
***
Luna masuk kedalam mobil yang sudah berada dekat dengan rumah lamanya itu, Luna masuk dengan sangat gugup. Apalagi saat membuka pintu mobil, dia bisa melihat kemarahan di mata Winston.
Matanya terlihat sangat marah, dia melihat Luna dengan sangat intens.
"Sayang, apakah kau memang ingin aku mengikatmu di rumah?" tanya Winston saat Luna sudah duduk di samping Winston.
"Ma ... maafkan aku Winston, aku bersalah. Aku tidak memperhatikan ponselku tadi, makanya aku tidak melihat pesan ataupun panggilan darimu." Jawab Luna gagap dan dengan suara yang sangat bergetar.
"Sayang, dari semua orang di dunia ini, hanya kau yang berani menentang ku. Apakah kau memang sangat hobi membuatku kesal?" tanya Winston sembari memegang rambut panjang Luna yang terurai.
"Bersiaplah untuk mendapatkan hukuman di rumah sayang." Bisik Winston ke kuping Luna, membuat Luna merinding ketakutan.
Luna sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya di mansion.
Setelah beberapa saat ...
Winston dan Luna sudah sampai di mansion mereka. Winston menemukan jika Luna sudah tertidur, karena memang perjalanan mereka cukup jauh.
Winston pun menggendong Luna ala bridal style menuju ruangan mereka.
Sesampainya di kamar, Winston meletakkan Luna di kasur ...
"Sayang, aku tahu kau pura-pura tertidur. Jangan mencoba menipuku ataupun membohongi ku, jika kau belum bangun. Aku akan menghabisi mu sampai besok!" ancam Winston membisik di telinga Winston.
__ADS_1
"Astaga, aku tidak mau. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan?" gumam Luna ketakutan, dan memutuskan untuk mengakhiri sandiwara tidurnya itu.
Melihat kemarahan Winston, Luna hanya bisa terdiam dan menunduk. Dia tahu seberapa menyeramkannya pria yang berada di dekatnya ini.
"Mengenai penyelidikan ayahmu, biarkan aku yang mengurusnya. Dan lagian untuk apa kau menyelidiki nya lagi? bukti yang ada di tanganku itu sangat valid. Aku juga sudah tidak mempermasalahkan hal itu, aku menerima mu apa adanya. Apa jangan-jangan kau punya motif tersendiri ya? apakah kau mau meninggalkan aku jika kau sudah mengetahui kebenarannya?" tanya Winston dalam mode yang sangat serius.
Hari ini dia begitu marah pada Luna, karena Luna membuat dia sangat khawatir. Setiap kali Luna pergi, Winston akan sangat khawatir. Apakah ini berhubungan dengan traumanya atau bukan, Winston pun sebenarnya bingung. Yang ia tahu adalah bahwa dia akan sangat tidak tenang jika Luna berada jauh darinya.
"Jangan Winston. Kita sudah sepakat dan menandatangani surat perjanjian, aku yang harus menyelidiki sendiri tentang ayahku. Aku tahu hari ini aku yang salah. Jadi, tolonglah maafkan aku." Jelas Luna dengan suara yang bergetar dan wajah yang menunduk.
"Ho? kau membahas masalah perjanjian denganku? bukankah kau sudah melanggarnya? seharusnya sekarang kau sudah harus melayani ku sayang. Melepas dasi ku, memberikan ciuman selamat datang, dan menyiapkan air mandi untukku. Tapi, kau sama sekali tidak melakukan satu hal pun dari itu, jika kau bisa melanggar berarti aku juga bisa dong?" tanya Winston dengan wajah yang remeh pada Luna.
"Winston, jangan begitu. Maafkan aku, aku janji akan melakukannya dengan benar besok. Tolong tetap biarkan aku menyelidiki tentang ayahku. Aku mohon." Jawab Luna sembari menarik tangan Winston dan menampilkan wajah yang sendu.
"Kau harusnya sudah tahu kan sayang, apa yang bisa kau lakukan untuk menghibur aku? sudah berapa kali aku menjelaskan hal-hal seperti ini padamu. Dan bukankah sekarang adalah malam pertama kita? kali ini kau tidak bisa menolaknya." Jelas Winston sembari mendorong Luna sampai tersungkur ke kasur.
