Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Klub King


__ADS_3

PENGUMUMAN :


🌸Hi semuanya, Terimakasih ya telah mendukung cerita ini dari awal sampai episode yang sekarang, aku sangat menghargai nya, untuk Episode Sabtu dan Minggu yang biasa nya Update 3 episode per hari, dengan sangat berat hati sudah tidak bisa Author lanjut kan lagi, jadi mulai besok episode yang Up hanya 1 episode saja, karena memang Author sedang memiliki kesibukan yang tidak bisa di tunda..


Tapi sewaktu-waktu Author pasti akan mengeluarkan Crazy Up episode, jadi tolong di nantikan ya.. jangan lupa ya memberikan komentar dan masukan di kolom komentar, komentar kalian akan sangat membangun insight author ke arah yang lebih baik..


Love you all 🥰🌸


***


Tanpa disadari, Luna tertidur di pangkuan Winston. Detak jantung Winston terdengar seperti alunan musik ditelinga Luna, Luna merasa sangat aman dan nyaman berada di pangkuan pria ini.


"Kewaspadaan gadis ini sangatlah rendah. Apakah dia tidak tahu jika menampilkan ekspresi lemah seperti ini, akan membuat pria tidak tahan? ckckck, untung saja aku adalah pria gentleman." Ucap Winston sembari mencubit lembut hidung Luna.


"Hmmm, sepertinya aku harus memaksa gadis ini makan daging lebih banyak. Aku ingin dia sedikit lebih berisi, agar lebih enak dipeluk." Sekarang Winston sedang mengamati tubuh Luna dari atas sampai bawah. Dia merasa Luna perlu menambahkan berat badannya sedikit lagi.


"Huh, seandainya kau lebih penurut, aku pasti tidak akan memaksamu datang kesini setiap hari. Kau yang memaksaku melakukan ini, jika aku memberikan dirimu waktu luang yang lebih, maka kau pasti akan lebih menentang aku lagi. Dasar kau gadis nakal."


Winston berbicara pelan sembari mengusap lembut rambut panjang Luna. Saat ini adalah saat yang sangat Winston sukai, Luna berada disisinya tanpa ada yang menganggu.


Setelah beberapa saat, Winston pun menggendong Luna menuju ruangan istirahatnya. Didalam ruangan pribadi Winston memang ada ruangan khusus yang tersedia tempat tidur. Jadi, sewaktu-waktu Winston kelelahan bisa merebahkan dirinya disitu dulu.


Winston yang memang sedang kelelahan pun ikut mengistirahatkan dirinya bersama dengan Luna. Winston memeluk Luna dalam dekapannya, seolah itu adalah obat untuk rasa lelah yang Winston rasakan."


Setelah beberapa saat berlalu.


"Hoam." Akhir nya Luna terbangun dari tidurnya, lalu didapatinya Winston sedang memeluk dirinya. Dan tangan Winston sedang memegang erat dadanya.

__ADS_1


"Arggghh, ingin ku patahkan tangan ini, ingin ku remukkan dia." Decak Luna kesal sembari menyingkirkan tangan nakal Winston itu.


Lalu Luna sedikit menggeser badannya agar menghadap ke arah Winston. Lalu Luna mengamati wajah Winston yang terlihat kelelahan itu.


Diusapnya lembut wajah pria yang berada di hadapan nya ini.


"Kenapa kau terlihat sangat kelelahan? apa saja yang kau pikirkan saat ini?" Luna berbicara sangat pelan agar suaranya tidak mengganggu tidur Winston.


Luna pun memeluk Winston dan mengusap rambutnya dengan lembut.


"Apapun yang sedang kau pikirkan dan lakukan, kau melakukannya dengan baik. Jadi jangan memaksakan dirimu." Bisik Luna dengan sangat pelan di telinga Winston. Luna memang hanya bisa menyemangati Winston di saat Winston tertidur seperti ini.


