Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Rey


__ADS_3

***


Di rumah sakit,


“Winston akhirnya kau datang,” ucap Rani dengan linangan air mata di pipinya. Sesaat setelah Rani melihat Winston datang, wajahnya jadi berbinar dan merasa sangat senang.


“Aku bermimpi bahwa kau akan meninggalkan aku, aku sangat takut. Kau tidak akan meninggalkan aku kan Winston, kalua saja aku tidak diculik mungkin sekarang kita sudah menikah,” sahut Rani dengan senyuman di wajahnya.


Dia langsung menggenggam dengan erat tangan Winston yang sudah duduk dekat dengannya itu.


Winston sejenak terdiam, dia merasa kasihan pada Rani. Tapi, Winston tidak ingin Luna terluka jika Winston memberikan kesempatan pada Rani.


“Rani, aku akan tetap berada sisimu, sama seperti aku berada di sisi Lani, Rean dan Sean. Aku tahu kau adalah gadis yang berhati lembut dan baik, karena itulah dulu aku menerimamu di sisiku."


"Tapi, jika kau memaksa kan kehendakmu dan ingin aku bersamamu, aku tidak akan bahagia, karena aku sudah mencintai orang lain sekarang. Aku tidak ingin membingungkan dirimu dengan memberikan mu kesempatan yang palsu."


"Aku menyayangimu sama seperti aku menyayangi saudara kita yang lain, aku harap kau belajar menerima kenyataan itu. Kau berhak mendapatkan cinta seseorang yang lebih baik dariku,” ucap Winston dengan nada yang lembut namun memberikan ketegasan pada Rani.


Dia tidak ingin menjadi pria yang ombang-ambing, dia ingin memutuskan segalanya segera. Setelah permasalah Urek Heit selesai Winston ingin sepenuhnya hidup bahagia dengan Luna.


Luna sudah cukup menderita selama hidup, Winston sekarang ingin memberikan kebahagiaan untuk sisa hidup Luna sampai mereka tua.


Kepedihan yang Luna rasakan akan Winston balas dengan kebahagiaan di masa mendatang. Karena itulah, Winston tidak ingin ragu, walaupun itu artinya menyakiti perasaan orang yang disayanginya seperti Rani.


(Notes : Disayangi maksudnya sebagai saudara ya)


Mendengar itu Rani sedikit termenung, air matanya sudah tidak bisa lagi terbendung. Tubuhnya bergetar dan mulutnya seolah tidak bisa menjawab pernyataan Winston.


Rani sudah tahu jika Winston akan mengatakan itu, Rani tahu jika sifat Winston itu sangat teguh, Winston adalah seseorang yang jika sudah menentukan pilihan maka akan bertahan dengan pilihan itu. Namun, tetap saja Rani tidak terima dan merasa terluka.

__ADS_1


“Seandainya aku tidak di culik waktu itu, apakah kau akan tetap bersama dengannya? Seandainya aku tidak menghilang apakah kau akan tetap mencintainya?” tanya Rani dengan nada yang bergetar dan air mata yang sudah berlinang dengan sangat deras.


“Aku akan berterus terang, bahkan jika dahulu kau tidak pergi, mungkin aku akan tetap mencintainya. Dahulu kami memiliki sebuah janji, aku sudah bertemu dengan nya jauh sebelum aku bertemu denganmu."


"Mungkin perkataanku ini akan menyakitimu, tapi aku ingin kau memahami dan menerima keadaan. Aku tidak ingin kau berharap padaku dan malah terluka karena itu,” sahut Winston akan pernyataan Rani itu.


“Kau pergilah! aku tidak ingin melihatmu! kau ingin aku melupakan perasaanku dengan mudah tapi kau tidak memikirkan jika melupakan perasaan itu tidaklah mudah. Jika kau tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi, kau pergilah dari sini!” teriak rani kearah Winston yang sedang terduduk di samping kasurnya itu.


“Baiklah, kau tenangkan dulu dirimu. Nanti aku akan berkunjung lagi,” sahut Winston memberikan ruang untuk Rani menyendiri dan berpikir.


Setelah Winston pergi berlalu dari ruangan itu, rani langsung menangis dengan sangat pilu. Cinta bertepuk sebelah tangan yang ia alami sangatlah menyakitkan.


