
***
"Sayang, bagaimana pemeriksaan hari pertama mu? apakah lancar?" tanya Winston pada Luna. Karena memang Winston menyempatkan dirinya untuk menjemput Luna hari ini dari rumah sakit. Segala perkejaan dia limpahkan pada Rean.
"Belum ada hasil sama sekali, tapi mungkin itu karena masih hari pertama pemeriksaan." jawab Luna lesu sembari memanyunkan bibirnya.
"Sayang, aku sedang menyetir sekarang. Jika kau bertingkah menggemaskan seperti itu, aku tidak yakin bisa menahan diri lagi." ketus Winston pada Luna. Padahal Luna sama sekali tidak melakukan apapun, hanya memanyunkan bibirnya saja.
"Memangnya kau berani melakukan apa di jalanan seperti ini? lagian aku tidak melakukan apapun. Kenapa kau selalu saja mengatakan aku menggemaskan, yah memang ku akui, aku sedikit cantik sih," jawab Luna sembari menaikkan bahunya dan melihat ke arah Winston sembari tersenyum.
"Kau memang penggoda, apakah kau mau mencobanya di tengah jalan seperti ini? mungkin rasanya akan berbeda, ayo kita lakukan disini," goda Winston sembari melihat dengan intens ke arah Luna, saat mereka berhenti di lampu merah.
"Kau, kau, kau mesum! aku tidak mau, bukankah kau sudah berjanji mengajak aku ke suatu tempat hari ini? aku tidak mau kehabisan energiku!" ketus Luna dengan ekspresi yang sangat kesal. Bagaimana mungkin Winston kepikiran untuk melakukan hal itu di tengah jalan yang ramai seperti itu.
"Haha, kau memang sangat mudah di goda, tenang saja aku akan melakukan hal itu saat kita sudah di rumah," goda Winton sembari kembali melajukan mobilnya.
"Seandainya orang-orang tahu bagiamana mesumnya dirimu, aku rasa mereka akan terkejut dan menyesal telah mengidolakan mu," ketus Luna geleng-geleng melihat kemesuman suaminya itu.
"Kau salah sayang, jika mereka tahu betapa hebat dan perkasanya aku, maka mereka semua akan lebih tergila-gila terhadapku. Kau adalah orang paling beruntung di dunia ini karena telah mendapatkan aku," Winston begitu percaya diri mengatakan itu pada Luna.
Karena sudah tidak mampu merespon kepercayaan diri level dewa milik Winston, Luna hanya bisa geleng-geleng kepala.
Setelah beberapa puluh menit dalam perjalanan mereka sampai di sebuah taman bermain.
__ADS_1
"Kenapa kau membawaku kemari? lagian kenapa kau memakai baju kasual dan memakai topi?" tanya Luna keheranan, karena biasanya Winston selalu memakai pakaian formal dan terlihat rapih. Tapi sekarang dia terlihat seperti pria dewasa normal yang sangat tampan.
"Aku mau mengajakmu berkencan, dulu saat hari kelulusanmu aku tidak bisa menemanimu. Jadi aku akan membayarnya sekarang," balas Winston menarik tangan Luna menuju taman bermain yang dipenuhi banyak sekali wahana.
Mendengar itu sungguh membuat Luna sangat bahagia, dia langsung mengikuti langkah kaki Winston dengan wajah yang sangat bahagia dan berbinar.
"Winston, aku mau makan itu, itu dan itu," ucap Luna memeluk Winston dan melihat ke arah Winston dengan wajah yang sangat imut sembari menunjuk beberapa makanan seperti gula kapas dan makanan ringan yang lainnya.
"Sial, kau sangat menggemaskan! kau pasti mau menyiksaku kan?" decak Winston memegangi dadanya karena ritme detak jantung terlalu cepat, saat melihat Luna bersikap manja terhadapnya.
"Aku tidak menyiksamu, kau mau belikan aku tidak? kalau tidak yasudah," balas Luna pura-pura sedih dan menunduk.
"Kau, kau penyihir licik. Kau menggodaku dikeramaian seperti ini. Lihat saja bagaimana aku akan menghukum kamu nanti," goda Winston mencubit pipi Luna sembari menarik tangannya menuju tempat makanan yang diinginkan Luna itu.
