Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Malam Panas (I)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Rean, bagaimana? apakah bukti-bukti sudah terkumpul semua?"


"Sudah Bos, malam ini kita tinggal melancarkan rencana saja." Jawab Rean pada Bosnya Winston.


"Bagus, aku sudah sangat muak berpura-pura pada si Lou itu, dan si Rena pun sepertinya sudah mulai curiga padaku. Jangan sampai ada kesalahan malam ini."


Tegas Winston pada asistennya Rean.


Semua rencana yang disusun telah tersusun dengan rapih, tinggal menunggu malam hari tiba, maka perdagangan dunia bawah akan sepenuhnya dibawah kendali Winston.


..


Tring ... Tring ... Tring


"Cih, tumben sekali si Hani menelepon aku?" gumam Luna dalam hati.


"Halo, ada apa?" tanya Luna ketus.

__ADS_1


"Halo kaka, apakah Kaka masih marah padaku? setelah aku renungkan, sepertinya aku memang keterlaluan malam itu. Sebagai permintaan maaf, mau kah kaka menerima traktiranku?" Hani bertanya selembut mungkin, berharap Luna menyanggupi permintaannya.


"Aku tidak punya waktu, aku sedang sibuk." Respon Luna benar-benar ketus, dia sungguh tidak ingin berhubungan dengan Hani lagi, walaupun dia adalah sepupunya.


"Ayolah kak, walaupun begitu, aku ini kan tetap saudara mu, demi papa tolong terima permintaan maaf ku. Malam ini di hotel x aku sudah menyiapkan traktiran dan hadiah untuk Kaka."


"Baiklah, untuk kali ini aku akan menyanggupi permintaan mu, tapi aku tidak bisa lama-lama, jam 9 malam aku harus sudah pulang." Jawab Luna sembari mematikan Teleponnya.


"Dasar! kau kira aku sudi meminta maaf kepadamu? lihat saja malam ini, kau akan benar-benar dicampakkan oleh Winston!" sungguh, Hani memiliki niatan yang begitu jahat pada Luna, dia sedang melancarkan rencana kejinya pada sepupunya sendiri.


Malam hari di hotel X.


"Cih, apakah dia sudah mendapatkan wanita yang baru? dasar playboy. Nanti kena penyakit kelamin baru tahu!" ketus Luna merasa kesal tak bisa menghubungi Winston.


karena nanti takut mendapatkan masalah, Luna menghubungi Rean, dia memberitahukan perihal undangan Hani di Hotel X, dan Rean sudah berjanji akan menyampaikan pesan itu pada Winston.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, Luna sudah sampai di Hotel X, tepatnya di lantai paling atas tempat perjanjian Luna dan Hani.


Luna pun masuk kedalam ruangan hotel tempat perjanjian mereka.

__ADS_1


"Kaka, apa kabar? terimakasih ya sudah mau datang." Hani menyambut Luna dengan penuh kepalsuan.


Mendapat respon seperti itu, Luna hanya menampilkan senyum biasa. Sebenarnya Luna sungguh tidak ingin bertemu sapa dengan Hani lagi, tapi yasudah lah, mau bagaimana pun Hani tetaplah sepupu Luna.


"Wanita murahan ini sok sombong padaku! lihat saja apakah kesombongan mu itu masih bertahan beberapa saat lagi." Gumam Hani dalam hati.


Di dalam ruangan itu, Luna bisa melihat ada banyak makanan dan minuman yang tersedia. Tanpa menaruh curiga, Luna menyantap makanan yang disodorkan oleh Hani, karena memang dia sendiri pun sedang merasa kelaparan.


Tanpa sadar Luna mulai merasa kepalanya sangat pusing, pandangannya mulai buram. Dan samar-samar ia melihat Hani sedang tertawa dan mengundang seorang pria masuk kedalam ruangan itu.


"Hei, aku sudah memberikannya obat perangsang yang sangat kuat. Kau bisa melakukan apapun padanya, tapi jangan Lupa rekam semuanya." Hani sedang berbicara dengan seorang pria didalam ruangan itu.


"Haha, baiklah Nona. Aku siap melakukannya, apalagi dengan gadis secantik ini." Respon pria itu sembari memandangi tubuh Luna.


"Baiklah, aku pergi dulu, kau nikmati lah malam mu." Respon Hani pada pria itu.


"Hani, teganya kau! kau akan mendapatkan karmanya, aku tidak akan memaafkan mu! dasar bejat!" Luna berteriak sekuat tenaga, tetapi memang tubuhnya sekarang terasa sangat panas.


Hani tidak memperdulikan ucapan dari Luna, tetap saja dia berlalu dan pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2