Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Aku Sudah Kalah Dari Awal


__ADS_3

***


Grey yang melihat gelang itu langsung sangat yakin jika gadis yang bernama Luna itu adalah Louise Anastasya, putrinya yang ia kira hilang beberapa puluh tahun yang lalu.


Segera Grey bergegas kembali ke ruangan putrinya dirawat.


"Pantas saja wajahmu sangat mirip dengan istriku, setelah penderitaan yang sangat panjang, ternyata Tuhan masih memberikan aku sedikit kebahagiaan! terimakasih sudah tetap hidup!" ucap Grey memegangi tangan putrinya itu.


Grey sangat senang, kebahagiaan nya meluap-luap. Apalagi saat tadi dokter mengatakan jika putrinya sedang hamil, yang artinya dia akan segera memiliki cucu.


Keesokan harinya Luna langsung sadar, dia masih pusing. Dia melihat ada dokter yang berjaga di sekitarnya.


"Anakku! bagaimana dengan anakku? apakah dia baik-baik saja?" tanya Luna dengan tergesa-gesa kepada dokter itu.


"Tenang saja Nyonya muda, anakmu baik-baik saja," jawab dokter itu ramah.


"Syukurlah, kau baik-baik saja nak. Ibu sangat khawatir padamu, oh iya ayahmu," decak Luna langsung mengingat Winston yang terkahir kali ia ingat hanya berhubungan dengan dua melalui telepon.


Luna sangat tahu, jika Winston sangatlah ketakutan saat itu.


"Pasti sekarang dia sedang sangat terpukul, ayo kita pulang nak, kita harus memberitahukan pada ayahmu kalau kita baik-baik saja," ucap Luna sembari mengelus perutnya.


Namun, saat Luna keluar dia kebingungan. Dan barulah Luna sadar jika dirinya masih berada di kapal.


"dok, kapan kita menepi? aku harus menjumpai suamiku, dia pasti sedang ketakutan sekarang," ucap Luna bertanya pada dokter itu.


"Mohon maaf Nyonya muda, tapi yang tahu adalah Tuan pemilik kapal, dia akan datang sebentar lagi," jawab dokter itu sangat sopan.


Sesaat setelah dokter itu mengatakan hal itu, tiba-tiba ada seorang pria yang seperti seumuran pamannya datang menghampiri Luna.


Pandangan pria itu entah mengapa membuat Luna merasa tenang, Luna juga melihat jika mereka memiliki mata yang sangat mirip.


Tapi, segera Luna menyadarkan diri dari buaian angan-angannya itu.


"Tuan, pertama-tama saya ingin berterimakasih karena Tuan telah menyelamatkan saya, tapi saya harus kembali sekarang, suami saya sedang menunggu kepulangan saya," sahut Luna dengan sangat sopan pada pria itu.

__ADS_1


"Putriku, Anastasya," ucap Grey langsung memeluk putrinya itu dan terisak.


"Ternyata suaramu pun sangat mirip dengan ibumu," ucap Grey lagi.


Dia tidak bisa membendung kebahagiaan yang ada dalam dirinya.


Melihat Luna yang keheranan membuat Grey Louise menceritakan semua kebenarannya.


Dan hal itu pun disetujui oleh Luna bahwa dulu dirinya ditemukan di sebuah danau oleh orangtuanya.


Luna sangat bahagia mengetahui jika dirinya tidak buang oleh orang tua kandungnya.


"Tuan, emm, maksud ku ayah, kapan kah kita bisa menepi? suamiku pasti sudah sangat khawatir padaku," ucap Luna serius pada Louise Grey.


Mendengar putrinya memanggil dirinya ayah sungguh membuat Louise Grey bahagia bukan kepayang.


"Putriku, karena kapal memiliki jalur nya sendiri, kita hanya bisa menepi dalam waktu dua minggu," jawab Grey dengan senyuman yang sangat indah di wajahnya.


