
***
Setelah merasakan ada seseorang yang memayungi nya. Luna pun melihat keatas, ingin melihat siapa yang memayungi dirinya itu.
“Sayang, kalau kau kehujanan seperti ini akan membuatmu jatuh sakit, nanti yang repot adalah aku loh,” ucap Winston dengan nada yang lebut sembari mengusap dengan lembut rambut Luna yang basah akibat air hujan itu.
Melihat Winston yang tiba-tiba ada dihadapannya membuat Luna menangis semakin kencang, sekarang luna menangis seperti anak kecil.
Dia merasa sangat aman karena Winston datang, dia merasa jika menangis dengan sangat kencang di hadapan Winston akan mengurangi sedikit rasa sakit dihatinya.
“Aishh, lihatlah, bisa apa kau tanpaku? Sekarang kau menangis seperti anak kecil,” ucap Winston sembari melepaskan jasnya dan menutupi tubuh Luna yang sudah basah kuyup.
Winston pun menuntun Luna menuju mobil yang sudah terparkir di depan pemakaman itu.
***
Di dalam mobil,
“Dari mana kau tahu aku disini?” tanya Luna menyelidik ke Winston yang sedang mendekapnya dengan erat di pelukannya.
“Kemanapun kau pergi, dimana pun kau berada aku pasti bisa menemukanmu, karena aku punya radar. Hehe,” jawab Winston ingin sedikit bercanda, dia melihat jika Luna sedang bersedih jadi Winston ingin sedikit menghibur Luna.
“Ah, enggak lucu,” ketus Luna terhadap lelucon Winston yang menurut Luna seperti dads jokes, garing.
“Hmmm, apakah kau sesedih itu melihat bibimu meninggal? Bukankah malah bagus jika dirinya meninggal? Setelah apa yang dia lakukan padamu, aku saja hampir membunuhnya,” ketus Winston dengan perkataan yang jujur.
“Terkadang karena kita sudah hidup lama dengan seseorang ada beberapa perasaan yang tidak bisa dijelaskan, aku tidak tahu apakah aku sedih akan kepergiannya."
"Yang aku tahu adalah aku sangat marah karena dia pergi tanpa mengucapkan kata maaf padaku, pada ayahku dan juga pada ibuku, aku marah sekali dengan kedaan ini,” jawab Luna kembali menangis.
“Sayang, terkadang kita harus bisa menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri. Semua ini pasti memiliki maksud tersendiri, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani hidup yang disediakan takdir untuk kita. Jangan terlalu marah pada keadaan, kau harus melihat sisi indah dari setiap kejadian,” jawab Winston dengan nada yang lembut pada istrinya itu.
“Kau! mengatakan sesuatu yang bijak seperti itu, memberikan aku perlindungan, selalu menghiburku tapi kau terkadang menyebalkan, sifat possessive mu yang kadang menggangguku, Kau! tidak boleh meninggalkan aku lagi, setelah semuanya ini kau harus bersamaku! jika kau berani meninggalkan aku, aku akan mengutukmu,” decak Luna sembari menangis.
Entah mengapa ucapan Luna membuat Winston terkekeh.
__ADS_1
“Hahaha, kau pasti sudah sangat mencintaiku. Yah, pria sempurna sepertiku siapa yang tidak suka,” jawab Winston menaikkan bahunya seolah-olah membanggakan dirinya.
“Iya aku sepertinya sudah mencintaimu. Karena itulah kau tidak boleh meninggalkan aku,” jawab Luna jujur akan perasaan nya.
Deg … Deg … Deg
Jantung Winston tiba-tiba berdetak sangat kencang. Karena pengakuan Luna barusan, selama ini belum pernah Luna menyatakan suka atau cinta pada Winston, selama ini hanya Winstonlah yang menunjukkan perasaannya pada Luna.
“Kau, Kau, bisakah kau ucapkan sekali lagi?” ucap Winston dengan suara yang bergetar dan wajah yang memerah. Dia seperti seorang anak remaja yang baru saja mengenal cinta.
“Aku tidak mau, aku hanya ingin mengatakannya sekali saja,” jawab luna tertunduk, dia baru saja tidak sadar telah mengucapkan perasaan nya barusan.
“Hehe, baiklah aku tidak akan memaksamu. Seperti yang pernah kau bilang padaku, kita masih memiliki banyak waktu karena kita akan bersama selamanya!” jawab Winston dengan wajah yang berbinar.
Walaupun udara sedang dingin akibat hujan tidak dirasakan mereka berdua lagi, saat ini udara yang mereka rasakan adalah udara yang hangat dan nyaman.
Berbeda dengan Rean yang sedang mengendarai mobilnya itu, Rean seperti udara yang tidak pernah ada disitu.
