Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Rani Itu Siapa?


__ADS_3

Pengumuman Penambahan Jadwal Tayang :


Jadi, karena kalian semua ingin author updatenya banyak, trus ada yang katanya nungguin tengah malem sampe nggak tidur membuatku terharu! Jadinya mulai hari ini akan update 2 episode perhari yaitu jam 00:00 dan jam 18:00.


Trus sama yang nanyain kenapa nggak pernah crazy up, sama seperti yang sudah aku infoin minggu lalu ya, author lagi punya kesibukan yang tidak bisa ditunda makanya enggak crazy up. Tapi mulai hari ini author akan bekerja lebih keras lagi biar konsisten update 2 episode perhari.


Sekali lagi terimakasih ya dukungannya, ini adalah novel pertamaku jadi masih banyak kesalahan. Mohon dimaklumi ya. Love 🤗


***


"Luna, kenapa wajahmu sangat pucat? tangan mu juga bergetar?" tanya Nixon pada Luna saat melihat keadaan Luna yang seperti sedang ketakutan.


"Emmmm, tidak apa-apa Nixon. A ... aku pergi dulu yah, takutnya Winston akan semakin marah jika aku bersamamu seperti ini," ucap Luna dengan suara yang bergetar. Dia sedang sangat ketakutan sekarang.


"Luna, biarkan aku mengantarkan kamu pulang," ucap Nixon menarik tangan Luna.


"Jangan Nixon, jika kau mengantarkan aku maka dia kan semakin marah padaku," balas Luna dengan ekspresi yang sudah akan menangis.


Melihat itu Nixon sangat terkejut, ditariknya Luna dan dipegangnya bahu Luna.


"Apakah Winston pernah melukai mu? jawab Luna, apakah dia pernah melukaimu?" tanya Nixon dengan nada yang sudah sangat bergetar.


"Ti ... tidak, dia, emmm, dia ti ... tidak pernah menyakitiku. Lepaskan aku Nixon, aku harus pulang," ucap Luna dengan sangat gugup, tidak mungkin Luna memberitahukan pada Nixon, jika Winston pernah menjatuhkan dirinya ke kolam dan hampir mati karena itu.


Segera Luna berlari menjauhi Nixon, dan benar saja saat Luna berlari keluar, disana sudah ada Rean yang hendak menjemput Luna.


"Nyonya Luna, bos Winston memerintahkan saya untuk mengantarkan Nyonya pulang ke apartemen," ucap Rean sembari menunduk dan menuntun Luna menuju mobil yang sudah berada loby.


Tanpa adanya perlawanan dan pertanyaan, Luna hanya bisa mengangguk dan mengikuti permintaan Rean itu.


Di dalam mobil.

__ADS_1


***


"Pak Rean, apakah Winston sangat marah padaku?" Luna mencoba bertanya pada Rean, karena Luna sedang sangat gelisah sekarang.


"Sepertinya iya Nyonya, hari ini kami memiliki pertemuan yang sangat penting. Tetapi karena masalah yang Nyonya buat, pertemuan itu terpaksa diundur beberapa jam," jawab Rean dengan nada yang datar, seolah hal itu bukanlah sesuatu yang menyeramkan.


Sedangkan Luna yang mendengar itu sudah ketakutan setengah mati, apalagi saat Rean mengatakan jika karena masalah yang dia timbulkan, pertemuan penting Winston jadi diundur beberapa menit.


'Apakah bosmu akan membunuh aku Rean?" tanya Luna serius kepada Rean, karena melihat sifat arogansi Winston, bisa saja hal itu terjadi.


"Kalau untuk hal itu, saya kurang tahu Nyonya. bos hanya memerintahkan agar Nyonya jangan pernah keluar dari apartemen," jawab Rean dengan tenang sembari menyetir mobil itu.


"Tidak bisakah kau menghibur aku sedikit Rean? apakah kau begitu setia pada bosmu itu? jika kau disuruh mati olehnya apakah kau akan mati?" ketus Luna dengan nada yang kesal tapi bergetar.


Bagaimana tidak, jawaban Rean barusan begitu ambigu. Apalagi kelihatannya Rean hanya berpihak pada Winston saja, sama sekali tidak kasihan melihat Luna.


"Jika bos menyuruh aku mati, maka aku akan mati, dia adalah penyelamat hidupku. Apapun akan aku lakukan untuknya," jawab Rean dengan santainya pertanyaan Luna itu, seolah hal itu bukanlah hal yang serius.


"Astaga, hubungan yang sangat aneh dan gila!" decak Luna keheranan menerima jawaban itu dari Rean.


