
***
Sesuai usulan dari Winston, hari ini Luna di jadwalkan akan melakukan latihan bela diri disalah satu tempat yang sudah dipilihkan Winston untuknya. Luna akan dilatih oleh pelatih profesional yang disana.
Pelatihan keras benar-benar dilalui oleh Luna, badannya sungguh kaku, jadi butuh penyesuaian diri untuk latihan yang akan di laksanakannya itu.
"Hiks, aku sangat tidak suka melakukan hal ini. Ini menyakitkan ... 'krekk' ... ahhhh pinggangku!" Luna berteriak saat pinggangnya encok.
Melihat hal itu, pelatih merasa khawatir dan meraba pinggang Luna untuk memeriksa apa yang terjadi.
"Hei bedebah! kau taruh dimana tanganmu?
Winston berlari menghampiri Luna dan dihempaskannya lengan pelatih itu.
"Aduh, seperti nya paranoid si Winston ini sungguhlah sangat parah, apa yang ada di pikiran nya? bukan kah pelatih ini hanya ingin menolong ku?" gumam Luna geleng-geleng melihat sikap Winston.
"Ayok pulang, kita cari pelatih yang lain! enak saja kau mau memegang tubuh wanitaku! aku patahkan tanganmu itu baru tahu rasa!" ancam Winston ke pelatih itu.
__ADS_1
"Kau juga umurmu bukannya masih muda ya? kenapa bisa sakit pinggang sih?"
teriak Winston pada Luna, dan segera Winston memapah Luna ala bridal style untuk membawanya pulang.
"Ckckck, kena marah lagi kan akunya, padahal aku hanya mengikuti apa yang dia bilang. Selalu saja aku yang di salahkan. Ah! aku emosi!" gumam Luna dalam benaknya, ingin sekali dia memberikan pelajaran pada Winston. Tapi apalah daya didalam hubungan yang aneh ini, Winston lah yang menjadi bos nya.
Di mansion Winston.
***
Setelah melalui perjalanan sekitar 15 menit, barulah mereka sampai di mansion, Winston pun menggendong Luna kedalam kamar mereka.
"Eh, kau mau apa?" tanya Luna sembari menutupi badannya dengan kedua tangan mungilnya.
"Otak kau itu mesum sekali, aku hanya ingin memeriksa pinggang mu." Balas Winston sembari menyentil jidat Luna.
"Awwww ... sakit." Lirih Luna sembari memegangi dahinya yang tadi disentil itu.
__ADS_1
"Sayang, kenapa diumur segini kau sudah bisa encok? badanmu pun kaku sekali seperti kayu. Apa saja sih yang kau lakukan selama ini? ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus memberikan pelatihan khusus padamu." Ucap Winston sembari memijat-mijat pinggang Luna.
"Ahh ... sakit, jangan didaerah itu. Ahh ... agak kesamping sedikit. Ya ... ya, dibagian itu, ahh ... enaknya." Tanpa disadari, Luna memberikan respon yang agak berlebihan, karena memang Winston sedang memijat pinggangnya.
"Sayang, suaramu sangat enak terdengar ditelinga, teruskan saja ... aku suka mendengarnya, dibagian ini kan?" bisik Winston pada Luna dan tangannya sudah menjelajah kemana-mana.
Bagaimana tidak, respon yang Luna berikan sungguh membangkitkan gairah Winston.
"Sayang, lanjutkan suara mu yang barusan, aku ingin mendengar nya, kalau boleh lebih keras. Tidak akan ada yang mendengar kita di dalam kamar ini." Ucap Winston dengan tatapan yang begitu nakal.
"Hiks, kenapa seperti ini lagi sih? sudah jelas-jelas aku tidak menyukainya. Tapi kenapa selalu berakhir seperti ini?" gumam Luna dalam hatinya, dia sedang memikirkan cara untuk menolak tanpa menyinggung Winston.
"Sayang, aku ingin melakukan hal yang kita lakukan malam itu, apakah boleh?" bisik Winston sembari memberikan tanda kepemilikan dileher milik Luna.
"Ja ... jangan, aku lelah!" jawab Luna dengan suara yang bergetar. Dia merasa sangat geli dan sekarang sedang menahan malu di hadapan Winston.
"Kau diam saja juga gapapa sayang, aku yang akan melakukan semua nya. Aku yang akan bergerak, kalau kau mau tidur juga tidak masalah." Jawab Winston sembari melanjutkan aksi nakalnya, Winston sama sekali tidak memperdulikan Luna yang merasa kurang nyaman dan geli atas tindakan nakalnya itu.
__ADS_1
"Dasar mesum, bagaimana aku bisa tidur jika kau melakukan itu padaku? sial! bagaimana ini? siapapun tolong lepaskan aku dari terkaman si mesum ini." Gumam Luna pasrah, karena menolak pun pasti sia-sia saja. Karena sifat mendominasi milik Winston sungguhlah berada ditaraf yang sangat mengkhawatirkan.