"A ... aku tidak pintar dalam hal beginian. Sebenarnya aku pun tidak tahu caranya, karena saat pertama ku juga dilakukan saat aku tidak sadar." Ucap Luna gugup, karena memang dia sama sekali tidak tahu cara melakukan hal itu.
"Baiklah sayang, malam ini aku akan mengajarimu secara bertahap. Tapi mulai selanjutnya kau harus mempraktekkan apa yang ku ajarkan padamu. Malam ini aku akan mengajarimu cara bermain benar." Bisik Winston ke kuping Luna.
Hal itu membuat Luna jantungan dan gemetaran, entah apa yang akan menimpanya beberapa menit setelah ini. Namun, sebenarnya mereka memang sudahlah menikah secara sah, jadi melakukan hal itu seharusnya bukanlah hal yang tabu lagi dihubungan mereka.
***
"Sayang, hal yang pertama kau harus lakukan adalah membuka baju suamimu. Kau harus mencium bibirnya dan membelai rambut suami mu ini." Bisik Winston ke telinga Luna dan sembari melakukan hal yang sama dengan apa yang sedang ia jelaskan.
__ADS_1
Tubuh Luna bergetar saat mendapati perlakuan itu dari Winston, darahnya seolah mendidih. Sensasi yang aneh ini merupakan sensasi yang pertama kali membuat Luna merasa melayang di udara.
"Sayang, kau memang sangat sensitif. Belum juga kita lakukan sepenuhnya tapi kau sudah gemetaran." Bisik Winston sambil tetap melancarkan aksinya.
Karena memang malu, Luna hanya bisa terdiam dan memejamkan mata. Dia sangat amat malu saat ini, namun tidak bisa dipungkiri saat ini dia merasakan sesuatu gejolak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Sayang, jangan menutup matamu, kau harus melihat setiap prosesnya. Bukankah aku sedang mengajarimu?" Ucap Winston ditengah kegiatan panas yang ia lancarkan.
Saat Luna membuka matanya, wajahnya menjadi sangat merah. Dia bisa melihat Winston tepat di atasnya, dia juga bisa melihat ekspresi nakal Winston yang berada tepat di atasnya itu.
"Ekspresi mu sudah benar sayang, sangat menggemaskan. Selanjutnya aku akan mengajarimu gaya yang lebih bagus lagi." Bisik Winston dan langsung melakukan hal yang suami istri lakukan pada Luna.
Malam itu Winston melakukan hal itu dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah lagi. Karena memang Luna sudahlah menjadi istri sahnya.
Mereka sudah dipenuhi keringat di tubuh mereka. Karena Winston merasa kasihan pada Luna yang sudah kelelahan, dia memutuskan untuk mengakhiri kegiatan panas yang membuatnya bergairah itu.
"Sayang, aku ingin sekali punya 12 anak denganmu. Tapi, sekarang bukan saatnya. Aku sedang mengurus sesuatu yang beresiko. Jadi, aku mohon padamu agar menjaga diri baik-baik. Dan jangan memberitahukan siapapun mengenai hubungan kita." Winston berbicara dengan lembut kepada Luna, diusapnya rambut Luna yang kelelahan di dalam pelukannya itu.
"Apa? 12 anak? dikira aku mesin pembuat anak apa? tapi baguslah, aku juga belum ingin memiliki anak. Dan lagian aku belum tahu kedepannya akan tetap bersama denganmu atau tidak." gumam Luna tidak menjawab pernyataan Winston dan langsung tidur akibat kelelahan.
***
Sedari tadi Lily sudah merasa sangat geram, setelah video dewasa miliknya diketahui oleh Winston, dia seolah tidak dihargai lagi di mansion itu.
Apalagi tadi saat pulang, Lily bisa melihat Winston sedang menggendong Luna dengan sangat mesra. Api amarah sudah membara di hati Lily.
__ADS_1
"Tidak bisa dibiarkan, walaupun hubunganku dengan Winston sedang tidak baik. Tapi, aku tetaplah tunangan dia yang sah dan Luna hanyalah simpanan. Lihat saja Winston, aku akan melakukan segala cara untuk menghilangkan Luna dari hidupmu. Hanya aku yang boleh bersanding di sampingmu." Ucap Lily dengan ekspresi yang sangat marah, dia seolah tidak dianggap di mansion itu.
Sekarang Lily sudah mengatur banyak sekali cara untuk menyingkirkan Luna, Lily bersumpah akan merebut Winston apapun yang terjadi.