Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Bekerjasama


__ADS_3

***


Tring ... Tring ... Tring


"Halo Nixon?" sahut Winston dari telepon genggam nya, karena memang saat ini dirinya sedang menelepon Nixon.


"Ada apa? kenapa kau menghubungiku?" jawab Nixon merasa keheranan, mengapa dirinya dihubungi oleh Winston.


"Ada yang penting yang ingin aku bicarakan, temui aku di tempat biasa," jawab Winston langsung memutuskan panggilannya dengan Nixon.


Tentu saja Nixon langsung tahu, jika tempat yang dimaksud adalah Klub King.


***


Setelah beberapa saat, Nixon sudah sampai di Klub King, dia langsung pergi ke ruangan VIP, tempat biasanya dirinya bertemu dengan Winston.


Disana dia sudah bertemu dengan Winston, dirinya sedang duduk seperti biasanya, diam dan terlihat mendominasi.


"Ada apa Winston kau mengajakku bertemu hati ini? lagian kenapa kau tidak membawa pengikut setiamu itu?" tanya Nixon sesaat setelah dirinya tidak melihat Rean bersama Winston.


"Sudahlah Nixon, aku tidak ingin berbasa-basi. Kau pastinya tahu kan perihal masa lalu Luna, masalah jika dirinya pernah di culik oleh pamanmu itu?" Winston langsung bertanya ke inti permasalahannya, dia tidak ingin berbasa-basi dengan Nixon saat ini.


"Ka .. kau tahu dari mana? kenapa kau bisa mengetahui semua itu? apakah Luna sudah mengingat semuanya?" tanya Nixon dengan wajah yang amat panik. Bagaimana tidak, Winston bisa tahu rahasia yang selama ini ia jaga dalam hatinya.


"Jangan bilang saat malam kau menelepon ku, anak yang kau suruh cari adalah Luna? jadi kau sungguh tahu jika Luna diculik, namun tidak melakukan apapun? aku tidak tahu jika kau sebegini pengecut nya Nixon!" ketus Winston sudah meredam amarahnya, dari ekspresi Nixon, tentu saja Winston langsung menyadari jika selama ini Nixon sudah mengetahui hal itu namun menutup-nutupi nya.


"Aku tidak peduli apa pendapatmu tentangku, aku hanya ingin kau menjawab pertanyaan ku, apakah Luna sudah mengingat masa lalunya?" tanya Nixon dengan wajah yang sudah memerah dan tubuhnya sudah bergetar hebat.


"Aku memintamu bertemu hari ini adalah untuk membahas hal itu, dilihat dari ekspresi dan perhatianmu terhadap Luna, bisa dipastikan kau sangat peduli padanya. Saat ini Luna sudah mengingat segalanya, walaupun dia belum menceritakan nya padaku, namun dia sudah mengingat semua kekejian yang pamanmu lakukan."


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama, aku ingin menumbangkan Urek Heit sampai dia menderita, tapi tentu saja dalam hal ini aku membutuhkan bantuan mu! apakah kau bisa membantu ku? kau pastinya tahu, jika membantuku menumbangkan Urek, maka keluarga besar mu akan menerima akibatnya." ucap Winston mengatakan maksud utamanya bertemu dengan Nixon saat ini.

__ADS_1


Nixon tercengang saat mendengar permintaan Winston, Nixon sadar betul akan permintaan itu, Winston sungguh ingin menghancurkan pamannya itu sampai hancur sampai menawarkan kerja sama padanya. Padahal biasanya Winston akan kerja dan menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa mengikat kerja sama dengan orang lain.


"Kenapa kau merasa aku akan setuju bekerja sama denganmu? Urek adalah pamanku, dan kau sendiri pun tahu, di keluarga ku semuanya harus saling menjaga nama baik sesama keluarga, dan dari permintaan mu sekarang, kau menyuruhku mencoreng nama baik salah satu keluarga ku," tanya Nixon mencoba menanyai Winston perihal inti dari yang dia inginkan.


"Karena kau ingin bebas, karena kau juga merasa bersalah pada Luna. Kau sampai ingin mencarinya bahkan sampai sekarang, kalau bukan karena merasa bersalah, lalu apa? Disamping itu, kau juga muak dengan tuntutan kelurga mu. Kau ingin bebas namun keluargamu sangat dominan dan tidak memberikan mu kesempatan untuk menjalani hidup yang kau inginkan!"


"Jika kau bekerjasama dengan ku, aku akan tetap menyelamatkan nama ayahmu dan keluarga besar mu. Yang aku inginkan hanyalah Urek, aku ingin dia menangis darah dan merangkak di hadapanku!" kecam Winston dengan ekspresi yang sudah berubah menjadi sangat marah.


Dari wajahnya Nixon sudah bisa melihat betapa marahnya Winston pada pamannya.


"Apakah kau yakin bisa menumbangkan dia?" tanya Nixon serius, karena dirinya pun tahu jika pamannya bukanlah orang biasa yang bisa disingkirkan begitu saja.


"Tentu saja bisa, aku jauh lebih berkuasa dari yang kau tahu Nixon, apalagi jika kau setuju bekerjasama denganku, pasti semuanya akan berjalan dengan sangat lancar dan cepat!" balas Winston tetap dalam ekspresi yang tadi.


