Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Apakah kau belum Siap?


__ADS_3

***


"Pffttt," Winston terkekeh saat mendapati Luna sudah menutupi dirinya dengan selimut, sekarang Luna terlihat seperti kepompong.


Winston berjalan ke arah kasur, dia menarik selimutnya dan ikut berbaring di samping Luna ...."Sayang kau sangat imut." Bisik Winston ke telinga Luna.


"Astaga, dia ini pasti sudah gila, apakah aku pura-pura tidur saja? bagaimana ini? aaaaaaaa." Batin Luna berteriak, dia tidak siap apabila Winston melihat penampilan nya memakai baju seksi itu.


Winston memang nakal, dia suka sekali menggoda dan mengerjai Luna.


"Sayang, kau jangan pura-pura tidur, jika kau belum merespon ku, maka aku akan mencium mu sekarang.


Belum sempat Winston melanjutkan pembicaraan nya ....


"Sayang ada apa?" tanya Luna dari balik selimut.


"Buka selimutnya dan peluk aku sekarang." Winston menjawab dengan sangat tegas.


"Hiks, sudah kuduga, sudah KUDUGA! mana mungkin dia menyuruh pak Roni kesini mengantar baju seksi ini hanya untuk tidur, pasti ada tujuan lain, hiks, nasib ku yang menjadi simpanan ini benar-benar dirugikan. Tidak bisa menolak sama sekali."


Luna untuk yang kesekian kalinya meratapi nasibnya lagi.

__ADS_1


"Sayang, jangan sampai aku yang membuka selimut itu, jika sampai aku yang membuka nya, maka kau akan habis olehku sekarang." Suara Winston terdengar begitu tegas, tetapi berbeda dengan ekspresi nya, sedari tadi Winston terkekeh karena dia merasa puas menggoda Luna.


Dengan terpaksa Luna membuka selimut yang menutupi badan nya, dan memeluk Winston.


"Urat malu kuharap kau mati rasa dulu saat ini, aku sedang ingin memecatmu dari dalam diriku ... ku mohon pergi sebentar dari tubuhku." Luna berharap malam ini bisa cepat berlalu.


Melihat Luna berpakaian sangat terbuka benar-benar membuat Winston terkejut,


"Kenapa dia sangat cantik? padahal hanya memakai baju tipis seperti itu." Gumam Winston terpesona akan kecantikan Luna.


Luna memang benar-benar terlihat lebih cantik, kulit putih mulus nya dan juga rambut panjang nya yang tebal terurai, sungguh membuat penampilan Luna sempurna di mata Winston.


Mendengar permintaan dari Winston membuat Luna hanya bisa mengangguk. Luna hanya ingin malam ini cepat berlalu.


Melihat Luna tersipu malu, membuat Winston semakin bergairah, dia mencoba menanyai Luna sekali lagi.


"Sayang, apakah kau masih belum siap melakukan itu dengan ku?" Winston menanyakan dengan serius.


Dengan sangat cepat, Luna menjawab, "A ... aku belum siap sama sekali."


"Baiklah sayang, aku akan sabar menunggu." Winston menjawab dengan pasti, walaupun pastilah ada rasa kecewa di hatinya.

__ADS_1


"Aha, aku hampir lupa rencana ku yang kedua," gumam Winston dalam hati.


"Sayang, apakah kau ingat gaya tidur yang ku ucapkan tadi malam?"


"Hiks, sudah kuduga akan seperti ini, pasti mau gaya tidur seperti itu dengan pakaian terbuka ini, Hiks ... kepolosan diriku sirna sudah." Gumam Luna tanpa memberikan respon kepada Winston.


"Hehe, diam berati iya loh sayang." Goda Winston sembari menarik Luna agar lebih dekat dengan nya.


Dengan sekali hentakan Winston sudah memeluk Luna tepat di dada nya, sama seperti semalam.


"Sudah kuduga, gaun mini ini sungguh membuat hal ini jauh lebih menyenangkan, sekarang tidak ada lagi kain tebal yang menghalangi ... haha." Tawa kemenangan berkumandang dalam diri Winston.


Semakin dipeluknya erat tubuh Luna, dia ingin beristirahat sebentar dari kelelahan yang Ia alami hari ini.


"Ini Sungguh nyaman, aku sangat suka." Gumam Winston merasa nyaman memeluk Luna.


"Astaga, dia benar-benar memelukku di daerah itu, tenang Luna, tenang, kau bisa melewati ini."


Luna menenangkan dirinya, dia masih bersyukur Winston mau menghargai Keinginan nya untuk tidak melakukan hal itu dulu, walaupun saat ini dia merasa sangat geli, karena wajah Winston benar-benar terbenam di dadanya.


....

__ADS_1


__ADS_2