Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Istriku Memanglah Sangat Menggemaskan


__ADS_3

Pagi hari di mansion Winston.


***


"Aduh, badanku pegal sekali. Pinggangku juga sangat sakit, rasanya badanku seperti remuk semuanya. Sial, ini semua karena si arogan itu! bagiamana mungkin dia bertahan dengan sangat lama? energi apa yang dipunyai nya itu? huh!" decak Luna kesal, saat bangun pagi merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Sayang, apakah setiap hari kau mengataiku seperti itu?" sahut Winston sembari berpangku tangan di dekat Luna tidur. Memang sedari tadi, Winston masih terbaring di samping Luna. Jadi, dia bisa mendengar segala hal yang Luna ucapkan.


"Win ... Winston, emmm ... aku ... itu ... emmm," dengan sangat gugup Luna mencari-cari alasan untuk apa yang baru saja ia katakan. Tapi, Luna tidak menemukan satu alasan pun yang dapat membela dirinya.


"Aissss ... maafkan aku Winston, aku tidak sengaja!" ketus Luna langsung menutup dirinya dengan selimut karena malu dan takut.


"Bodohnya diriku ini, mulutku ini memang sangat berbahaya. Bisa-bisa suatu saat nanti aku bisa mati karena mulut yang tidak bisa dijaga ini!" ketus Luna dalam hati sembari menutup mulutnya.


"Astaga, kenapa dia sangat imut pagi ini? baiklah sayang, kau yang menggodaku." Gumam Winston dengan senyuman nakalnya.


"Srekkk!" Winston langsung menarik selimut itu dan dia langsung bisa melihat pemandangan yang sangat indah. Winston pun langsung menerkam Luna.


"Pagi ini kau sangat imut sayang, aku ingin lagi." Bisik Winston sembari mencium dan mendekap Luna dalam pelukannya.


"Hah? kenapa jadi seperti ini? kapan aku menggoda mu memangnya? padahal aku tidak berbuat apa-apa!" ketus Luna mencoba berontak dari Winston.


"Ho? kau mencoba berontak ya? baiklah, kita akan bermain beberapa ronde pagi ini. Jika kau tetap berontak, maka otomatis itu adalah kode untuk melanjutkan ronde berikutnya." Tegas Winston sembari memicingkan matanya, dan langsung menyergap Luna dengan sangat bergairah.


Mendengar itu Luna hanya bisa terdiam dan pasrah, walaupun pada akhirnya tubuhnya pun mengkhianati dirinya sendiri. Karena tubuhnya pun seperti tidak menolak perlakuan Winston itu juga.


Setelah 2 jam berlalu ...


"Win ... Winston, aku lelah sekali. Hari ini aku ada kelas, bisakah kita hentikan dulu?" ucap Luna tersendat-sendat ditengah olahraga panas itu.

__ADS_1


Memang sedari tadi Winston masih menghabisi Luna di ranjang, dia seolah tidak pernah puas akan hal itu.


"Tunggu sekali lagi sayang, siapa suruh kau sangat menggemaskan pagi ini. Aku berjanji setelah gaya yang ini selesai, maka akan aku akhiri dan kita lanjutkan nanti malam." Bisik Winston ke telinga Luna disela-sela olahraga panas mereka itu.


"Sial, apakah aku menikah dengan seorang monster? kenapa tenaganya tidak habis-habis? apakah aku masih bisa berjalan nanti? huhu." Luna pasrah akan nasibnya yang malang itu.


Dan pagi yang sangat panas dan bergairah pun mereka berdua lalui, Winston amat sangat puas. Karena dia tidak perlu lagi menahan nafsunya kepada Luna.


"Sayang, apakah kau mau mandi bersama?" ucap Winston yang sudah memeluk Luna di kasur. Karena memang, Winston sudah menghentikan olahraga panas yang dia lancarkan. Dia kasihan melihat Luna yang sudah kelelahan.


"Tidak mau, kau mandilah sendiri. Aku sangat lelah, aku mau tidur sebentar lagi." Ketus Luna sembari kembali tertidur. Bagaimana tidak, pagi ini saja Winston sudah melakukan nya sekitar 3 kali. Hal itu sungguh menguras tenaga Luna.


"Baiklah sayang, aku mau mandi dulu. Karena hari ini ada urusan penting di kantor. Seandainya urusanku tidak penting, aku pasti akan menemanimu seharian disini." Goda Winston dengan senyum nakalnya, sembari berjalan menuju kamar mandi.


