Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Sandiwara Winston


__ADS_3

***


Sepanjang malam Luna menangis, Luna seperti diikat dengan rantai dan kebebasannya direnggut. Luna tahu dan percaya jika segala sesuatu pasti ada bayarannya, tapi Luna tidak tahu jika bayarannya adalah dengan bersama seorang pria paranoid dan arogan.


Luna sudah mulai merasa tertekan, Luna ingin melepaskan dirinya dari Winston. Tapi sepertinya pemikiran itu harus ia buang jauh-jauh, karena memang watak Winston sangat keras dan dia juga memiliki sifat arogansi yang parah.


"ayah, ibu, kenapa meninggalkan Luna sendirian di dunia ini? apakah Luna memang tidak berhak bahagia? Jika saja kalian membawaku ikut bersama kalian aku tidak akan semenderita ini."


Luna kembali mengingat mendiang orangtuanya. Saat berumur enam tahun, Luna sudah ditinggalkan oleh orangtuanya. Dan selama dua belas tahun lamanya ia menderita tinggal di rumah pamannya. Luna mengira sudah mendapatkan secercah harapan dengan pertemuannya dengan Winston. Tetapi, semakin lama Luna malah semakin tidak mengenali Winston, Luna masih bingung atas perhatian Winston padanya.


Sungguh kah Winston menyayanginya dengan tulus? atau Winston memang sudah jujur sedari awal bahwa Luna hanya akan menjadi penghibur dirinya?


Di mobil Winston.


"Sial, sepertinya aku telah melukai harga diri gadis kecil itu. Tapi jika aku tetap disitu, aku mungkin akan melukai nya." Ucap Winston pada dirinya sendiri.


Winston memang sengaja pergi dari apartemen itu, dia takut mencelakai Luna akibat amarahnya itu.


Winston sangat tidak suka pengkhianatan, mungkin ini diakibatkan oleh luka dari Ibunya. Winston juga kurang tahu cara mengekspresikan perasaannya dengan baik. Yang ia tahu, hari ini dia sangat marah karena Luna berduaan dengan Nixon.


Tring ... Tring ... Tring


"Halo Rean, kau tekan media untuk berita besok. Jangan biarkan berita Nixon dan Luna rilis, berikan uang sebanyak apapun yang mereka mau."


Winston menelepon assistennya Rean, Winston tahu, pasti Nixon sudah sengaja melakukan hal itu. Nixon ingin menaikkan pamornya dan juga Winston tidak suka jika ada berita yang merilis wajah Luna. Winston takut saingan bisnisnya yang lain menyelidiki Luna dan membahayakan hidup Luna.


"Baik Bos, mumpung Bos lagi menghubungiku, aku mendapatkan pesan dari sekretarisnya Gale Rolex, mereka akan kesini besok lusa dan mereka berharap Bos dan Lily menjamu mereka." Jawab Rean pada Winston.


"Hmm, sepertinya Gale sudah tidak sabar ingin mengikat hubungan bisnis denganku. pria tua itu ternyata tamak juga. Baiklah Rean kita jalan kan rencana seperti biasa, jangan lupa libatkan Sean dan Lani untuk hal ini."


"Baik Bos, saya akan mengurus segalanya. Dan mengenai Nyonya Luna, apakah kita tidak perlu memberitahukan perihal masalah pertunanganmu nanti?" tanya Rean menyelidik.

__ADS_1


"Kalau untuk Luna, itu urusan pribadiku. Sejak kapan kau tertarik menanyakan hal seperti ini? jangan-jangan kau juga suka pada Luna ya? awas kau ya Rean, kupatahkan nanti semua tulangmu jika kau berani." Ketus Winston pada Rean.


"Cih, Bosku ini sejak kapan menjadi kekanakan begini? siapa juga yang berani menyukai perempuan yang kau sukai Bos. Hal itu sama saja dengan mengundang kematian." Gumam Rean dalam hatinya.


"Tentu tidak Bos, aku hanya tidak ingin kau mengalami kesulitan nantinya." Jawab Rean geleng-geleng.


"Huh, baguslah kalau kau sadar diri. Oh ya, kau buatkan tim baru yang khusus mengamati Nixon, semua gerak-geriknya harus di awasi mulai sekarang."


Setelah mengatakan itu Winston pun segera mengakhiri panggilannya dengan Rean, karena memang mereka sudah sampai di mansionnya.


"Huh, aku masih harus berpura-pura di depan perempuan murahan ini." Gumam Winston dalam hati, karena ia tahu sebentar lagi ia akan bertemu dengan Lily.


Tidak berapa lama ...


"Sayang, akhirnya kau pulang. Aku sangat merindukan mu." Lily berlari memeluk Winston, sekarang Lily sedang mengenakan pakaian yang sangat seksi, yang baru ia beli tadi siang.


