
***
Di kantor Winston.
Winston sedang mengadakan meeting yang sangat penting di kantornya, meeting ini adalah mengenai sirkulasi perdagangan ilegal di pasar gelap.
Sean dan Lani telah mengumpulkan nama-nama dan juga data pribadi setiap orang yang melakukan transaksi ilegal di perdagangan dunia bawah atau pasar gelap itu.
Tujuan utama mereka kali ini adalah menguak semua data gelap perdagangan anak dibawah umur. Memang awal mula dibentuknya perkumpulan Winston ini adalah memang untuk membebaskan anak-anak yang secara tidak adil diperjual belikan di pasar gelap.
Karena itulah mereka menghancurkan geng Lou, agar Winston mendapatkan akses dan jaringan yang luas mengenai perdagangan di pasar gelap itu.
Dulu, Sean dan Rean adalah anak yang diperjualbelikan di sebuah platform perdagangan di sana. Kehidupan yang amat sangat mengerikan dirasakan oleh keduanya, namun takdir telah mengubah jalan hidup Rean dan Sean.
Saat mereka hendak dikirim ke klien yang membeli mereka, secara kebetulan Winston sedang kabur dari rumahnya. Saat itu Rean dan Sean sedang diikat di sebuah mobil, dan saat mobil itu berhenti disebuah pom bensin, Winston menyelinap masuk untuk menghindari kejaran pengawal yang dikirim oleh ayahnya.
Dari situlah pertemuan antara Winston dan mereka berdua pertama kali. Karena memang Winston sangat pintar, dia berhasil membawa kabur Rean dan Sean. Dari saat itu mereka selalu bersama, dan akhirnya merekrut orang-orang yang terbuang lainnya, seperti Lani dan beberapa anggota tersembunyi yang lain.
Jadi, baik Winston maupun anggota yang lain memiliki masa kecil yang sangat mengerikan. Dari situlah mereka bertekad untuk menghentikan ekploitasi anak yang mengerikan itu.
Namun, diluar dugaan Winston. Para member yang mengikuti dan mengatur perdagangan ilegal ini jauh lebih banyak daripada yang dikira.
Para membernya juga adalah orang-orang yang sangat penting dari berbagai negara, Jadi, untuk menuntaskan ini pasti membutuhkan waktu yang sangat banyak, juga mempertaruhkan nyawa mereka.
Karena memang apa yang akan mereka hadapi ini sangatlah sensitif dan berbahaya.
Keputusan meeting hari ini adalah bahwa mereka masih harus mengamati lebih lama lagi. Karena banyak sekali nama-nama yang sangat penting, baik itu dari pemerintah, kepolisian dan bahkan para konglomerat ikut andil dalam perdagangan anak yang dilakukan di pasar gelap itu.
***
"Winston, apakah kau masih bersama dengan gadis kecil itu?" tanya Lani pada Winston, saat meetingnya telah usai.
"Iya, dia akan selalu bersamaku, bukankah aku sudah pernah mengatakannya?" Winston menjawab sembari melangkah menuju ruangan pribadinya.
"Winston, kau tahu kan apa resikonya menjadi wanita mu? hidupnya akan dalam bahaya. Apalagi kita akan melakukan misi yang sangat berat. Apakah kau sudah fikirkan konsekuensi nya?" tanya Lani dengan wajah yang khawatir.
"Dia tidak akan celaka, ada aku disampingnya. Dan juga dia tidaklah bodoh seperti gadis yang lainnya, dia pasti akan merahasiakan hubungan kami." Jawab Winston melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan kakakku? dia bisa menghilang! bagaimana dengan dia?" Teriak Lani dengan wajah yang merah padam dan suara yang bergetar.
"Jangan pernah membahas dia lagi dihadapan ku Lani, bukankah kita sudah sepakat? dia lah yang meninggalkan aku, dia meninggalkan aku dengan hanya menitipkan sebuah surat! jadi, jangan pernah membahas dia di hadapanku lagi!" jawab Winston sembari melempar ekspresi yang amat sangat menyeramkan. Karena Lani benar-benar membuat emosi Winston memuncak.
