
Di kantor Winston.
Mendapati perkataan Luna yang mengatakan, jika Luna menyesal telah bertemu dengan Winston membuat dirinya kesal.
"Menyesal? punya hak apa dia mengatakan itu? kenapa dia harus menyesal bertemu denganku? kontrak itu adalah satu-satunya cara bagiku untuk mengikat dirinya disisi ku."
Beberapa Hari ini, Winston banyak sekali merenung, bagaimana dirinya dahulu memikirkan banyak sekali cara untuk membalas dendam kepada orang yang membunuh ibunya, tetapi saat tahu jika yang menjadi kaki tangan untuk membunuh ibunya adalah ayah kandung Luna membuat rencana-rencana itu menjadi rapuh dan hancur.
Winston tidak tahu, jika suatu saat dirinya akan di hadapkan dengan situasi rumit seperti ini, dia mencoba melampiaskan kebencian nya pada Luna, memberikan kata-kata kebencian pada Luna, namun yang akhirnya terluka malah dirinya sendiri.
Tetapi, saat hari dimana Luna menghilang dan ditemukan sedang bersama dengan Rendi, membuat Winston yakin akan keputusan dan hatinya, dia tidak akan bisa hidup jika harus melepaskan Luna, sekeras apapun Winston mencoba, dan alasan apapun yang mendasari, sungguh tidak bisa menghilangkan Luna dari hatinya.
Pertemuan dan kebersamaan singkat yang telah Winston lalui bersama Luna telah memberikannya kehidupan yang selama ini hilang dari hidup Winston.
Winston memikirkan banyak sekali cara agar Luna bisa tetap berada di sisinya, dan Winston yakin, jika Luna menandatangani surat perjanjian pernikahan dengan dirinya, maka selamanya Luna akan terikat padanya.
Winston sejak dahulu memang telah di didik dengan sangat keras, baik itu oleh ayahnya, maupun saat Winston kabur dari rumah nya dan masuk ke dalam perkumpulan mafia.
Sejak saat itu, Winston menjunjung nilai kedisiplinan yang sangat tinggi, dia yakin siapapun yang melakukan kesalahan, harus ada orang yang membayar nya sampai lunas, baik itu oleh si pelaku ataupun oleh keturunan nya.
Saat ini, dia tidak bisa menghukum Luna ataupun membenci nya, jadi cara Winston untuk melunasi kesalahan ayah dari Luna adalah dengan cara mengikat Luna dengan dirinya, memang terdengar tidak masuk akal, namun Winston tetap yakin, jika Luna tetap harus membayar kesalahan ayahnya.
Tetapi, untuk membuat Luna tetap aman adalah dengan cara merahasiakan pernikahan nya, Winston takut jika ayahnya yang kejam itu tahu mengenai Luna, maka Luna akan dalam bahaya, di samping itu, Winston juga masih belum mendapatkan kepercayaan Gale Rolex.
Entah mengapa, firasat Winston sangat kuat akan keterlibatan Gale Rolex dengan kematian ibunya, sedangkan untuk Lily Rolex, Winston sudah mengetahui cara yang paling ampuh untuk membuat nya diam dalam waktu yang lama.
***
__ADS_1
Suara ricuh yang terdengar dari Luar ruangan mengganggu lamunan Winston, dia mendengar suara yang sangat berisik, lalu setelah nya dia mendapati jika Lily memaksa dengan sangat keras masuk ke dalam ruangan pribadi Winston itu.
"Sayang, Lihatlah sekretaris mu, dia sungguh berani menghalangi ku masuk ke dalam ruangan mu, cepat kau pecat dia!" Lily mengadu dengan ekspresi yang memelas, dan mencoba menarik perhatian Lebih dari Winston.
Melihat pemandangan itu sungguh membuat Winston merasa muak, selama hidup ini, Winston telah bertemu dengan sangat banyak wanita, dan wanita seperti Lily ini lah yang paling Winston benci, wanita yang hanya ingin memuaskan dirinya sendiri, dan hanya pandai menjilat saja.
"Sayang, kenapa kau hanya memandangi ku saja? jika kau terus memandangi ku seperti itu, maka aku tidak akan bisa menahan diri ku lagi." Goda Lily sembari mendekat ke arah Winston dan dengan percaya diri duduk di pangkuan Winston.
"Sayang, apakah kamu tidak mau melakukan itu disini? Aku sengaja menggunakan pakaian dalam yang sangat seksi hanya untuk memuaskan mu." Bisik Lily sembari memeluk tubuh bidang Winston itu.
"Lily, Apa kau mau aku kasih tahu sebuah rahasia? aku yakin rahasia ini akan membuatmu terkejut." Winston kembali berbisik ke telinga Lily, hal itu sungguh membuat Lily kegelian dan senang.