Saat mendengar nama itu, Rean dengan tiba-tiba menghentikan mobilnya, dan ekspresi Rean tiba-tiba berubah menjadi sangat menyeramkan.


"Dari mana Nyonya tahu nama itu?" tanya Rean dengan nada yang berat dan ekspresi yang begitu menyeramkan.


Melihat itu membuat Luna ketakutan, dan sangat gugup.


"Ti ... tidak dari siapa-siapa, a ... aku hanya mengarang nama saja. Iya, iya, aku hanya mengarang nama saja," jawab Luna sembari menelan ludahnya dengan kasar. Karena sedang gugup ditanyai begitu oleh Rean.


"Nyonya Luna, karena pertanyaan Nyonya ini, semua pelayan yang di mansion akan di selidiki oleh bos. Dan siapapun yang membocorkan nama ini pada Nyonya Luna pasti akan dibunuh oleh bos," jawab Rean dengan sangat serius.


"Jangan pernah mencari tahu perihal masa lalu bos Winston. Nyonya tidak akan bisa menanggung konsekuensi nya nanti," Rean memberikan peringatan pada Luna, dan segera melajukan mobil itu lagi.

__ADS_1


"Astaga! semoga mereka tidak mengetahui jika Nani yang membocorkan ini padaku, jika Nani kenapa-kenapa karena aku, maka aku tidak akan bisa hidup lagi di dunia ini," gumam Luna sudah terdiam dan tidak berani berbicara dengan Rean lagi.


Tapi Luna makin penasaran, siapa sebenarnya Rani. Mengapa ekspresi Rean bisa berubah dengan sangat menyeramkan seperti tadi.


"Sepertinya Rani adalah orang yang mengambil peran yang besar bagi hidup Winston, bahkan namanya saja tidak boleh disebut," gumam Luna ingin mengetahui siapa sebenarnya Rani itu.


Di mobil Winston.


***


"Kau berani sekali mencari masalah denganku! apakah kau sudah bosan hidup?" Winston bertanya pada Lily dengan nada sinis dan ekspresi yang begitu menyeramkan.


"Winston, sebenarnya aku pun bisa mengancam dirimu. Bagaimana jika aku beritahu semua kebenarannya pada ayah? perihal video dewasa itu sebenarnya bukanlah masalah. Karena aku tetaplah putrinya, dia tidak akan membunuh aku karena itu."


"Aku tidak tahu kau sedang merencanakan apa dengan ayahku, tapi jika aku memberitahukan semuanya pada ayah, aku yakin semua rencana mu akan hancur," ucap Lily memberanikan diri pada Winston.


"Ho? kau berani mengancam aku? kau belum mengenaliku Lily, jika kau berani melakukan hal yang kau ucapkan barusan, maka aku akan memberikan mu digilir oleh preman jalanan, dan setelah itu membuangmu ke lautan agar menjadi santapan ikan," balas Winston memicingkan matanya. Dan dengan wajah yang sangat serius.


"Kau tidak mungkin melakukan itu, jika ayahku tahu. Kau akan langsung dibunuh olehnya," jawab Lily dengan sangat gugup dan ketakutan. Karena memang semua ucapan Winston barusan diucapkannya dengan sangat serius.


"Ho? kau sungguh belum mengenaliku Lily, apakah kau kira ayahmu sehebat itu? kau salah mengancam orang Lily. Jika berbicara mengenai kekejaman dan kuasa, aku jauh di atas ayahmu."


"Jadi selagi aku berbicara baik-baik denganmu, kau harus mendengarkan. Kalau tidak bukan hanya kau, seluruh keluargamu pun tidak akan sanggup menanggung resikonya," bisik Winston dengan pelan.


Sungguh Winston terlihat seperti seseorang yang sangat kejam dan berdarah dingin. Hal itu membuat Lily terdiam dan tidak berkutik.


Lily sadar, semua yang diucapkan Winston barusan adalah serius, dan tidak ada lelucon di dalam perkataan mengerikan itu.


Winston menurunkan Lily ditengah jalan dan menyuruhnya pulang sendiri. Karena memang Winston sedang ada pertemuan yang sangat penting dengan Wira Hermanto.


Sesaat setelah Winston menyuruh Lily keluar, dia menelepon Rean assistennya.

__ADS_1


Winston memerintahkan Rean untuk menyampaikan pesan pada Luna agar diam di apartemen dan jangan kemana-mana.


Sungguh saat ini gemuruh amarah sedang sangat memuncak di diri Winston. Jika saat ini Luna bersamanya maka pasti Winston akan melukainya. Makanya Winston memutuskan untuk tidak berjumpa dengan Luna.


__ADS_2