Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
BONUS


__ADS_3

1 Tahun Kemudian,


"Sayang, jaga Axel dan Alexa dengan baik ya, aku ada kelas nih, sebentar lagi telat," sahut Luna pada Winston yang khusus ia minta pulang dari kantor untuk menjaga anak-anak nya yang masih berumur satu tahun itu.


Luna memang amat tidak suka menyewa pengasuh untuk merawat anaknya, Luna bertekad untuk merawat anak-anaknya sendiri bersama Winston tanpa bantuan pengasuh. Setelah apa yang sudah ia alami semasa kecil, Luna tidak ingin melonggarkan kewaspadaan nya pada anak-anaknya itu.


Tapi kebetulan hari ini Luna ada kelas siang, setelah mengambil cuti selama kurang lebih satu tahun, Luna masih ingin melanjutkan kuliah nya itu, karena impiannya masih ingin ia raih, yaitu membangun dan mendesign rumah untuknya dan keluarga kecilnya itu.


"Sayang, apa perlu kau kuliah lagi?" tanya Winston pada istrinya itu sembari menggendong Alexa ditangannya dan mengelus-elus rambut Axel yang sedang di kasur itu.


Saat ini memang posisi Winston sekarang sedang duduk di kasur sembari menggendong putrinya dan mengelus-elus rambut putranya, persis seperti seorang ayah yang begitu kerepotan merawat anak-anaknya.


"Sayang, pendidikan itu tidak bisa diukur oleh uang, tentu saja aku harus melanjutkan kuliah ku, tenang saja nanti malam aku akan memberikan mu hadiah, aku pergi dulu ya, muahh!" ucap Luna langsung mencium kening suaminya dan beranjak pergi.


"Hem! tidak bisa dibiarkan, kutarik kembali ucapan ku mengenai ingin memiliki anak sebanyak 12 orang, waktu istriku jadi semakin sedikit untukku, sepertinya aku punya ide yang bagus," gumam Winston sudah mendapatkan ide brilian untuk masalah yang ia anggap meresahkan itu.


Bagaimana tidak, waktu Luna semakin disita untuk merawat anak-anak mereka, belum lagi Luna akan kembali aktif kuliah, pastinya waktu Luna untuk Winston akan semakin sedikit.


"Maafkan Ayah nak, bukan berati Ayah tidak suka pada kalian, tapi Ayah amat menyayangi Ibu kalian jadi Ayah mau waktu Ibu kalian lebih banyak untuk Ayah," sahut Winston berbicara pada kedua anaknya seolah menganggap jika anak-anaknya mengerti akan apa yang ia ucapkan.


Tring ... Tring ... Tring


"Halo Bos," sahut Rean melalui telepon karena memang saat ini Winston sedang menelepon dirinya.


"Rean, aku punya tugas yang amat penting dan harus kau utamakan untuk kau selesaikan!" ucap Winston serius pada bawahannya yang sedang berada di kantor miliknya itu.


"Apa itu Bos?" sahut Rean serius juga, Rean mengira jika masalah ini begitu serius sampai Bos nya mengatakan hal itu.


"Aku ingin kau menjemput Lily nanti di bandara dan membawanya ke mansion ku, aku dan istriku ingin pergi liburan selama dua minggu, aku ingin membawamu dan Lily untuk menjaga Axel dan Alexa!" sahut Winston dalam mode yang begitu serius dan terdengar mendominasi.


Namun, jika dilihat kenyataan nya, saat ini Winston sedang berbicara sembari menggendong putrinya jadi tidak ada keseraman sedikit pun dalam dirinya.


"Ha?" jawab Rean kebingungan, bagaimana bisa Bos nya mengatakan hal itu dengan begitu entengnya.


"Bagaimana dengan pekerjaan Bos?" sahut Rean masih saja kebingungan.


"Haha! kan ada Sean, dia sudah terlalu menikmati hidupnya dengan bermain-main di luaran sana, kau berikan dia perkejaan itu, sudah ya, sudah waktunya anak ku mau minum susu, ku matikan dulu, dan ingat untuk mengurus semua perlengkapan liburan besok, untuk tempat nya akan ku kirimkan melalui SMS padamu," sahut Winston langsung mematikan panggilan telepon itu.