***


Di mansion Winston.


Saat ini Lily sudah menyerah menjadi tunangan Winston, dia ingin kembali ke negaranya dan kembali ke rumah orang tuanya. Lily sadar jika Winston sudah sepenuhnya milik Luna. Sudah tidak ada kesempatan bagi Lily.


Suara deringan ponsel Lily membuyarkan lamunan Lily yang sedang termenung dikamarnya itu. Lily memang sedang memikirkan sangat banyak alasan untuk diberitahukan pada ayah dan ibunya mengenai pemutusan pertuanangannya dengan Winston.


Ya, Lily ingin memutuskan pertunangan dengan Winston, Lily ingin memiliki sedikit harga diri pergi dari Winston.


“Halo,” sahut Lily saat melihat jika ada nomor tidak dikenal menghubungi nya.


“Halo sayang, apakah kau masih mengingat suaraku?” sahut pria itu dengan nada yang sinis dan terdengar sedikit tawa dari mulutnya.


“Rey?” sahut Lily dengan suara yang sudah meninggi. Saat ini dirinya sedang sangat panik, Lily sangat bingung dari mana Rey mendapatkan nomornya lagi.


“Gadis manis, aku mendengar jika kau sudah bertunangan, ternyata gadis rumahan yang polos sepertimu bisa mendapatkan calon yang tampan juga ya?” sahut Rey sembari melihat suart kabar yang menunjukkan potret pertunangan anatara Lily dan Winston.

__ADS_1


“Apa maumu?” decak Lily dengan nada suara yang sudah sangat bergetar.


“Hehe, kau mengenalku dengan baik sayang. Sekarang aku sedang berada di kota yang sama denganmu, dan aku sedang berada di mobil terparkir agak jauh dari mansion yang sangat besar menunggu mu,” sahut Rey dengan nada yang remeh.


“Apa maksudmu? Kenapa kau bisa tahu dimana aku tinggal?” decak Lily dengan nada suara yang sudah bergetar.


“Sudahlah sayang, aku bisa menjawab itu nanti. Kau datanglah kesini dahulu, aku ingin melihatmu sebentar. Jika kau tidak ingin menjumpaiku, maka kau tahu kan akibatnya, video kita yang sangat indah ini akan tersebar kesemua media massa,” decak Rey terkekeh namun dengan nada yang mengancam.


Setelah itu, Rey langsung mematikan ponselnya.


Mau tidak mau Lily harus mengikuti permintaan Rey, pria yang telah merenggut keperawanannya dan mengajari hal-hal yang tidak benar kepada Lily.


Dahulu, memang Lily adalah orang yang sangat polos dan tidak mengenal dunia luar, sekolah saja Lily dibuat home schooling, jadi Lily sungguh tidak mengenal pergaulan dan dunia luar.


Namun, saat pertemuan tidak sengaja antara dirinya dan Rey, Rey seolah-olah meracuni kepolosan Lily, dia sungguh memanfaatkan Lily hanya karena Lily sangatlah polos dan juga sangat kaya.


***


Dari kejauhan Lily sudah bisa melihat sebuah mobil yang terpakir, dia dengan sangat tergesa-gesa dan takut masuk kedalam mobil itu.


“Yo! Kau semakin cantik saja, apakah tunanganmu memberikan hidup yang menyenangkan padamu?” bisik Rey sudah mendekat kearah Lily.


“Sudahlah apa maumu? Berapa yang kau inginkan?” decak Lily sudah tidak sabar ingin mengakhiri perjumpaan nya dengan Rey. Pria ******** yang menghancurkan hidupnya itu.


“Kau jadi galak, tunggulah sebentar sayang, nikmatilah dulu waktumu bersamaku,” ucap Rey melajukan mobil itu kesebuah hotel.


***


**Jadwal up kembali ke jadwal biasa ya, hanya sekali di jam 00:00 :)

__ADS_1


Dan mulai selanjutnya author akan lebih aktif dikarya author yang kedua judulnya "Terikat Tali Pernikahan" karena memang novel simpanan pria arogan ini sudah author selesaikan. hanya tinggal menunggu up nya saja.


Jika kalian mau boleh cek karya author yang kedua itu ya, hehe. Tidak akan serumit novel ini, namun author jamin tetap akan menarik 🤗**


__ADS_2