"Tentu saja aku merindukanmu, kalau tidak merindukan calon tunangan sendiri, siapa lagi yang pantas?" goda Winston tetap dalam mode sandiwara tingkat tinggi.


"Wah, aku tidak tahu jika Gale Rolex sangat peduli akan hal yang diluar bisnis." Balas Winston menyelidik.


"Tentu saja ayahku peduli, aku adalah putri satu-satunya, dan ini adalah acara yang penting. Apakah menurutmu pertunangan kita tidak penting?" Lily bertanya dengan ekspresi yang begitu manja.


"Tentu saja penting, masa pertunangan sendiri tidak penting? baiklah, aku sangat lelah hari ini, kamu tidurlah dikamar mu. Biarkan aku beristirahat, agar besok lusa bisa menjamu ayahmu dengan bugar."


"Hmm, kau tidak mau tidur denganku? aku bersedia menyenangkan mu malam ini." Goda Lily sembari menarik dasi yang masih dikenakan oleh Winston.


"Lily, kita masih punya banyak waktu sebelum melakukan itu. Tapi sekarang, aku harus beristirahat dengan banyak dulu agar nanti ayahmu tidak kecewa padaku. Benar tidak?" balas Winston masih dengan mode sandiwara level tinggi.


"Huh, kalau saja ayahku tidak datang, aku pasti sudah menyenangkan mu malam ini. Baiklah, aku bisa memaklumi nya, kalau begitu selamat beristirahat ya sayang. Muahhh." Lily memberikan kecupan di bibir Winston dan segera berlalu.


"Cih, Lebih murah dari ******* di bar. Kurang ajar, beraninya menciumku." Ketus Winston sembari mengusap dengan kasar bibirnya itu.

__ADS_1


Pagi harinya.


Hari ini Luna akan melakukan kelas pagi, kelas yang merupakan jadwal pertamanya setelah menjadi mahasiswi.


"Semangat Luna. Lupakan si ******** Winston! pria paling menyebalkan, tukang paranoid dan mesum itu!" gumam Luna ingin fokus hari ini melakukan kegiatan belajarnya.


Hari itu jadwal kelas yang dilalui Luna berjalan dengan lancar, Luna masih tidak bisa berbaur dengan baik di kelas nya. Dia masih menjauh dari sekitar, tetapi tentu saja Luna merupakan wanita yang sangat cantik. Kabar mengenai mahasiswi baru cantik dijurusan arsitektur sudah menyebar bagaikan jamur di seluruh kampus.


Tidak hanya Luna, Rendi pun langsung terkenal dengan instan. Sekarang wanita tercantik dan pria tertampan berada dijurusan arsitek, sedang menjadi top topik di universitas itu.


"Luna cantik, seperti nya kita sudah menjadi primadona di kampus ini. Aku sih sudah menduganya, karena memang ketampanan ku ini diluar nalar manusia, haha." Ucap Rendi memuji dirinya sendiri.


Melihat Rendi otomatis Luna ingin langsung menghindar, tetapi langsung dihadang oleh Rendi.


"Luna, bukankah kau sudah berjanji tidak akan menjauhi aku? jika aku punya kesalahan tolong maafkan aku, anggaplah aku sebagai temanmu. Aku mohon, mari kita menjalin pertemanan yang baik dulu."


Rendi merasa sedih, bagaimana Luna masih saja ingin menjauhi darinya.


Melihat kejadian itu membuat Luna merasa kasihan."Pria sebaik Rendi ini, haruskah aku jauhi karna sifat paranoid si Winston? ah peduli amat! aku hanya berteman dengannya. Tinggal aku jelaskan saja nanti, kalau dia tidak percaya, itu urusan nya." Gumam Luna dalam hati.


Luna tidak tega melihat Rendi dijauhi bukan karena kesalahannya.


Di kediaman Nixon.


***


"Loh, mengapa kejadian kemarin tidak diberitakan? hanya ada berita dirinya melakukan kegiatan sosial di panti sosial saja." Nixon heran mengapa tidak ada gadis itu di berita utama hari ini.


"Wah, sepertinya kucing kecil itu bukanlah orang biasa. Hahaha, semakin membuatku berdebar, semakin ingin kukejar kalau begini."


Lalu, segera Nixon memerintahkan suruhan kepercayaannya untuk menyelidiki Luna. Nixon sangat penasaran dengan Luna, bagaimana mungkin Luna bisa menghentikan berita yang sudah Nixon sengaja rancang untuk hari ini.

__ADS_1


"Nantikan saja gadis cantik, aku pasti akan memilikimu." gumam Nixon yakin pada dirinya sendiri.


__ADS_2