
***
"Nak Winston, lihatlah aku menemukan gadis cantik ini tadi diluar, sepertinya dia dijebak oleh seseorang dan menyuruhnya meminum obat perangsang. Haha, sungguh beruntung sekali, dihari bahagia ini ada gadis yang sangat cantik yang akan menghibur kita."
Ucap Lou sembari mengelus lengan Luna.
"Ahh ... jangan sentuh aku, tolong." ucap Luna lirih saat mendapati ada yang mengelus lengannya.
"Ada apa sayang?" Tanya Rena keheranan saat melihat tangan Winston sedang bergetar hebat, dan nafasnya sangat memburu, seperti seseorang yang sedang sangat marah.
"Tidak apa-apa." Jawab Winston singkat.
Saat Winston menjawab pertanyaan Rena, Luna mendengar dan langsung mengenali suara Winston. Luna sedang tidak bisa melihat dengan jernih karena efek dari obat tersebut.
"Winston, apakah itu kau? syukurlah kau disini. Tolong aku, aku di jebak, dia memberikan aku minuman yang aneh, tolong aku." Lirih Luna pada Winston.
"Loh, Nak Winston apakah kau mengenal gadis ini?" tanya Lou menyelidik.
"Tidak, aku tidak mengenalnya." Jawab Winston pada Lou.
"Jahat! kenapa kalian semua sangat jahat pada ku? Winston kau jahat! brengsek! padahal aku sudah mempercayai mu!" Luna berteriak didalam ruangan itu, sungguh dia sangat terluka dan tidak menyangka saat mendapati respon Winston yang mengatakan jika ia tidak mengenali Luna.
"Heh kau gadis murahan, beraninya kau berteriak dihadapan kekasihku!" teriak Rena pada Luna.
__ADS_1
"Huhu. Kau jahat! kalian jahat! apa salahku? kenapa kalian semua menjebak aku? saat kau sudah memiliki kekasih baru, kau tega mencampakkan aku seperti ini. Dasar kau bedebah! kau jahat!" tangis Luna lirih.
Harapannya hilang sudah, bayangan manis akan hidup yang akan lebih baik sirna sudah. Harapannya satu-satunya sudah lenyap, dia merasa sudah tidak diterima lagi didunia ini. Dia merasa semua orang sudah mengkhianati dirinya.
Melihat Luna hendak pergi dari ruangan itu membuat Lou menarik lengan Luna.
"Tenanglah gadis cantik, aku akan melepaskan mu dari penderitaan." Ucap Lou sembari mengusap lengan Luna.
Tring ... Tring ... Tring
Lou keheranan saat anggotanya menghubunginya.
"Halo, ada apa?"
"APA?" entah apa yang sedang dibicarakan Lou dan anggotanya ditelfon, tetapi wajahnya sangat merah dan terlihat sangat marah."
Bagaimana tidak, sekarang di markas rahasia geng Lou sudah dipenuhi oleh pihak berwajib. Semua transaksi gelap yang telah ia selundupkan, dengan secara misterius bisa didapatkan oleh pihak berwajib itu.
"Pasti kau kan yang memberikan bukti-bukti itu pada kepolisian! dasar kau bedebah! akan ku hancurkan kau!" teriak Lou pada Winston.
Tetapi Winston masih tetap tenang. Diambilnya gelas berisi wine yang dihadapannya, lalu diteguknya wine itu dengan sangat anggun.
"Tuan Lou, seharusnya kau sudah tahu trik kotor seperti ini merupakan trik dasar yang sangat gampang ditebak. Tetapi, karena keserakahan dirimu, kau menutup mata dan malah menyerahkan banyak bukti transaksi padaku."
__ADS_1
"kau ternyata belum mengenal aku Tuan Lou, apakah kau berfikir bisa mengendalikan ku? HAHAHA! lihatlah dirimu sekarang! sangat menyedihkan! kau hanya tinggal menunggu kehancuran Tuan Lou, nikmati lah."
Ucap Winston mendekat kearahnya sembari memegang senjata api dan ...
"Dorrrr ...." Satu tembakan mengenai lengan Lou.
"Ayah ...." Teriak Rena saat melihat ayahnya terluka.
"Diam kau *******! berani sekali tadi kau meneriaki wanitaku." Sungguh api amarah yang sangat menyeramkan terpampang dimata Winston.
Winston pun memerintahkan anak buahnya untuk membawa Rena keluar dan mengurusnya dengan baik. Tentu saja dalam hal ini, Rena akan diberikan siksaan.
"Kau, Tua bangka. Jari mu yang mana tadi yang menyentuh wanitaku?" tanya Winston sembari menarik kerah Lou.
"Apakah yang ini?" ucap Winston menunjuk jari jempol Lou dan langsung mematahkannya.
"Atau yang ini?" sekarang jari telunjuk yang dipatahkan oleh Winston, dan begitu seterusnya sampai semua jari-jari Lou benar-benar patah.
"HAHAHAHA! tidak menyangka Winston kau benar-benar menyukai seorang gadis! Heh! anak muda, kau pastinya tahu didunia kita ini, mencintai seseorang merupakan kelemahan yang sangat fatal! HAHAHA!
SUATU SAAT NANTI GADIS ITU AKAN MENJADI PENGHAMBATMU WINSTON!" Ucap Lou dengan amarah yang begitu meluap.
"Heh! Lou yang akan menjemput ajalnya ini sungguh banyak bicara! aku tidak sebodoh kau Lou. Jika ada yang berani menjadikan wanitaku sebagai kelemahanku, maka aku akan bertekad menjadi pusat rantai, sampai kelemahanku pun tidak akan ada orang yang berani menyentuhnya!"
__ADS_1
"Rean, urus Lou dan anggota-anggotanya yang berada diluar, dan untuk Lou berikan dia siksaan yang paling buruk. Buat dia memohon untuk mati, dan patah kan tangan nya itu!" perintah Winston pada Rean.
"Baik Bos." Jawab Rean menyanggupi, sembari membawa Lou keluar dari ruangan itu.