"Apa itu sayang, cepat beritahu aku." Jawab Lily dengan begitu antusias, karena baru kali ini Winston berbisik dan begitu dekat dengan dirinya.
"Baiklah Lily, jika kau bersikeras, aku yakin hal ini akan membuatmu tidak akan lupa seumur hidup." Winston menjawab dengan senyuman sinis yang jelas tergambar di wajahnya.
Lily sudah sangat tidak sabar melihat rahasia apa yang akan di berikan Winston padanya.
Lily berfikir, jika Winston akan memberikan dirinya sebuah hadiah yang sangat Lily inginkan, sampai Lily tidak akan sanggup melupakannyanya seumur hidup.
"Lily, coba kau tutup matamu sebentar, dan hitung sampai tiga, lalu lihat ke depan." Ucap Winston membisik dekat sekali di telinga Lily. Hal itu membuat Lily sangat senang, dia mabuk kepayang mencium aroma mulut Winston yang wangi.
"Baiklah sayang ... Satu ... Dua ... Tiga." Dengan sangat antusias, Lily memejamkan matanya, dan menghitung satu sampai tiga, dan saat sudah mengucapkan angka tiga, Lily segera membuka matanya.
Namun, bukan hadiah yang Lily dapatkan, wajahnya menjadi pucat, tubuh nya bergetar, dan matanya terbelalak melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
Lily terjatuh terperosok ke bawah kursi yang Winston duduki, dia sangat terkejut mendapati apa yang baru saja Ia lihat.
__ADS_1
***
Terdengar suara yang erotis, yang merupakan suara dari Lily, suara itu berasal dari video yang Winston putarkan di komputer nya, hal itu membuat Lily teriak histeris. "Matikan! tidak! tolong matikan!" Lily sangat tidak mengira, jika video dewasa dirinya dan Rey akan menghancurkan hidupnya saat ini.
"Winston, tolong percaya padaku, dia memaksaku, aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu, tolong jangan putuskan pertunangan kita." Lily masih mencoba menyelamatkan dirinya di hadapan Winston, Lily sungguh tidak rela jika Winston meninggalkan dirinya, dia memohon dan berlutut di hadapan Winston.
"Hmmm, dipaksa tapi terlihat sangat pro-aktif dan menikmati, kau kira aku bodoh Lily, tenang saja, aku tidak akan memutuskan pertunangan ku dengan mu secepat itu, kau masih berguna untuk menjadi bidak ku, jika kau tidak ingin video ini ku kirim ke ayahmu, maka kau harus menuruti segala perintahku.
Mendengar itu sungguh membuat Lily merinding ketakutan, pandangan mata Winston yang merendahkan itu, sungguh bisa melukai harga diri siapapun yang melihatnya.
Tubuh Lily bergetar dan air matanya sudah berlinang, ternyata selama ini dirinya hanya di jebak oleh Winston, ternyata dirinya hanyalah sebuah bidak bagi Winston.
"Kau harus melaporkan segala kegiatan ayahmu padaku, kau juga tidak boleh membicarakan hal buruk tentangku pada ayahmu, kau harus melaporkan jika hubungan kita baik-baik saja, hal itu akan membuat pertunangan kita akan berjalan sedikit lebih lama."
"Kalau kau tidak menuruti perkataan ku, maka video ini akan ku kirim ke ayahmu, juga ku sebarkan di media sosial." Winston memang sangat pandai untuk mematahkan mental seseorang, seperti saat ini, Lily sudah tidak bisa berkutik, dia hanya bisa terdiam dan mengangguk.
"Kalau sudah mengerti maka pergilah, jangan menganggu ku, dan hapus air matamu, jangan biarkan orang lain melihat itu, kau tidak ingin tunanganmu di nilai jelek kan di depan umum?" ledek Winston sembari terkekeh, dia sungguh menghina Lily dan menginjak-injak harga dirinya.
"Baiklah, aku akan pergi dan menurutimu, tapi aku punya pertanyaan terakhir, gadis murahan yang di kamarmu itu, apakah dia juga bidak mu?" Lily sangat berharap jika Luna juga adalah bidak Winston, dengan begitu dia tidak akan merasa kalah dari Luna.
"Sekali Lagi kau mengatainya dengan kasar seperti itu, jangan harap besok kau masih memiliki lidah, dia bukan bidakku, dia adalah wanitaku." Tegas Winston dengan tatapan yang begitu tajam.
Mendengar pernyataan itu, sekarang Lily mengerti, mengapa Winston begitu perhatian pada Luna, hal itu membuat Lily semakin membenci Luna, dia bersumpah akan mencelakai Luna bagaimana pun caranya.
Jika Winston sungguh mencintai Luna, maka dengan kehilangan Luna, pasti akan menjadi luka paling dalam bagi Winston.
"Tunggu saja pembalasanku." Gumam Lily dan langsung beranjak pergi dari ruangan pribadi Winston itu.
__ADS_1