***
Di kampus Luna,
Selama sesi belajar, Luna tidak bisa fokus. Dia masih memikirkan betapa ekstrimnya perjalanan hidup yang ia jalani beberapa hari terakhir ini.
Luna merasa dia harus bisa lepas dari Winston bagaimana pun caranya. Luna tidak tahu kedepannya Winston akan melakukan hal apa lagi padanya.
Jadi, Luna sudah memutuskan hal yang sekarang ia tuntas kan adalah mengenai ayahnya dulu. Jika Luna bisa membersihkan nama ayahnya, maka Luna akan memiliki hak untuk berbicara pada Winston.
Saat ini, Luna hanya bisa menurut dan pasrah. Disamping karena dia sudah menandatangani surat perjanjian bersama Winston, dia juga masihlah seorang anak pembunuh di mata Winston. Jadi, yang harus Luna lakukan sekarang adalah membersihkan namanya dulu.
"Winston, jam 12:00 kelasku sudah usai. Sesuai kesepakatan kita mengenai penyelidikan kematian ayahku, hari ini aku mau pergi ke rumah lamaku dulu. Aku mau mengambil semua barang-barang yang barangkali meninggalkan bukti."
Luna mengirimi pesan pada Winston. Hari ini Luna bermaksud pergi ke rumah lamanya, siapa tahu ada beberapa petunjuk disana.
Setelah meminta ijin pada Winston, Luna langsung bergegas pergi kesana. Karena memang jarak rumah lamanya lumayan jauh letaknya dari kampus Luna. Jaraknya membutuhkan waktu sekitar satu jaman agar bisa sampai disana.
Luna sampai di rumah lamanya, nuansa masa lalu kembali melintas di kepala Luna. Padahal dulu dia berjanji tidak akan kembali lagi kesini. Tapi, Luna baru menyadari beberapa hal belakangan ini, kita tidak bisa lari dari masa lalu, kita hanya bisa menerimanya dan menghadapi nya. Selama ini Luna memang sedang lari dari masa lalunya, karena memang begitu menyakitkan ingatan itu.
Luna masuk kedalam rumahnya itu, sudah banyak debu dimana-mana. Tapi barang-barangnya masih terletak di tempat yang sama.
Hal yang pertama kali Luna lakukan adalah dia masuk kedalam ruangan ayah dan ibunya. Dia melihat ruangan itu masih sama saat seperti terakhir kali Luna meninggalkannya.
Dia kembali mengingat kehangatan di rumah itu sebelum semua masalah menimpa. Ayah dan ibu Luna sangat menyayangi Luna. Mereka adalah keluarga yang sederhana dan harmonis.
Luna melihat-lihat ruangan itu, lalu Luna menemukan sebuah foto di laci meja rias ibunya. Di foto itu terlihat potret ibunya dan dua temannya, mereka terlihat sangat akrab. Yang satunya adalah bibi Luna, Nonik. Dan yang satunya lagi Luna tidak kenal.
Selanjutnya Luna pergi ke kamar dia dulu, dan sama seperti ruangan yang lain, keadaan kamar Luna masih sama seperti terakhir kali ditinggalkan. Hanya saja sudah terlihat berdebu dan bau apek.
Luna membuka kotak barang yang memang dia simpan dahulu, dia mulai melihat satu persatu barang yang ada di kotak itu. Kebanyakan adalah barang-barang yang dulu Luna sukai, seperti mainan dan boneka.
Namun disela-sela Luna membongkar barang usangnya itu, dia menemukan sebuah mainan kecil dan ada tulisan nomor ponsel disitu. Luna merasa heran dengan hal itu, dia tidak mengingat bahwa dulu dia memiliki mainan ini.
__ADS_1
Memang Luna tidak dapat mengingat apapun yang ia lalui saat berumah 6 tahun. Jadi Luna berfikir jika mainan itu adalah mainannya saat berumur 6 tahun makanya dia tidak bisa mengingat nya.