"Baiklah aku akan membantumu, tapi aku punya satu syarat, ijinkan aku bisa betemu dengan Luna, ada banyak hal yang ingin aku bicarakan dengannya," jawab Nixon memberikan syaratnya pada Winston.


"Kenapa kau ingin bertemu dengannya? apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Winston dengan mata yang langsung menatap tajam pada Nixon.


"Tenang saja, aku tidak akan langsung merebut nya darimu, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengannya, aku juga ingin meminta maaf secara langsung padannya," jawab Nixon menjelaskan perihal mengenai mengapa dirinya ingin bertemu dengan Luna.


"Istri? kapan kalian menikah? kenapa tidak ada yang tahu?" tanya Nixon panik, karena jika Winston sudah menikahi Luna maka dirinya sama sekali sudah tidak memiliki kesempatan.


"Aku sudah lama menikahinya, aku memang belum mengumumkan hal itu secara umum, karena masih ada beberapa masalah yang belum terselesaikan, aku hanya ingin memperingati mu, agar kau tahu jika kau sudah tidak memiliki kesempatan," ketus Winston dengan tatapan tajam pada Nixon, dia seolah mengatakan jika Luna hanyalah miliknya.


***


Pertemuan antara dirinya dan Winston sudah berakhir, Nixon juga sudah menyetujui kerjasama antara dirinya dengan Winston. Karena memang Nixon sendiri tidaklah menyukai pamannya itu, dari dulu sebenarnya Nixon sangat ingin memberikan pelajaran pada pamannya itu.


Namun, Nixon masih belum memiliki cukup keberanian dan kekuatan untuk melawannya. Karena sungguh, paman Nixon adalah orang yang sangat sadis dan menyeramkan.


"Ternyata aku sangat terlambat menemukan dirimu kucing manis, aku sungguh lah sudah tidak memiliki ruang di hatimu. Tapi tidak apa, aku akan tetap melindungi mu, aku akan tetap berada di belakang untuk menjagamu," ucap Nixon sembari meneguk minuman yang berada ditangannya.

__ADS_1


Memang saat ini, diruangan itu hanya ada dirinya seorang, Winston sudah pergi meninggalkan ruangan itu sedari tadi.


***


Tidak terasa langit yang terang sudah diganti oleh malam, saat ini Winston baru saja sampai di mansionnya, dia sudah sangat tidak sabar untuk bertemu lagi dengan istrinya.


"Sayang," sahut Winston sesaat setelah dirinya membuka kamarnya itu.


Tapi, alangkah terkejutnya Winston saat mendapati Luna sedang berpakaian sangat seksi, seolah-olah Luna senagaja mengenakan pakaian itu untuk menggodanya.


"Glek," Winston langsung menelan saliva nya, belum pernah ia lihat Luna berpakaian seseksi itu.


Winston pun terdiam terpaku dan membisu akan pemandangan yang ada dihadapannya itu, dia masih tidak bisa mencerna apa yang sudah ia lihat itu.


"Sayang, kau sudah pulang? bagaimana dengan pakaian ku? apakah kau suka?" tanya Luna dengan wajah yang merona akibat merasa malu, sembari berlari kearah Winston.


"Kau, kau, siapa yang mengajarimu seperti ini? sejak kapan kau pandai menggoda ku?" tanya Winston masih memandangi tubuh istrinya yang hanya dibalut pakaian yang sangat tipis dan seksi itu.


"Tentu saja yang mengajariku adalah kau, kau bilang jika ingin berterimakasih tidak boleh hanya dengan kata-kata, harus menggunakan tindakan. Aku hanya belajar dari pengalaman," ucap Luna masih merasa malu dan menutup wajahnya di pelukan Winston.


Sebenarnya Luna sangat lah malu mengenakan pakaian itu dihadapan Winston, tapi setidaknya Luna ingin menyenangkan hati suaminya itu.


"Kau sungguhlah seorang penyihir licik, kau jangan menyesal jika besok kau tidak bisa berjalan akibat ulahmu ini!" decak Winston langsung dengan terburu-buru menggendong istrinya itu ke kasur.


"Kau sangat cantik, bagaimana bisa aku menahan diri jika melihatmu yang seperti ini?" ucap Winston langsung melucuti kemeja yang ia kenakan.


"Jangan terburu-buru, malam ini aku tidak akan menolak, aku akan berusaha mengikuti permainan mu," goda Luna dengan suara yang bergetar. Sungguh, sebenarnya Luna sangat tidak bisa mengatakan hal itu, dan bersikap menggoda seperti itu.


"Hehe, kau semakin pintar sayang, kedepannya pasti kau akan semakin mahir, tidak salah aku sering mengajarimu teknik-teknik kenikmatan itu," goda Winston sembari mencium Luna.


"Kau sudah berjanji akan mengimbangi permainan ku, sebaiknya kau pegang kata-kata mu itu, aku ingin sesuatu yang berbeda saat ini." bisik Winston sembari melancarkan aksi nakalnya itu.

__ADS_1


Olahraga panas yang amat panjang pun dimulai, Winston sungguh melakukan permainan itu berulang-ulang, seolah tidak bosan akan hal itu.



__ADS_2