"Hehe, dia pikir aku tidak mendengar nya? dasar, gadis kecil ini sungguh bisa mempermainkan hatiku." Gumam Winston yang sedang berpura-pura tidur itu.


Winston pun menarik Luna kedalam pelukannya, hal itu sontak membuat Luna terkejut.


"Hehehe, wanitaku ini memang sangatlah menggemaskan sekali, dia kira aku tidak tahu jika dia sedang berpura-pura tidur." Lalu muncullah satu ide nakal diotak Winston, dia ingin mengerjai Luna.


Tangan Winston masuk kedalam baju Luna dan melepaskan kaitan bra nya, sekarang tangannya sudah menjelajah kemana-mana.


Winston pun menurunkan baju Luna sedikit sampai ke bahu. Tujuan Winston memang hanya ingin mengerjai Luna saja.


Mendapati perlakuan seperti itu membuat Luna sudah tidak tahan mempertahankan sandiwaranya lagi.


"Hei kau mesum! beraninya kau mau mengambil keuntungan saat aku sedang tertidur!" teriak Luna sembari menutupi bagian depannya dengan kedua tangan mungilnya.


"Hahaha, lihatlah ekspresimu itu sayang, kau sangat menggemaskan. Tenang saja, aku sudah berjanji padamu, selama kau tidak membuatku kesal maka aku akan bersikap baik." Balas Winston sembari bangkit dari ranjang dan hendak pergi.

__ADS_1


"Sayang, kau rapihkanlah bajumu disini, aku akan mengantarmu pulang." Winston menyuruh Luna merapihkan bajunya yang sudah setengah terbuka itu dan segera berlalu keluar ruangannya.


"Cih, dia mengerjai ku lagi. Ingin kurobek bajunya sekarang juga, aku ingin dia merasakan perasaan saat seseorang mengerjai nya seperti itu! Sial!" decak Luna kesal atas perlakuan Winston padanya.


***


"Sayang, baik-baik disini ya, jangan keluyuran dan membuatku kesal." Winston sudah mengantarkan Luna kembali ke apartemennya, sebelum pergi tentu saja Luna harus mencium Winston sesuai perjanjian mereka.


"Hadeh, sebentar lagi mungkin bibirku ini akan bengkak." Luna sangat heran mengapa sampai sekarang Winston belum juga bosan mencium dirinya.


Klub king.


***


Sesuai dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati, Winston datang ke klub king itu. Dia masuk kedalam ruangan VIP yang memang sudah dikhususkan untuk mereka.


"Wah, akhirnya kau datang juga Winston." Nixon menyambut Winston dengan ekspresi licik yang jelas tergambar diwajah Nixon.


"Tentu saja aku datang, aku selalu menepati janjiku Nixon." Balas Winston tak mau kalah licik dari Nixon.


"Hahahaha, hei kalian berdua duduklah disampingnya, aku ingin kalian membuatnya senang." Perintah Nixon pada dua dari beberapa gadis yang memang sengaja dipesan Nixon untuk menghibur mereka.


Tentu saja para gadis itu sangat senang, disamping Winston sangat tampan, semua orang di klub ini mengenalnya. Seorang Pengusaha yang sangat kaya, dan sekarang bahkan lebih kaya lagi karena sekarang perusahaan ayahnya pun sudah Winston tangani.


Mendapati perlakuan centil dan genit dari gadis-gadis itu tidak membuat Winston tergerak. Ekspresinya tetap sama saja, dingin dan mendominasi.


"Nixon, aku rasa kau harus dengan cepat mengatakan tujuan utamamu, aku tidak sedermawan kau dalam hal waktu. Waktuku sangat mahal." Ketus Winston ingin segera mengakhiri pertemuan ini.

__ADS_1


"Hehehe, sabar dong Winston, bukankah kita sudah berjanji akan bermain bilyard dulu?" Nixon membalas Winston sembari berlalu, guna mengambil stick bilyard yang tidak jauh dari arah mereka duduk.


__ADS_2