Disuatu tempat,


"Haciimmm! aduh, udara masih bagus kenapa aku bersin?" gumam Sean yang sedang memakai kaca mata hitam dan berjemur di pantai.


Memang diantara Winston dan Rean hanya Sean lah yang begitu santai dan menikmati hidupnya.


***


"Hemm, jadi artinya aku akan liburan selama dua minggu? terbebas dari pekerjaan yang begitu banyak ini? Yes!" ucap Rean berkumandang ria sesaat setelah ponselnya ia matikan.

__ADS_1


Rean masih saja belum sadar, jika dia dan Lily akan dijadikan sebagai pengasuh nanti. Karena Winston tahu, Luna tidak akan memberikan anak-anaknya di urus oleh pelayan ataupun pengasuh. Jadi, Winston memutuskan untuk menjadikan Lily dan Rean sebagai pengasuh.


***


Keesokan harinya.


Luna kebingungan saat melihat baju-bajunya sudah di packing oleh Winston ke sebuah koper. Tadi pagi juga dia bertemu Lily di belakang rumah dekat kolam.


"Winston, kenapa kau memasukkan bajuku ke koper?" sahut Luna yang masih kebingungan itu.


"Kita akan liburan, kau lihat Lily kan tadi? dia akan mengurus Alexa dan Rean akan mengurus Axel, jadi kita berdua bisa bersantai di tempat liburan nanti," sahut Winston sudah menyuruh beberapa pelayan untuk membawa koper itu keluar.


"Apa? bagaimana dengan kuliahku?" jawab Luna memanyunkan bibirnya dan sedikit kesal.


"Sayang, aku sudah mengurus semuanya, kau bisa melanjutkan kuliahmu dua minggu lagi, sudah, kita harus cepat mandi dan bersiap-siap," sahut Winston membuka bajunya dan langsung menggendong istrinya itu menuju kamar mandi.


Sekarang mandi bersama sudah bukan hal yang tabu lagi bagi mereka berdua, nafsu Winston terhadap Luna belum lah berkurang malah semakin menjadi-jadi.


Beberapa saat kemudian,


"Loh, Luna kenapa kau jalan seperti itu? seperti nenek-nenek yang sedang encok," sahut Lily sesaat melihat Luna berjalan sembari memegangi pinggangnya.


"Lily, kau akan mengerti nanti setelah kau sudah menikah dan memiliki suami yang begitu buas!" sahut Luna dengan wajah seperti seseorang yang sedang memberikan peringatan pada Lily.


Bagaimana tidak, tadi Winston bilang sebentar dan harus cepat-cepat bersiap namun saat tadi di kamar mandi, Winston selalu saja mengulangi olahraga panas itu tanpa henti.


"Aku iri pada Bos, baru kali ini aku merasa iri padanya, bagaimana denganmu?" sahut Rean pada Lily yang juga sedang menggendong Alexa.


"Aku juga iri pada mereka, karena memiliki anak-anak yang begitu lucu seperti ini, gemes, gemes, gemes!" sahut Lily merasa gemas pada Alexa yang ia gendong itu.


Memang Lily setuju datang liburan dengan Winston dan Luna adalah karena kehadiran Axel dan Alexa, Lily begitu suka dengan mereka berdua dan merasa begitu gemas pada kelucuan Axel dan Alexa.


"Ckckck, ternyata sifatnya masih sama saja, seperti anak kecil!" gumam Rean geleng-geleng sembari mengikuti Lily masuk kedalam mobil yang tadi Winston dan Luna masuki itu.


Benar saja, selama liburan Winston dan Luna hanya bermesraan, pergi jalan-jalan sedangkan Rean dan Lily disuruh mengasuh anak-anaknya.


Rean merasa untuk kesekian kalinya di manfaatkan oleh Bosnya itu, tapi saat melihat Lily, Rean merasa bingung, Lily terlihat begitu menikmati bermain bersama Axel dan Alexa.


"Aku ingin punya anak, tapi aku ingin bibit yang unggul seperti Winston agar anak itu bisa selucu Axel dan Alexa, hmm!" ucap Lily dengan nada yang begitu kuat. Lily tidak tahu jika pernyataan nya itu bukanlah pernyataan orang normal yang biasanya.