Namun karena mainan itu masih terasa janggal di perasaan Luna, dia memutuskan membawa mainan itu dan mencari tahu nomor siapa yang tertulis dimainan itu.
Setelah mengelilingi rumah seharian, Luna merasa lelah. Dia tidak menemukan apapun yang berarti disitu, karenanya Luna hendak kembali pulang. Takutnya Winston akan marah besar jika Luna berlama-lama disini.
Tapi sebelum Luna keluar dari kamarnya, Luna melihat sebuah kotak yang berada di bawah kasurnya. Karena merasa janggal, Luna mengambil kotak itu dan membuka nya. Lalu dilihatnya lah sebuah gelang berukuran kecil, beberapa foto dan sepucuk surat di dalam.
Di sekitaran gelang yang berada di dalam kotak itu tertulis sebuah inisial 'AL', apakah itu inisial nama atau bukan, Luna kurang tahu. Lalu segera Luna membaca surat yang sudah terlihat lusuh itu.
Betapa terkejutnya Luna saat membaca surat yang merupakan surat peninggalan ibunya Luna.
"Luna, ini Ibu. Mungkin jika kau membaca surat ini, kau sudah sendirian di dunia ini. Maafkan Ibu ya nak, tidak bisa menjagamu sampai dewasa.
Sebelum Ibu pergi dari dunia ini, Ibu mau memberitahukan kamu sebuah kebenaran. Sesungguhnya kamu bukanlah anak kandung Ibu dan Ayah, kami menemukan kamu ditinggalkan di sebuah tepi danau.
Karena memang Ibu dan Ayah sangat ingin memiliki anak, maka kami pun mengadopsi dirimu. gelang yang Ibu letakkan di kotak ini adalah gelang yang melingkar ditanganmu saat pertama kali kami menemukan mu.
Maafkan ibu mengatakan kebenaran ini hanya melalui sepucuk surat. Tapi Ayah dan Ibu sungguhlah sangat menyayangi dirimu. Ibu berharap kau bisa bahagia, jangan memikirkan masa lalu dan tetap lah berjuang maju. Aku mencintaimu mu."
***
Itulah isi surat itu. Otak Luna berhenti berproses sebentar, dia sangat terkejut dengan fakta yang baru ia temukan mengenai dirinya. Tapi, Luna tidak ambil pusing. Walaupun Luna bukan anak kandung ayah dan ibunya, Luna tetap menganggap mereka adalah orang tua Luna yang sesungguhnya.
Walaupun ada rasa marah di hati Luna, bahwa dia telah dibuang oleh orangtua kandungnya. Namun cepat-cepat Luna buang perasaan itu. Luna tidak akan pernah mencari tahu siapa orang tua kandungnya itu.
Gelang, foto dan surat itu Luna bawa kembali, dia akan menyimpannya dengan baik. Karena itu adalah peninggalan ibunya untuknya.
"Ibu, Ayah, walaupun kalian bukan orangtua kandungku, tapi di hatiku hanya kalian lah orang tuaku. Dari dulu sampai selamanya itu tidak akan pernah berubah." Ucap Luna pelan sembari meninggalkan rumah lamanya.
Tak terasa ternyata langit sudah gelap, Luna lupa membuka ponselnya dari tadi karena sedang bernostalgia dengan rumah lamanya.
"****** aku, apa yang akan Winston perbuat padaku?" gumam Luna ketakutan saat membuka ponselnya dan terlihat ratusan panggilan tak terjawab dari Winston. Dan ada puluhan pesan di inbox nya.
Tring ... Tring ... Tring
"Ha ... halo." Jawab Luna gagap karena yang menelfon adalah Winston.
__ADS_1
"CEPAT KESINI DAN MASUK MOBIL SEKARANG JUGA!" tegas Winston pada Luna. Dan segera Luna terperanjat saat melihat sudah ada mobil yang terparkir dekat pekarangan rumah lamanya itu.
Dengan gemetaran Luna berjalan ke mobil itu, dia sudah tidak bisa membayangkan semarah apa Winston sekarang.