui semua fakta itu.


Kali ini, lawan Winston sungguhlah orang yang penting dan berbahaya. Namun, bukan berarti Winston akan melepaskan nya begitu saja. Winston bertekad untuk menghancurkan Urek sampai ke dasar. Karena Urek merupakan orang yang telah membunuh ibunya dan juga menculik istrinya dahulu.


Tapi, untuk saat ini Winston ingin menenangkan dirinya dahulu, Winston tetaplah manusia biasa, fakta-fakta yang baru saja ia ketahui sungguh lah membuat dirinya lemas dan syok.


***


Sebelum Winston kembali ke mansion, dia terlebih dahulu mampir ke makam ibunya.


"Ibu, aku sudah menemukan siapa yang membunuh Ibu, hari ini akhirnya aku tahu kenapa kau tidak ingin memberitahu nama gadis kecil itu padaku, kau ingin melindungi aku dari kejaran manusia biadab itu kan? Ibu, aku bersumpah akan menghancurkan dia!"


"Sekarang aku memiliki seseorang untuk aku jaga, aku ingin melindunginya sama seperti aku ingin melindungi Ibu dulu. Dia adalah Luna, Ibu, orang yang Ibu selamatkan itu menjadi istriku sekarang. Aku pasti sangat durhaka merasa senang saat ibu menyelamatkan Luna, tapi semua jawaban sudah aku ketahui sekarang. Ibu lihatlah aku nanti membalaskan dendam mu untuk dia."


Winston berbicara panjang lebar di makam ibunya itu, dia merasa sangat merindukan ibunya saat ini. Apalagi saat ia tahu jika ibunya dibunuh karena ingin melindungi Luna dan dirinya.


Winston sampai tidak sadar, jika hari sudah berganti malam. Dia sejenak lupa akan waktu dan tenggelam dalam pikirannya.

__ADS_1


"Ibu, aku pergi dulu ya. Saat ini Luna sedang sangat membutuhkan aku, tolong jaga Luna dari alam sana ya Ibu. Aku mencintaimu," ucap Winston berpamitan dari makam ibunya itu.


Setelahnya Winston bergegas pergi, karena Rean dan Sean sedang sibuk. Winston tadi pergi sendiri dan menyetir sendiri.


Karena Winston merasa sangat kelelahan, dia sampai tidak memperhatikan jalan. Sampai ia mengalami tabrakan di tengah jalan.


Tabrakan itu tidaklah parah. Hanya meninggalkan sedikit lecet di dahi Winston.


Tetapi, berbeda dengan respon anggota-anggota Winston yang lain. Mereka mengira jika Winston mengalami kecelakaan yang parah dan masuk rumah sakit.


Tok ... Tok ... Tok


"Tuti, Nani, apakah kalian di dalam?" tanya Lily tergesa-gesa. Karena baru saja ia mengetahui kabar dari berita bahwa Winston mengalami kecelakaan di jalan.


Tentu saja Lily juga berpikir jika kecelakaan itu sangat besar dan mengakibatkan Winston sedang terluka parah.


"Nona Lily, ada apa?" tanya Tuti membuka pintu kamar Luna.


Dengan tergesa-gesa Lily masuk ke ruangan itu dan menuju kasur tempat Luna berbaring.


"Hei kau, kau bukan nya kuat ya? setiap hari kita selalu berdebat dan belum pernah sekalipun aku menang darimu! Jangan kira kau bisa bersembunyi selamanya di dalam ruangan ini! Orang yang selalu mengalahkan aku bukanlah orang yang lemah!" teriak Lily kearah Luna yang sedang terdiam dan termenung di kasur itu.


"Nona Lily, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Tuti hendak menarik Lily keluar dari ruangan ini.


"Lepaskan aku Tuti, aku belum selesai berbicara!" balas Lily menghempaskan tangan Tuti darinya.


"Winston, dia sedang berbaring di rumah sakit! dia mengalami kecelakaan saat mengendarai mobil menuju kemari. Kalau kau tetap terbaring disini dan diam seperti itu, aku akan ...." belum sempat Lily meneruskan ucapannya eskpresi wajah Luna sudah langsung berubah.


Luna langsung beranjak dari kasur itu dan mencengkeram dengan sangat erat bahu Lily.

__ADS_1


"Dimana dia? di rumah sakit mana?" teriak Luna dengan wajah yang sangat khawatir dan tubuhnya sudah bergetar.


Jika Winston kenapa-kenapa, maka Luna akan kehilangan lagi, Luna akan menderita lagi karena harus kehilangan orang terpenting dalam hidupnya.


__ADS_2