Sontak semua orang yang juga liburan di tempat itu yang mendengar pernyataan Lily begitu terkejut dan tertawa geli, bagaimana seorang wanita dewasa seperti Lily mengatakan hal itu.


Begitu juga dengan Rean yang berada disampingnya amat syok mendengar pernyataan Lily barusan.


Saat ini mereka memang sedang berada di pantai, di bawah tenda berteduh bersama Axel dan Alexa.


"Apa kau lihat-lihat? memang nya kau mau memberikan aku bibit untuk membuat anak?" sahut Lily kesal melihat pandangan Rean padanya seolah sedang meremehkan Lily.

__ADS_1


"Deg ... Deg!" Jantung Rean secara tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia merasakan perasaan itu.


"Mau! aku juga ingin memiliki anak, jika kau bisa menyediakan wadah untukku, aku bisa memberikan mu bibit unggul ku!" jawab Rean tidak mau kalah pada Lily.


"Deg ... Deg! apa-apaan dia ini? aku kan hanya bercanda," gumam Lily tiba-tiba memalingkan wajahnya karena sekarang tiba-tiba saja hawa berubah menjadi semakin panas pasti nya wajah Lily sedang amat merah.


"Hei, kalian sedang apa?" sahut Luna pada Lily dan Rean yang sedang saling membelakangi tubuhnya itu.


Saat ini Luna dan Winston memang sedang datang untuk memeriksa keadaan anak-anaknya.


Karena tadi memang Luna tidak sempat untuk pumping air asi mengharuskan Luna untuk memberikan air asi langsung pada anak-anaknya.


Jadi, Luna dan Winston membawa Alexa dan Axel ke penginapan sebentar untuk menyusui anak-anaknya itu.


Lily dan Rean yang sudah berdua saja di tenda itu menjadi kaku dan salah tingkah.


"Aku serius apakah kau mau menjalin hubungan dengan ku? tapi, tapi jangan salah sangka, aku mengajakmu berhubungan denganku karena kau terlalu bodoh dan lugu, jika kau bersama orang lain kau pasti akan di tipu lagi!" sahut Rean dengan wajah serius nya, sungguh mirip dengan Winston jika mengutarakan sesuatu.


"Tapi, tapi aku sudah tidak suci, apakah kau tidak keberatan?" sahut Lily menunduk.


"Lihat lah betapa lemahnya dirimu, suci atau tidak suci nya seseorang dinilai dari hatinya, aku lihat hatimu baik jadi bagiku kau suci," sahut Rean dengan nada yang sedikit meninggi.


Rean memang begitu tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan pada seorang wanita, karena memang saat ini adalah saat pertama nya berani ingin menjalin hubungan dengan orang lain.


Sebenarnya Rean sudah lama tertarik pada Lily namun tidak berani mengutarakan nya, tapi Rean tidak ingin mencari wanita yang lain, dan lagi saat melihat Lily, Rean merasa ada tanggung jawab untuk melindungi dirinya.


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Lily, Rean dengan pelan menggenggam tangan Lily yang berada di dekatnya itu. Dan saat mereka berpegangan tangan keduanya tersenyum memalingkan wajahnya karena malu. Saat ini mereka seperti ABG yang baru saja merasakan cinta.


Dan dari saat itu dimulai lah hubungan antara Lily dan Rean.


TERIMAKASIH


Halo semuanya, Terimakasih atas dukungannya ya, ini Bonus untuk memperjelas mengenai perkuliahan Luna dan hubungan antara Lily dan Rean ya, soalnya banyak banget yang nanya.


Maaf ya untuk semua kekurangan nya, Apalagi pemilihan nama yang terlihat asal itu. Terlihat sekali author masih amatir dan baru belajar hehe.


Trimakasih juga sudah memberikan komentar yang selalu membuat author ngakak karena kelucuan nya.


Author bukan orang yang menutup diri untuk sebuah saran, jadi jangan takut untuk memberikan saran.


Eh, jangan lupa mampir ya ke karya author yang lain 🤗



Lanjutan cerita Rean dan Lily judulnya : Suamiku Seorang MAFIA bisa dilihat di beranda author yaa


__ADS_1


__ADS_2