Pasangan yang sedang di mabuk cinta itu, tidak memperdulikan jika ada seorang jomblo yang sedang meradang di depan mereka.
***
Setelah beberapa saat mereka pun sampai di mansion Winston, namun karena Winston masih memiliki sesuatu yang harus dilakukan, Winston memberikan pesan pada Luna agar segera mandi dan menghangatkan dirinya. Agar Luna tidak jatuh sakit, sedangkan Winston dan Rean pergi ke ruangan kerja Winston yang berada di mansion itu.
Luna menuruti permintaan Winston, dan segera berlalu menuju kamarnya. Tetapi ditengah jalan ia bertemu dengan Lily.
“Huh, dasar lemah!” decak lily membuang mukanya dan tetap berjalan melewati Luna yang sedang menuju kamarnya itu.
“Ckckck!” Luna hanya bisa geleng-geleng dengan perlakuan Lily barusan.
Tapi setelah beberapa saat, Lily kembali menjumpai Luna dan meleparkan sebuah vitamin ke tangan Luna.
“Itu ada vitamin, kau harus meminumnya. Kau sudah dewasa tapi pulang basah kuyup seperti anak kecil. Kau memang wanita yang aneh,” decak Lily dengan wajah sombong khas yang ia miliki.
“Terimakasih,” sahut Luna dengan senyum yang mekar di wajahnya.
__ADS_1
Melihat itu Lily jadi sangat gugup, karena selama ini dia belum pernah memiliki seorang teman perempuan.
Karena Lily adalah orang yang sangat kaya, pergaulan nya pun dibatasi oleh ibu dan ayahnya. Makanya Lily sampai terjerumus ke pergaulan bebas dengan kekasihnya dahulu.
Karena Lily sama sekali tidak mengenal dunia luar dan kekasihnya yang dulu lah yang memperlihatkan nya dan mengajarinya hal-hal yang berbau dewasa itu.
“Jangan tersenyum padaku, membuat ku merinding saja, sangat aneh. A … aku pergi dulu!” jawab Lily dengan sedikit gagap dan berlari kecil menuju ruangannya.
“Hehe, setelah dilihat-lihat dia gadis yang sedikit lucu,” ucap Luna terkekeh melihat sikap Lily yang menurut Luna sangat menggemaskan.
***
Di ruangan kerja Winston.
“Rean, apakah semua rencana sudah berjalan dengan lancar? Jangan sampai ada sedikit pun kesalahan. apakah kau mengerti?” sahut Winston dengan nada yang serius.
“Tenang saja Bos, aku yakin Urek tidak akan menyadarinya, rencana ini sudah berada di atas kendali kita,” jawab Rean percaya diri dengan wajah yang tidak kalah serius dengan Winston.
“Bagaimana dengan Sean? Apakah dia sudah menemukan sesuatu? akan sangat hebat jika kita bisa menguak kesalahan Urek yang lain! aku ingin dia menderita!” decak Winston dengan senyum sinis yang tergambar di wajahnya. Dari matanya terpancar aura dendam yang sangat pekat.
“Sean sedang pergi dengan beberapa anggota kita menelusuri tempat-tempat yang pernah di kunjungi oleh Urek. Dan kebetulan orang yang dulu bekerja sama dengan Urek memberikan salah satu kontak sebuah bandar narkoba yang sangat terkenal di negara X, dan sekarang Sean sedang menyelidikinya dengan berpura-pura sebagai pengusaha yang ingin mengedarkan narkoba,” jawab Rean serius.
Karena saat ini, Sean memang sedang pergi keluar negeri menyelidiki kasus itu, Sean sangat percaya pada instingnya. Kalau Urek terlibat dengan sesuatu yang lebih besar dari yang ia duga.
“Bagus sekali! Tidak salah memang memiliki kalian berdua disisiku, kerahkan semua kemampuan kita untuk menumbangakan Urek Heit!” ucap Winston dengan nada yang serius.
“Baik Bos! Semua akan terlaksana sesuai dengan yang kau rencanakan!” jawab Rean menyanggupi perkataan Winston.
Sebentar lagi pemilihan yang direncanakan akan terjadi, semuanya harus berjalan sesuai dengan rencana Winston. Winston tidak boleh gegabah dan terburu-buru, ia ingin rencana ini terlaksana dengan sempurna agar kehancuran Urek terjadi dengan sangat sadis.
***
Setelah pembicaraan Winston dan Rean usai, Winston pergi ke rumah sakit. Karena Lani mengabarkan jika Rani sudahlah siuman. Dan sedang mencari-cari Winston sekarang.
Rean ikut mengantarkan Winston, setelah itu Rean kembali ke perusahaan untuk menyelesaiakan beberapa dokumen.
__ADS_1