"Dua minggu? tidak, itu terlalu lama, ayah bisakah memberikan aku telepon, aku ingin menghubungi suamiku," sahut Luna lagi.


"Maaf ayah, aku sangat mencintai suamiku, aku tidak ingin dia khawatir," jawab Luna langsung menelepon nomor Winston.


Namun, nomor Winston tidak bisa dihubungi. Dan karena mereka berada di tengah lautan, sinyal sangatlah sedikit. Kadang panggilan nya tersambung tapi tiba-tiba mati saat sinyal tiba-tiba hilang.


Ada saatnya Luna menghubungi Winston tapi tidak di angkat, Luna merasa Winston sekarang sedang sangat terpukul karena mengira dirinya sudah mati tenggelam.


Itulah yang terjadi selama dua minggu, makanya Luna tidak bisa menghubungi suaminya itu.


"Tunggulah sebentar lagi, bertahan lah, aku akan kembali padamu," ucap Luna dengan lirih. Dia sudah bisa membayangkan betapa sedihnya Winston saat ini.


***


Kembali ke masa sekarang.


"Rendi kenapa kau bisa datang kemari? apakah kau bersama Winston?" tanya Luna dengan wajah yang berbinar pada Rendi.

__ADS_1


"Aku datang sendiri, aku menyelidiki keberadaan mu sendiri. Apakah kau sungguh mencintai pria itu? apakah aku sudah tidak memiliki kesempatan?" tanya Rendi kecewa dengan jawaban Luna.


"Maafkan aku Rendi, tapi sedari awal aku sudah katakan padamu bahwa aku tidak akan memberikan kamu harapan. Dan sebenarnya aku sudahlah menikah dengan Winston dan sedang mengandung anaknya," jawab Luna jujur pada Rendi.


Mendengar jawaban Luna membuat Rendi terdiam, ternyata dia sudahlah tidak memiliki kesempatan sedari dulu.


"Nak Rendi, sabar ya, putriku memang sangat cantik, mirip ibunya. Sudah pastinya dia banyak yang suka," ucap Grey bercanda pada Rendi.


Karena melihat anak muda itu patah hati, Grey berencana menghibur nya. Melihat kegigihan anak muda itu membuat Grey tersentuh.


"Ayah, aku harus pergi sekarang. Suamiku pasti sudah menunggu ku," sahut Luna sama sekali tidak memperdulikan ayahnya dan juga Rendi.


"Lihatlah, dia sama sekali tidak memperdulikan kita. Aku penasaran siapa si Winston ini, membuat putriku jatuh hati seperti itu," ucap Grey menepuk-nepuk pundak Rendi.


Rendi yang tadi bersedih karena patah hati pun menoleh ke arah Grey yang sedikit mirip dengan Luna. apalagi matanya.


"Tunggu, tunggu, putriku? anda ayah Luna? bukankah ayahnya ...."


Belum sempat Rendi melanjutkan perkataannya, Grey langsung menimpali kata-kata Rendi.


"Anak muda, mau kah kau mendengarkan cerita orang tua seperti ku. Karena putriku tidak mau mendengarkan nya karena sedang dibutakan oleh cinta, mau kah kau menggantikan nya mendengar kisah ini?" ucap Grey dengan guyonan khas miliknya.


"Emmm, ba ... baiklah Tuan Grey," jawab Rendi sembari garuk-garuk kepala.


Dia tidak tahu jika orang paling tersohor di dunia adalah orang seperti Grey. Sangat jauh dari bayangan Rendi.


Rendi membayangkan jika Grey adalah orang yang sangat mendominasi, seperti Winston.


Tapi, lihatlah sekarang. Pakaiannya saja tidak lah formal, hanya menggunakan baju pantai yang cerah dan celana pendek.


Hati Rendi yang tadi kalut dan sangat sedih sekarang sedang terpingkal-pingkal oleh cerita Louise Grey. Ternyata Grey adalah orang yang sangat humoris dan sangat enak untuk di ajak bicara.


***


Dukung Author dengan cara like dan komen ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2