Karena memang Luna sedang lelah, dia sudah tidak sanggup merespon Ucapan Winston lagi.


Tring ... Tring ... Tring


***


"Loh, kak Neon? astaga. Apakah ada masalah?" gumam Luna saat mengetahui jika yang menghubungi dirinya adalah Neon.


"Halo Kak Neon. Ada apa Kak?" sahut Luna dengan sangat lembut dan sopan.


"Luna, kamu tidak jadi tinggal di apartemen Kakak ya?" tanya Neon menyelidik.


"Maaf Kak Neon, sepertinya aku tidak usah menggunakan apartemen Kakak itu lagi." Jawab Luna singkat, tidak ingin menjelaskan hal yang lebih jauh.


"Baiklah ... baiklah, Kakak tidak akan menanyakan alasannya. Kau pasti punya alasan tersendiri." Balas Neon dengan sangat lembut, dia tidak ingin menanyakan hal-hal yang lain kepada Luna. Dia tidak ingin Luna merasa risih dan tidak nyaman.

__ADS_1


"Baiklah Kak, terimakasih. Tapi, Kakak menelepon aku pagi ini hanya untuk menanyakan itu kah?" tanya Luna menyelidik.


"Oh iya Luna, Kakak sampai lupa. Besok ayah ulangtahun, besok kau menginap di rumah ya. Kita rayakan ulang tahun ayah bersama-sama." Balas Neon menjelaskan perihal maksudnya menghubungi Luna saat ini.


"Baiklah Kak, besok aku akan menginap di rumah. Nanti aku akan mempersiapkan kado untuk paman." Balas Luna antusias, dia sedang memikirkan kado apa yang harus ia berikan pada pamannya itu.


Dan setelah panggilan telepon antara Neon dan Luna berakhir, Luna hendak beranjak dari kasurnya.


***


"Eh astaga! kau mengejutkan aku!" decak Luna merasa kesal setelah mendapati Winston sedari tadi sudah berdiri di depan kasur, dengan tatapan yang begitu tajam.


"Kau sedang berbicara dengan siapa tadi telepon? dan lagian kau mau menginap dimana?" tanya Winston sambil menyilangkan tangannya, gaya bertanya nya seolah sedang menginterogasi Luna.


"Aku sedang berbicara dengan kak Neon. Besok adalah ulang tahun paman, jadi dia memintaku untuk menginap disana besok. Karena, kami mau merayakan ulang tahun paman itu." Jelas Luna kepada Winston, dia tidak ingin menutup-nutupi apapun lagi dari Winston. Takutnya jika tidak berbicara jujur, malah akan membuat sifat arogansi Winston memuncak.


"Ho? kau kira aku akan mengijinkanmu? kau itu sekarang istriku. Jadi, kemanapun kau mau pergi akan menjadi urusanku." Decak Winston dengan nada yang tegas.


"Aih, Winston janganlah begini. mereka tetaplah keluargaku, dan aku hanya akan menginap satu hari kok. Jadi, tolong ijinkan aku ya menginap disana besok." Luna menjawab dengan ekspresi yang begitu memelas. Dia akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan ijin dari Winston.


"Hemmm ... akan ku pikirkan lagi, jika kau bekerja keras nanti malam. Maka akan ku pertimbangkan. Tapi, nanti malam kau harus proaktif. Jika tidak, aku tidak yakin akan mengijinkan kamu pergi."


"Dan lagian, apakah kau sedang menginginkannya lagi? jika kau tidak ingin melakukannya lagi saat ini. Maka tutupi lah dada mu itu. Sedari tadi bagian itu terbuka, memancing gairahku saja." Ucap Winston sembari berlalu ke lemari pakaian hendak mengambil pakaian yang akan ia kenakan.


"APA? TIDAK!" dengan sangat malu Luna menarik selimut ke tubuhnya lagi dan membenamkan dirinya di dalam selimut itu.


Luna sangat malu, dia sudah tidak bisa melihat wajah Winston saat ini. Karena memang saat mereka sedang berbicara mengenai ulang tahun pamannya, Luna sudah terduduk dan tanpa sadar selimutnya pun terlepas.


Melihat sikap Luna yang sedang terbenam di dalam selimut membuat Winston terkekeh.

__ADS_1


Dia sangat terhibur akan kelucuan Luna.


"Istriku memanglah sangat menggemaskan." gumam Winston dengan senyum yang merekah di wajahnya.


__ADS_2