Hari ini mereka terlihat sangat bersenang-senang, apalagi Luna, dia merasa sangat bahagia sekarang. Karena ini merupakan kencan pertama yang diinginkan oleh Luna. Apalagi sekarang penampilan Winston tidak terlihat mendominasi, jadi mereka terlihat seperti pasangan normal pada umumnya.
"Winston, apakah kebahagiaan ini akan bertahan selamanya? aku sangat bahagia sekarang. Tidak ada hal lain lagi yang kuinginkan, apakah kau akan terus mencintaiku seperti ini dan tidak akan meninggalkan aku?" tanya Luna sembari bersandar di bahu bidang Winston.
"Seharusnya pertanyaan itu aku tanyakan kepadamu sayang, aku adalah orang yang sangat setia. Aku juga konsisten, saat aku mengatakan jika kau adalah satu-satunya wanitaku maka itu berlaku untuk selamanya." balas Winston memegang erat lengan Luna.
Mendapat respon seperti itu sungguh membuat Luna sangat terharu, entah mengapa dia tiba-tiba menangis. Hal itu sontak membuat Winston panik.
"Kenapa sayang? apakah ada yang salah dari ucapakan ku?" tanya Winston panik sembari menoleh ke arah Luna.
__ADS_1
"Tidak, aku sangat bahagia, tapi kebahagiaan ini membuatku takut. Aku takut kebahagiaan ini akan pergi lagi dariku, aku takut kebahagiaan ini hanya sementara," jawab Luna sembari menangis. Luna merasa selama hidup, baru kali ini dia merasakan bahagia yang sesungguhnya, hal itu malah membuat Luna ketakutan.
"Sayang, lihat mataku. Apakah kau merasa aku akan membiarkan mu bersedih lagi? saat kedatangan mu ke mansion ku dulu, aku pernah berjanji untuk melindungi dirimu dan hal itu tidak akan pernah berubah. Aku berjanji tidak akan membiarkan mu bersedih lagi. Karena aku adalah suamimu," Winston mengusap air mata Luna dengan lembut.
Saat melihat Luna menangis entah mengapa tidak membuat Winston sedih, malah dia merasa sangat senang. Karena hal ini membuktikan jika Luna sungguhlah sudah jatuh hati padanya.
"Aku mungkin tidak pernah mengatakan hal ini, tapi terimakasih Winston karena telah masuk kedalam kehidupanku. Aku sangat bersyukur kau ada disisiku saat ini," ucap Luna dengan sangat lembut sembari mencium Winston ditengah keramaian itu.
Saat mendapati perlakuan itu membuat Winston tercengang. Nafasnya bahkan tertahan dan matanya tidak berkedip. Setelah beberapa saat barulah ia kembali bernafas dan bergerak.
"Kau, kau, ucapakan sekali lagi. Aku ingin merekamnya." ucap Winston tergesa-gesa mengambil ponsel yang ada di sakunya.
Luna terkekeh melihat reaksi Winston yang menurut Luna sangat lucu itu.
Luna langsung menarik wajah Winston dan menciumnya berkali-kali, hal itu membuat Winston semakin syok. Kali ini dia bahkan lupa untuk bernafas.
Setelah beberapa saat, Winston menyadarkan dirinya. Dia sungguh sedang di goda oleh Luna kali ini.
"Dasar kau penggoda, ayo kita pulang!" decak Winston menarik Luna untuk segera pulang.
Karena Winston merasa sudah tidak bisa menahan gejolak kebahagiaan yang di rasakan nya saat ini.
"Kau harus tahu akibatnya jika menggodaku, aku tidak akan melepaskanmu sedetikpun malam ini. Lihat saja!" goda Winston melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Mendapat respon yang berlebihan seperti itu membuat Luna tersadar. Luna sesaat lupa jika Winton memiliki nafsu yang sangat besar terhadapnya, Karena kebahagiaan yang dirasakannya tadi, Luna langsung bertindak spontan tanpa berpikir dahulu.
"Sial, habislah aku malam ini!" gumam Luna membayangkan betapa lelahnya dia malam ini.